farmigo.id
BerandaSosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomyGeneral NewsSains & TeknologiBisnisSepak BolaMetroPolitikTransportasiGaya HidupMegapolitanPemerintahanYogyakartaOtomotif & WirausahaLayanan PublikPendidikan & KarierPopuler
Beranda/Olahraga

Rencana Penjualan Saham Piala Dunia dan Ancaman Boikot UEFA Terhadap Turnamen FIFA

Ding BalangDiterbitkan 31 Jul 2026 - 12.34 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Rencana Penjualan Saham Piala Dunia dan Ancaman Boikot UEFA Terhadap Turnamen FIFA
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Dunia sepak bola internasional saat ini tengah diguncang oleh ketegangan baru yang sangat serius antara Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) dan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA). Hubungan kedua lembaga pengelola olahraga terpopuler di dunia ini memanas setelah munculnya rencana dari pihak FIFA untuk menjual sebagian saham kompetisi Piala Dunia kepada pihak swasta. Sebagai respons langsung terhadap kebijakan yang dianggap kontroversial tersebut, UEFA bersama puluhan federasi anggotanya menyatakan penolakan keras dan secara terbuka mengancam akan melakukan aksi boikot terhadap seluruh kompetisi yang diselenggarakan oleh FIFA. Untuk memahami lebih dalam mengenai polemik yang sedang berlangsung ini, berikut adalah rangkuman tanya jawab mengenai latar belakang masalah, alasan penolakan, serta sikap dari berbagai asosiasi sepak bola di dunia.

Apa yang memicu ancaman boikot dari konfederasi sepak bola Eropa terhadap turnamen internasional?

farmigo.id

Copyright 2026 farmigo.id - All Rights Reserved.

Kategori

SosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomy
Ketegangan tingkat tinggi ini bermula secara resmi pada tanggal 28 Juli 2026. Pada hari tersebut, FIFA di bawah kepemimpinan Presiden Gianni Infantino merilis sebuah rencana yang merancang penjualan sebagian saham Piala Dunia kepada pihak investor swasta. Skema yang diusulkan oleh badan tata kelola sepak bola dunia tersebut dinilai sangat drastis, karena dapat berujung pada pembentukan sebuah perusahaan baru yang nantinya akan ditugaskan secara khusus untuk mengelola aneka turnamen milik FIFA. Rencana privatisasi ini langsung memicu reaksi keras dari berbagai pihak karena dinilai akan mengubah arah tata kelola sepak bola internasional yang sudah berjalan selama puluhan tahun.

Bagaimana sikap resmi yang diambil oleh UEFA beserta seluruh asosiasi anggotanya menanggapi rencana tersebut?

Baca Juga

Desain Baru Jersey Bali United Musim 2026/2027, Kolaborasi Adidas, Rakajana, dan Makna Budaya Lokal

Desain Baru Jersey Bali United Musim 2026/2027, Kolaborasi Adidas, Rakajana, dan Makna Budaya Lokal

Menyikapi rencana yang dirilis oleh FIFA, UEFA langsung bergerak cepat dengan menggelar pertemuan bersama para anggotanya pada hari Kamis, 30 Juli 2026. Hasil dari pertemuan tersebut menghasilkan keputusan yang sangat tegas dan tidak main-main. UEFA bersama dengan 55 federasi anggotanya bersepakat secara bulat untuk menolak usulan FIFA terkait pengalihan hak kepemilikan atas Piala Dunia serta kompetisi FIFA lainnya kepada pihak investor swasta. Sebagai langkah nyata dari penolakan ini, UEFA mengancam akan memboikot semua turnamen FIFA. Dalam pernyataan resminya, mereka mendeklarasikan bahwa tidak ada tim nasional dari anggota UEFA yang akan berpartisipasi dalam kompetisi FIFA mana pun selama usulan penjualan saham tersebut masih ada dan dipertahankan.

Mengapa langkah privatisasi ini mendapat penolakan yang begitu keras dari federasi di Eropa?

UEFA memiliki landasan nilai yang sangat kuat dalam menolak komersialisasi kepemilikan turnamen bersejarah ini. Bagi konfederasi tersebut, kejuaraan Piala Dunia bukanlah sekadar ajang untuk mencari keuntungan finansial semata, melainkan merupakan salah satu warisan terbesar dalam sejarah dunia sepak bola. UEFA berpendapat dengan sangat tegas bahwa turnamen sebesar dan sepenting Piala Dunia tidak boleh diperlakukan layaknya produk investasi biasa yang kepemilikannya bisa dengan mudah dilepas atau dialihkan ke entitas swasta. Menjaga integritas dan nilai luhur Piala Dunia sebagai milik publik pencinta sepak bola menjadi alasan utama di balik penolakan keras yang mereka suarakan.

Bagaimana respons dari asosiasi sepak bola negara lain, seperti Inggris, terkait polemik ini?

Baca Juga

Strategi Daerah Mengatasi Defisit Anggaran Akibat Pemotongan Transfer Pusat

Strategi Daerah Mengatasi Defisit Anggaran Akibat Pemotongan Transfer Pusat

Sikap keras yang ditunjukkan oleh UEFA ternyata mendapat dukungan penuh di tingkat asosiasi negara anggota, salah satunya datang dari Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA). FA secara terbuka dan tegas menyatakan bahwa mereka berdiri bersama rekan-rekan mereka di Eropa dan mendukung penuh pandangan kolektif tersebut untuk menentang rencana FIFA. Pihak FA menekankan bahwa Piala Dunia adalah milik ranah sepak bola itu sendiri dan status tersebut harus selalu dipertahankan sampai kapan pun, sehingga rencana penjualan kepada pihak swasta tidak dapat dibenarkan.

Apakah ada konfederasi dari wilayah lain yang juga menyuarakan kekhawatiran serupa terhadap usulan FIFA?

Selain dari daratan Eropa, kekhawatiran yang mendalam juga disuarakan oleh Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF). Berdasarkan laporan dari Reuters, pihak CONCACAF secara khusus menyoroti adanya kecacatan dalam prosedur pengajuan rencana privatisasi tersebut. Mereka menyatakan keprihatinan yang sangat mendalam atas kurangnya proses hukum yang semestinya diterapkan dalam proposal semacam itu. Lebih lanjut, CONCACAF juga mengkritik tenggat waktu yang ditetapkan secara sangat singkat, serta menyoroti fakta bahwa sama sekali tidak ada peninjauan atau persetujuan dari badan tata kelola FIFA yang relevan sebelum rencana tersebut digulirkan ke publik.

Ikuti farmigo.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Piala DuniaUEFAFIFAGianni InfantinoBoikot Sepak Bola

Berita Terbaru Lainnya

Upaya Pemerintah Daerah Menyelesaikan Status PPPK Selama Relaksasi Belanja PegawaiSistem Koperasi Bantu Petani Kakao Jembrana Stabilkan Harga dan Tembus Pasar EksporDesain Baru Jersey Bali United Musim 2026/2027, Kolaborasi Adidas, Rakajana, dan Makna Budaya LokalPanduan Memantau Kiprah Casemiro Bersama Inter Miami di Kompetisi Amerika SerikatUpaya BTN Sediakan KPR Terjangkau dan Dorong Ekonomi Sektor PerumahanAnalisis Pergerakan Pasar Saat IHSG Bangkit dan Asing Melego SahamMemahami Alasan Dominasi Pria dalam Investasi Kripto dan Perkembangan Regulasinya di IndonesiaStrategi Daerah Mengatasi Defisit Anggaran Akibat Pemotongan Transfer Pusat

Paling Banyak Dibaca

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

Nasional

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

30 Jul 2026

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

Hukum

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

30 Jul 2026

Sistem Koperasi Bantu Petani Kakao Jembrana Stabilkan Harga dan Tembus Pasar Ekspor

Ekonomi

Sistem Koperasi Bantu Petani Kakao Jembrana Stabilkan Harga dan Tembus Pasar Ekspor

31 Jul 2026

Upaya Pemerintah Daerah Menyelesaikan Status PPPK Selama Relaksasi Belanja Pegawai

Nasional

Upaya Pemerintah Daerah Menyelesaikan Status PPPK Selama Relaksasi Belanja Pegawai

31 Jul 2026

Panduan Memantau Kiprah Casemiro Bersama Inter Miami di Kompetisi Amerika Serikat

Sepak Bola

Panduan Memantau Kiprah Casemiro Bersama Inter Miami di Kompetisi Amerika Serikat

31 Jul 2026

Desain Baru Jersey Bali United Musim 2026/2027, Kolaborasi Adidas, Rakajana, dan Makna Budaya Lokal

Olahraga

Desain Baru Jersey Bali United Musim 2026/2027, Kolaborasi Adidas, Rakajana, dan Makna Budaya Lokal

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi NasionalNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom WidiyantoroHukum 路 30 Jul 2026
  3. 3Sistem Koperasi Bantu Petani Kakao Jembrana Stabilkan Harga dan Tembus Pasar EksporEkonomi 路 31 Jul 2026
  4. 4Upaya Pemerintah Daerah Menyelesaikan Status PPPK Selama Relaksasi Belanja PegawaiNasional 路 31 Jul 2026
  5. 5Panduan Memantau Kiprah Casemiro Bersama Inter Miami di Kompetisi Amerika SerikatSepak Bola 路 31 Jul 2026
General News
Sains & Teknologi
Bisnis
Sepak Bola
Metro
Politik
Transportasi
Gaya Hidup
Megapolitan
Pemerintahan
Yogyakarta
Otomotif & Wirausaha
Layanan Publik
Pendidikan & Karier

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap