farmigo.id
BerandaSosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomyGeneral NewsSains & TeknologiBisnisSepak BolaMetroPolitikTransportasiGaya HidupMegapolitanPemerintahanYogyakartaOtomotif & WirausahaLayanan PublikPendidikan & KarierPopuler
Beranda/Politik

Alasan Mendagri Minta Partai Politik Sekolahkan Calon Kepala Daerah Sebelum Pilkada

Uria NgauDiterbitkan 31 Jul 2026 - 05.42 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Alasan Mendagri Minta Partai Politik Sekolahkan Calon Kepala Daerah Sebelum Pilkada
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Fenomena maraknya kepala daerah yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memicu respons langsung dari pemerintah pusat. Sebagai langkah antisipasi dan pencegahan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta setiap partai politik untuk mengambil peran lebih aktif. Tito secara tegas meminta partai politik untuk menyekolahkan atau memberikan pendidikan khusus kepada para calon kepala daerah sebelum mereka bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Pernyataan dan usulan tersebut disampaikan secara langsung oleh Tito Karnavian saat berada di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Kamis, 30 Juli 2026.

farmigo.id

Copyright 2026 farmigo.id - All Rights Reserved.

Kategori

SosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomy
Usulan untuk menyekolahkan para calon kepala daerah ini didasari oleh kebutuhan akan penguatan kapasitas kepemimpinan di tingkat daerah. Menurut Tito, langkah penguatan kapasitas bagi para kepala daerah merupakan sebuah hal yang sangat penting untuk dilakukan. Hal ini mengingat bahwa tidak semua kepala daerah yang terpilih memiliki latar belakang sebagai seorang birokrat. Para calon kepala daerah yang berkompetisi di Pilkada dapat berasal dari latar belakang profesi yang sangat beragam. Tito menyebutkan bahwa para calon pemimpin daerah bisa saja berlatar belakang sebagai artis, pengusaha, maupun pekerja di sektor swasta.

Keragaman latar belakang tersebut membawa tantangan tersendiri ketika mereka terpilih. Begitu para tokoh dari kalangan non-birokrat ini masuk dan menjabat sebagai kepala daerah, mereka dituntut untuk langsung mengerti dan memahami seluk-beluk birokrasi pemerintahan. Oleh karena itu, Tito menyarankan agar partai-partai politik yang ada saat ini betul-betul memperkuat fungsi sekolah partai mereka. Sebelum partai politik mendorong dan mengusung seorang calon untuk maju di Pilkada, Tito meminta agar partai membuat dan menyelenggarakan pelatihan terlebih dahulu bagi para kandidat tersebut.

Baca Juga

KPK Pertimbangkan Opsi Sidang In Absentia untuk Kasus Buron Harun Masiku

KPK Pertimbangkan Opsi Sidang In Absentia untuk Kasus Buron Harun Masiku

Dalam upaya merealisasikan program pelatihan dan sekolah partai ini, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memastikan kesiapan mereka untuk turut serta memfasilitasi. Tito memastikan bahwa Kemendagri siap dilibatkan apabila ada partai politik yang ingin menyelenggarakan pelatihan atau sekolah bagi para calon kepala daerah yang akan diusung. Tidak hanya Kemendagri, institusi lain seperti KPK juga siap untuk diundang dalam rangka memberikan bimbingan teknis kepada para calon peserta Pilkada.

Materi bimbingan teknis yang ditawarkan berfokus pada pemahaman praktis mengenai tata kelola pemerintahan daerah. Melalui bimbingan teknis tersebut, para calon kepala daerah diharapkan dapat mengerti secara mendalam mengenai sistem birokrasi. Selain itu, mereka juga akan diajarkan tentang bagaimana cara mengatur keuangan daerah yang baik serta tata cara membuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemahaman teknis ini dinilai sangat krusial oleh Tito agar para kepala daerah nantinya tidak dibohongi oleh staf mereka sendiri saat menjalankan roda pemerintahan.

Baca Juga

Wakil Ketua KPK Akui Operasi Tangkap Tangan Perlambat Penanganan Kasus Lama

Wakil Ketua KPK Akui Operasi Tangkap Tangan Perlambat Penanganan Kasus Lama

Pendidikan dan pembekalan bagi para pemimpin daerah ini tidak hanya diusulkan pada masa sebelum pemilihan. Selain sekolah sebelum menjabat, Tito juga mengusulkan agar para kepala daerah tetap memperoleh pembinaan secara berkala setelah mereka resmi dilantik. Pembinaan berkelanjutan ini bertujuan untuk menyegarkan kembali pemahaman para kepala daerah terkait aturan dan birokrasi, sehingga potensi pelanggaran yang berujung pada OTT KPK dapat ditekan semaksimal mungkin.

Terkait pelaksanaan pembinaan lanjutan tersebut, Tito mengusulkan agar program penyegaran dapat dilakukan secara rutin setiap enam bulan sekali. Proses pembinaan dan pelatihan berkala ini dapat diselenggarakan melalui lembaga-lembaga pendidikan dan pengembangan yang telah dimiliki oleh negara. Beberapa lembaga yang disebut dapat menjadi tempat pelaksanaan pembinaan ini antara lain adalah Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), maupun lembaga-lembaga terkait lainnya.

Ikuti farmigo.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KPKPilkadaKemendagriTito KarnavianSekolah PartaiPemberantasan Korupsi

Berita Terbaru Lainnya

Bank Mandiri Sediakan Pembayaran Kartu Kredit Nirsentuh Berstandar Global di MRT JakartaIHSG Ditutup Menguat ke Level 6.186, Nilai Transaksi Capai Rp12,68 TriliunPerum Bulog Perkuat Kolaborasi Amankan Penyerapan Tebu Petani di Kabupaten BloraKPK Pertimbangkan Opsi Sidang In Absentia untuk Kasus Buron Harun MasikuWakil Ketua KPK Akui Operasi Tangkap Tangan Perlambat Penanganan Kasus LamaLink Pengumuman Hasil Seleksi Kompetensi CAT Sekolah Rakyat Kemensos 2026Perjalanan Kasus TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan Penetapan Tersangka Nurman HerinMenyelaraskan Industri Otomotif dengan Kebijakan Mobil Listrik Berbasis Nikel

Paling Banyak Dibaca

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

Nasional

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

30 Jul 2026

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

Hukum

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

30 Jul 2026

Bank Mandiri Sediakan Pembayaran Kartu Kredit Nirsentuh Berstandar Global di MRT Jakarta

Ekonomi

Bank Mandiri Sediakan Pembayaran Kartu Kredit Nirsentuh Berstandar Global di MRT Jakarta

31 Jul 2026

IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.186, Nilai Transaksi Capai Rp12,68 Triliun

Ekonomi

IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.186, Nilai Transaksi Capai Rp12,68 Triliun

31 Jul 2026

Perum Bulog Perkuat Kolaborasi Amankan Penyerapan Tebu Petani di Kabupaten Blora

Ekonomi

Perum Bulog Perkuat Kolaborasi Amankan Penyerapan Tebu Petani di Kabupaten Blora

31 Jul 2026

Link Pengumuman Hasil Seleksi Kompetensi CAT Sekolah Rakyat Kemensos 2026

Pendidikan

Link Pengumuman Hasil Seleksi Kompetensi CAT Sekolah Rakyat Kemensos 2026

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi NasionalNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom WidiyantoroHukum 路 30 Jul 2026
  3. 3Bank Mandiri Sediakan Pembayaran Kartu Kredit Nirsentuh Berstandar Global di MRT JakartaEkonomi 路 31 Jul 2026
  4. 4IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.186, Nilai Transaksi Capai Rp12,68 TriliunEkonomi 路 31 Jul 2026
  5. 5Perum Bulog Perkuat Kolaborasi Amankan Penyerapan Tebu Petani di Kabupaten BloraEkonomi 路 31 Jul 2026
General News
Sains & Teknologi
Bisnis
Sepak Bola
Metro
Politik
Transportasi
Gaya Hidup
Megapolitan
Pemerintahan
Yogyakarta
Otomotif & Wirausaha
Layanan Publik
Pendidikan & Karier

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap