Sebuah ledakan dahsyat mengguncang area pertambangan batu bara di Provinsi Balochistan, Pakistan, pada Kamis, 30 Juli 2026. Insiden tragis tersebut mengakibatkan sedikitnya 11 pekerja tambang meninggal dunia dan menyebabkan puluhan pekerja lainnya terjebak di bawah tanah. Peristiwa ini terjadi secara spesifik di kawasan Sorange, sebuah daerah terpencil yang berlokasi tidak jauh dari ibu kota Provinsi Balochistan, yakni Quetta. Berdasarkan pemeriksaan awal, pihak otoritas setempat menduga bahwa ledakan mematikan ini dipicu oleh adanya akumulasi gas metana di dalam area tambang.
Saat insiden terjadi, Inspektur Utama Pertambangan Provinsi Balochistan, Muhammad Atif, melaporkan bahwa terdapat 36 orang yang sedang berada di bagian tambang yang kemudian runtuh akibat ledakan. Dari jumlah tersebut, jasad 11 penambang berhasil ditemukan dan dievakuasi beberapa jam setelah kejadian. Evakuasi belasan korban jiwa tersebut turut dikonfirmasi oleh inspektur pertambangan pemerintah, Ghani Baloch. Namun, hingga Kamis malam waktu setempat, sebanyak 28 penambang masih dinyatakan hilang dan belum berhasil ditemukan oleh tim di lapangan.








