farmigo.id
BerandaSosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomyGeneral NewsSains & TeknologiBisnisSepak BolaMetroPolitikTransportasiGaya HidupMegapolitanPemerintahanYogyakartaOtomotif & WirausahaLayanan PublikPendidikan & KarierPopuler
Beranda/Internasional

Ledakan Tambang Batu Bara di Balochistan, Kronologi dan Tantangan Keselamatan Kerja

Horas TobingDiterbitkan 31 Jul 2026 - 11.46 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ledakan Tambang Batu Bara di Balochistan, Kronologi dan Tantangan Keselamatan Kerja
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Sebuah ledakan dahsyat mengguncang area pertambangan batu bara di Provinsi Balochistan, Pakistan, pada Kamis, 30 Juli 2026. Insiden tragis tersebut mengakibatkan sedikitnya 11 pekerja tambang meninggal dunia dan menyebabkan puluhan pekerja lainnya terjebak di bawah tanah. Peristiwa ini terjadi secara spesifik di kawasan Sorange, sebuah daerah terpencil yang berlokasi tidak jauh dari ibu kota Provinsi Balochistan, yakni Quetta. Berdasarkan pemeriksaan awal, pihak otoritas setempat menduga bahwa ledakan mematikan ini dipicu oleh adanya akumulasi gas metana di dalam area tambang.

Saat insiden terjadi, Inspektur Utama Pertambangan Provinsi Balochistan, Muhammad Atif, melaporkan bahwa terdapat 36 orang yang sedang berada di bagian tambang yang kemudian runtuh akibat ledakan. Dari jumlah tersebut, jasad 11 penambang berhasil ditemukan dan dievakuasi beberapa jam setelah kejadian. Evakuasi belasan korban jiwa tersebut turut dikonfirmasi oleh inspektur pertambangan pemerintah, Ghani Baloch. Namun, hingga Kamis malam waktu setempat, sebanyak 28 penambang masih dinyatakan hilang dan belum berhasil ditemukan oleh tim di lapangan.

farmigo.id

Copyright 2026 farmigo.id - All Rights Reserved.

Kategori

SosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomy

Upaya pencarian dan penyelamatan terus dilakukan secara intensif demi menemukan para pekerja yang masih terjebak. Operasi ini melibatkan banyak pihak, termasuk para petugas penyelamat, Badan Penanggulangan Bencana Provinsi atau Provincial Disaster Management Authority (PDMA), serta berbagai tim tanggap darurat lainnya. Ghani Baloch menegaskan bahwa seluruh tim gabungan akan terus melakukan pencarian tanpa henti hingga keberadaan seluruh penambang yang terjebak dapat dipastikan. Meskipun demikian, operasi ini menghadapi tantangan geografis yang luar biasa sulit karena harus dilakukan pada kedalaman sekitar 4.000 kaki atau setara dengan 1.219 meter di bawah permukaan tanah.

Baca Juga

Mewujudkan Sinergi Sektor Keuangan Nasional dan Stabilitas Transisi Bank Indonesia

Mewujudkan Sinergi Sektor Keuangan Nasional dan Stabilitas Transisi Bank Indonesia

Dengan tingkat kesulitan dan kedalaman area runtuhan tersebut, peluang untuk menemukan korban selamat semakin menipis. Muhammad Atif menyampaikan kepada kantor berita Reuters bahwa tim evakuasi masih menaruh harapan untuk menemukan beberapa penambang dalam keadaan hidup, akan tetapi peluang tersebut diakui sangatlah kecil. Penumpukan gas metana di dalam terowongan menjadi ancaman mematikan dalam proses ini. Gas metana merupakan salah satu risiko utama dalam industri pertambangan batu bara karena sifatnya yang sangat mudah terbakar. Apabila terakumulasi dalam jumlah yang tinggi tanpa adanya sistem sirkulasi udara yang baik, gas ini dapat dengan mudah memicu ledakan berskala besar.

Tragedi di Sorange ini kembali membuka fakta kelam mengenai kecelakaan kerja di sektor pertambangan batu bara Pakistan, khususnya di Provinsi Balochistan yang selama bertahun-tahun dikenal memiliki catatan keselamatan kerja yang sangat buruk. Banyak tambang di wilayah tersebut beroperasi tanpa kelengkapan sistem ventilasi yang memadai, ketiadaan alat pemantauan kadar gas yang standar, serta pengabaian terhadap berbagai prosedur keselamatan dasar lainnya. Kondisi tersebut memaksa para penambang untuk bekerja di dalam lingkungan yang sangat berisiko setiap harinya, mempertaruhkan nyawa demi memenuhi kebutuhan hidup.

Baca Juga

Penyelesaian Kurang Bayar Dana Bagi Hasil Rp 70 Triliun untuk Gaji ASN dan PPPK Daerah

Penyelesaian Kurang Bayar Dana Bagi Hasil Rp 70 Triliun untuk Gaji ASN dan PPPK Daerah

Situasi kerja yang tidak aman ini memicu protes berkelanjutan dari kelompok buruh dan para pekerja tambang. Mereka secara berulang kali menuding para pemilik tambang telah gagal menerapkan aturan keselamatan kerja secara memadai di lapangan. Selain itu, banyak perusahaan tambang dituduh tidak menyediakan perlengkapan pelindung diri yang layak bagi para pekerjanya. Meskipun para pekerja harus menghadapi risiko tinggi dengan tingkat upah yang relatif rendah, industri batu bara tetap menjadi sumber penghidupan utama bagi ribuan keluarga di Balochistan. Ironisnya, walaupun secara geografis Balochistan merupakan provinsi terbesar di Pakistan, wilayah ini justru termasuk daerah yang paling tertinggal dalam hal pembangunan ekonomi.

Ikuti farmigo.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

ledakan tambangBalochistanPakistankeselamatan kerjagas metana

Berita Terbaru Lainnya

Upaya BTN Sediakan KPR Terjangkau dan Dorong Ekonomi Sektor PerumahanAnalisis Pergerakan Pasar Saat IHSG Bangkit dan Asing Melego SahamMemahami Alasan Dominasi Pria dalam Investasi Kripto dan Perkembangan Regulasinya di IndonesiaRencana Penjualan Saham Piala Dunia dan Ancaman Boikot UEFA Terhadap Turnamen FIFAStrategi Daerah Mengatasi Defisit Anggaran Akibat Pemotongan Transfer PusatDuduk Perkara dan Klarifikasi Deddy Sitorus Terkait Ucapan Kayak Sirkus di Rapat DPREvaluasi Program Internship Dokter Indonesia, Kemenkes Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Massal PesertaDinamika Harga Komoditas Global, Kenaikan Serempak Batu Bara, CPO, Nikel, dan Timah

Paling Banyak Dibaca

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

Nasional

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

30 Jul 2026

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

Hukum

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

30 Jul 2026

Analisis Pergerakan Pasar Saat IHSG Bangkit dan Asing Melego Saham

Finance

Analisis Pergerakan Pasar Saat IHSG Bangkit dan Asing Melego Saham

31 Jul 2026

Upaya BTN Sediakan KPR Terjangkau dan Dorong Ekonomi Sektor Perumahan

Ekonomi

Upaya BTN Sediakan KPR Terjangkau dan Dorong Ekonomi Sektor Perumahan

31 Jul 2026

Memahami Alasan Dominasi Pria dalam Investasi Kripto dan Perkembangan Regulasinya di Indonesia

Keuangan

Memahami Alasan Dominasi Pria dalam Investasi Kripto dan Perkembangan Regulasinya di Indonesia

31 Jul 2026

Rencana Penjualan Saham Piala Dunia dan Ancaman Boikot UEFA Terhadap Turnamen FIFA

Olahraga

Rencana Penjualan Saham Piala Dunia dan Ancaman Boikot UEFA Terhadap Turnamen FIFA

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi NasionalNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom WidiyantoroHukum 路 30 Jul 2026
  3. 3Analisis Pergerakan Pasar Saat IHSG Bangkit dan Asing Melego SahamFinance 路 31 Jul 2026
  4. 4Upaya BTN Sediakan KPR Terjangkau dan Dorong Ekonomi Sektor PerumahanEkonomi 路 31 Jul 2026
  5. 5Memahami Alasan Dominasi Pria dalam Investasi Kripto dan Perkembangan Regulasinya di IndonesiaKeuangan 路 31 Jul 2026
General News
Sains & Teknologi
Bisnis
Sepak Bola
Metro
Politik
Transportasi
Gaya Hidup
Megapolitan
Pemerintahan
Yogyakarta
Otomotif & Wirausaha
Layanan Publik
Pendidikan & Karier

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap