Pengelolaan keuangan dan pemilihan instrumen investasi terus mengalami perubahan seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi. Salah satu instrumen yang kini mendapatkan perhatian besar adalah aset kripto. Meski menawarkan potensi keuntungan yang tinggi, tingkat adopsi aset digital ini ternyata memperlihatkan perbedaan demografis yang cukup mencolok. Berdasarkan hasil survei yang dipaparkan oleh Deputi Bidang Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Satrio Nugroho, konsumen aset kripto di Indonesia saat ini masih didominasi oleh laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan mengenai faktor perilaku dan karakteristik pengambilan keputusan finansial dari masing-masing gender.








