farmigo.id
BerandaSosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomyGeneral NewsSains & TeknologiBisnisSepak BolaMetroPolitikTransportasiGaya HidupMegapolitanPemerintahanYogyakartaOtomotif & WirausahaLayanan PublikPendidikan & KarierPopuler
Beranda/Bisnis

Menganalisis Faktor Pendorong Lonjakan Valuasi Bisnis Indian Premier League hingga USD 20,6 Miliar

Berlin SiregarDiterbitkan 31 Jul 2026 - 04.38 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Menganalisis Faktor Pendorong Lonjakan Valuasi Bisnis Indian Premier League hingga USD 20,6 Miliar
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Liga kriket India, Indian Premier League (IPL), terus menunjukkan dominasinya sebagai salah satu entitas olahraga paling bernilai di dunia. Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2008, kompetisi ini berhasil mencatatkan pertumbuhan finansial yang luar biasa. Pada tahun 2026, nilai bisnis liga ini dilaporkan telah melonjak tajam hingga mencapai USD 20,6 miliar. Bagi para analis olahraga dan pelaku bisnis, memahami bagaimana sebuah kompetisi dengan musim pertandingan yang hanya berlangsung sekitar dua bulan setiap tahunnya dapat mencapai angka valuasi fantastis tersebut memerlukan pendekatan yang sistematis. Berikut adalah langkah-langkah utama untuk menganalisis dan memahami faktor pendorong di balik lonjakan valuasi raksasa tersebut.

Langkah pertama dalam menganalisis fenomena ini adalah dengan mengevaluasi pertumbuhan nilai bisnis secara keseluruhan dan nilai merek mandiri liga. Berdasarkan data dari bank investasi Houlihan Lokey, nilai bisnis IPL tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 11,4 persen pada tahun 2026. Sejalan dengan itu, nilai merek mandiri (standalone brand value) liga ini juga meningkat pesat menjadi USD 4,3 miliar, yang merepresentasikan pertumbuhan sebesar 10,3 persen dari tahun sebelumnya. Harsh Talikoti, selaku Direktur Penasihat Keuangan dan Valuasi di Houlihan Lokey, menegaskan bahwa pencapaian angka-angka tersebut merupakan indikator kuat dari fondasi komersial kompetisi yang terus berkembang pesat.

farmigo.id

Copyright 2026 farmigo.id - All Rights Reserved.

Kategori

SosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomy

Langkah kedua adalah memantau pergerakan investasi serta transaksi akuisisi saham oleh para pemodal besar. Masuknya konsorsium yang dipimpin oleh tokoh-tokoh konglomerat menjadi salah satu pemicu utama meroketnya valuasi tim. Sebagai contoh konkret, pada bulan Mei, konsorsium yang dipimpin oleh miliarder industri baja Lakshmi Mittal bersama konglomerat vaksin Adar Poonawalla mengumumkan rencana pembelian waralaba Rajasthan Royals dengan nilai kesepakatan mencapai USD 1,65 miliar. Tidak hanya itu, pada bulan Maret sebelumnya, United Spirits Ltd. juga telah menjual saham Royal Challengers Bengaluru (RCB) kepada sebuah konsorsium yang melibatkan miliarder Kumar Mangalam Birla serta The Times of India Group dengan nilai transaksi mendekati USD 1,8 miliar.

Baca Juga

Sidang Kasus PT DSI, Poin Pembelaan Mantan Direktur Mery Yuniarni

Sidang Kasus PT DSI, Poin Pembelaan Mantan Direktur Mery Yuniarni

Langkah ketiga adalah mengidentifikasi profil kepemilikan klub dan dampaknya terhadap reputasi tim yang bertanding. IPL memiliki daya tarik yang sangat eksklusif karena didukung oleh kehadiran nama-nama besar sebagai pemilik klub. Beberapa di antaranya adalah Mukesh Ambani, yang dikenal sebagai orang terkaya kedua di India, hingga bintang besar Bollywood Shah Rukh Khan. Selain faktor kepemilikan oleh figur publik ternama, prestasi tim di lapangan juga sangat menentukan nilai jual sebuah waralaba. Saat ini, Royal Challengers Bengaluru (RCB) tidak hanya menyandang status sebagai juara bertahan, tetapi juga diakui sebagai tim dengan nilai tertinggi di seluruh liga.

Langkah keempat adalah menakar posisi IPL dalam perbandingan peta industri olahraga secara global. Meskipun musim pertandingan IPL tergolong sangat singkat jika dibandingkan dengan kompetisi olahraga lainnya, efisiensi pendapatan yang dihasilkan per laga terbukti sangat luar biasa. Secara global, kalkulasi valuasi per pertandingan untuk liga kriket ini menempati posisi kedua tertinggi di dunia. Capaian tersebut hanya berada di bawah National Football League (NFL). Perbandingan ini menunjukkan bahwa IPL memiliki konsentrasi pasar yang masif dan mampu mengoptimalkan pendapatan komersial dalam rentang waktu yang sangat padat.

Baca Juga

Penegakan Disiplin ASN Saat Jam Kerja dan Sanksi Administratif Pelanggaran

Penegakan Disiplin ASN Saat Jam Kerja dan Sanksi Administratif Pelanggaran

Langkah terakhir adalah melengkapi analisis finansial dengan mengamati dinamika performa atlet di lapangan hijau. Evaluasi bisnis olahraga selalu berkaitan erat dengan aksi nyata para pemain yang menjadi daya tarik utama bagi penonton dan sponsor. Sebagai gambaran, pada pertandingan T20 Internasional kelima antara Inggris dan India yang digelar di Utilita Bowl, Southampton, pada Sabtu, 11 Juli 2026, pemain kriket India Shreyas Iyer terlihat berlari di antara wicket usai memukul bola. Pada pertandingan yang sama, pemain kriket Inggris Jos Buttler juga turut beraksi. Mengamati intensitas pertandingan semacam ini memberikan konteks nyata mengenai tingginya minat global yang pada akhirnya menopang valuasi fantastis kompetisi kriket asal India tersebut.

Ikuti farmigo.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Indian Premier LeagueKriketValuasi BisnisHoulihan LokeyInvestasi Olahraga

Berita Terbaru Lainnya

Ahmad Taufan Damanik Nilai Revisi UU HAM Penting untuk Jawab Tantangan ZamanAlasan Kejagung Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho dalam Kasus Febrie AdriansyahKasus Penculikan Anak di Makassar, Motif Utang Arisan Online Rp300 JutaAlasan Mendagri Minta Partai Politik Sekolahkan Calon Kepala Daerah Sebelum PilkadaMemahami Modus Pemerasan Pegawai KPK pada Kasus Bupati Pemalang dan Sistem Keamanan BaruEvaluasi Sistem Keamanan Dokumen Internal KPK Menyusul Kasus Pemerasan Bupati PemalangPengembangan Kawasan TOD Thamrin Sebagai Super Hub Transportasi MRT JakartaMenelusuri Alur Kasus TPPU Febrie Adriansyah dan Keterlibatan Tersangka Nurman Herin

Paling Banyak Dibaca

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

Nasional

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

30 Jul 2026

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

Hukum

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

30 Jul 2026

Ahmad Taufan Damanik Nilai Revisi UU HAM Penting untuk Jawab Tantangan Zaman

Nasional

Ahmad Taufan Damanik Nilai Revisi UU HAM Penting untuk Jawab Tantangan Zaman

31 Jul 2026

Alasan Kejagung Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho dalam Kasus Febrie Adriansyah

Hukum

Alasan Kejagung Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho dalam Kasus Febrie Adriansyah

31 Jul 2026

Kasus Penculikan Anak di Makassar, Motif Utang Arisan Online Rp300 Juta

Hukum & Kriminal

Kasus Penculikan Anak di Makassar, Motif Utang Arisan Online Rp300 Juta

31 Jul 2026

Alasan Mendagri Minta Partai Politik Sekolahkan Calon Kepala Daerah Sebelum Pilkada

Politik

Alasan Mendagri Minta Partai Politik Sekolahkan Calon Kepala Daerah Sebelum Pilkada

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi NasionalNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom WidiyantoroHukum 路 30 Jul 2026
  3. 3Ahmad Taufan Damanik Nilai Revisi UU HAM Penting untuk Jawab Tantangan ZamanNasional 路 31 Jul 2026
  4. 4Alasan Kejagung Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho dalam Kasus Febrie AdriansyahHukum 路 31 Jul 2026
  5. 5Kasus Penculikan Anak di Makassar, Motif Utang Arisan Online Rp300 JutaHukum & Kriminal 路 31 Jul 2026
General News
Sains & Teknologi
Bisnis
Sepak Bola
Metro
Politik
Transportasi
Gaya Hidup
Megapolitan
Pemerintahan
Yogyakarta
Otomotif & Wirausaha
Layanan Publik
Pendidikan & Karier

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap