farmigo.id
BerandaSosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomyGeneral NewsSains & TeknologiBisnisSepak BolaMetroPolitikTransportasiGaya HidupMegapolitanPemerintahanYogyakartaOtomotif & WirausahaLayanan PublikPendidikan & KarierPopuler
Beranda/Hukum & Kriminal

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Tujuh Remaja di Lombok Tengah, Kronologi dan Modus Pelaku

Parlin SinagaDiterbitkan 1 Agu 2026 - 13.37 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Tujuh Remaja di Lombok Tengah, Kronologi dan Modus Pelaku
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan seorang wanita pria atau waria berinisial HJ (39) di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), saat ini tengah menjadi perhatian utama pihak kepolisian. Peristiwa ini mencuat ke permukaan publik setelah adanya laporan resmi terkait tindakan sodomi yang diduga kuat dilakukan oleh pelaku terhadap tujuh orang remaja. Pelaku yang dalam kehidupan sehari-hari berprofesi sebagai seorang penata rias tersebut kini harus berhadapan dengan proses hukum di kepolisian. Langkah penegakan hukum ini diambil setelah tindakan kekerasan seksual yang dilakukannya terungkap berdasarkan keberanian salah satu korban yang akhirnya melaporkan peristiwa sodomi tersebut kepada pihak berwajib setempat.

Bagaimana kronologi awal mula terungkapnya kasus dugaan kekerasan seksual yang terjadi di wilayah Lombok Tengah ini?

farmigo.id

Copyright 2026 farmigo.id - All Rights Reserved.

Kategori

SosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomy

Kasus pelecehan seksual ini pertama kali terbongkar dan diketahui oleh pihak kepolisian setelah salah satu dari tujuh remaja yang menjadi korban memutuskan untuk melaporkan peristiwa sodomi yang menimpanya. Menurut korban, pelaku melakukan kekerasan seksual itu pada Juni 2026. Polisi juga menyebut perbuatan tersebut diduga telah berlangsung sejak Juni 2026. Meskipun kejadian tersebut sudah berlangsung cukup lama, para korban tidak langsung melapor ke pihak kepolisian. Hal ini dikarenakan para korban merasa takut dan berada di bawah tekanan selama berbulan-bulan, sehingga mereka terpaksa memendam peristiwa tersebut sebelum akhirnya berani melapor.

Siapa sajakah yang menjadi korban dalam kasus dugaan sodomi ini dan bagaimana profil latar belakang mereka?

Baca Juga

Tahapan Polisi Menyelidiki Kasus Kematian Sutrimo Melalui Rekaman CCTV dan Pemeriksaan Saksi

Tahapan Polisi Menyelidiki Kasus Kematian Sutrimo Melalui Rekaman CCTV dan Pemeriksaan Saksi

Berdasarkan informasi yang telah dihimpun dan dikonfirmasi oleh pihak kepolisian, korban dari dugaan tindakan asusila yang dilakukan oleh pelaku HJ berjumlah tujuh orang remaja. Pihak kepolisian menyebutkan bahwa para korban dugaan pelecehan seksual tersebut rata-rata berusia antara 13 hingga 15 tahun. Selain itu, seluruh korban yang teridentifikasi dalam kasus kekerasan seksual ini juga diketahui masih berstatus sebagai pelajar. Usia mereka yang masih sangat muda dan statusnya sebagai pelajar diduga menjadi salah satu faktor yang membuat mereka rentan terhadap tekanan dari pelaku selama rentang waktu kejadian.

Apa modus operandi yang digunakan oleh pelaku HJ untuk memperdaya dan memaksa para korban?

Dalam menjalankan aksinya, pelaku HJ menggunakan cara-cara tertentu untuk membujuk serta memaksa para korban yang masih di bawah umur tersebut agar menuruti keinginannya. Modus utama yang digunakan oleh penata rias tersebut adalah dengan memberikan uang jajan kepada para remaja yang menjadi targetnya setiap kali berhubungan. Terkait hal ini, Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP Luk Luk ud Danah memberikan penjelasan mengenai cara pelaku memperdaya korban. "Modusnya memberikan uang kepada para korban setiap berhubungan," ujarnya. Pemberian uang jajan ini dilakukan sebagai bentuk pemaksaan agar para korban bersedia menuruti keinginan pelaku.

Di mana lokasi persisnya peristiwa kekerasan seksual ini terjadi dan bagaimana tanggapan kepolisian setempat?

Baca Juga

Penanganan Kebakaran Gedung Bertingkat, Peristiwa Hotel Pullman di Jakarta Barat

Penanganan Kebakaran Gedung Bertingkat, Peristiwa Hotel Pullman di Jakarta Barat

Rangkaian peristiwa dugaan kekerasan seksual berupa sodomi ini dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Penanganan kasus ini dipimpin dan dikonfirmasi langsung oleh Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP Luk Luk ud Danah. Pihak kepolisian menyatakan bahwa penyelidikan lebih lanjut terus berjalan untuk mengungkap seluruh fakta terkait perbuatan yang diduga telah berlangsung sejak Juni 2026 tersebut. Kepolisian terus berupaya mengumpulkan bukti-bukti tambahan dan mendalami keterangan dari para korban yang telah memberikan kesaksian mengenai tindakan pelaku.

Bagaimana status keberadaan pelaku HJ saat ini dan apa alasan pelaku mendatangi kantor polisi?

Saat ini, pelaku berinisial HJ pada akhirnya mendatangi Polres Lombok Tengah. Kedatangan HJ ke kantor polisi tersebut adalah untuk mengamankan diri dari potensi kemarahan warga. Pelaku merasa keselamatannya terancam setelah laporan tersebut diketahui oleh warga di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Menyadari bahwa situasi di lingkungan sekitarnya mulai tidak kondusif dan laporan tersebut telah diketahui warga, HJ akhirnya mengambil keputusan untuk mendatangi kepolisian secara langsung guna mengamankan diri.

Ikuti farmigo.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kekerasan seksualLombok TengahPolres Lombok TengahNusa Tenggara BaratSodomi

Berita Terbaru Lainnya

Memahami Perbedaan Data Gizi Nasional dan Alasan DPR Mempertanyakan Angka 112 Juta JiwaKebakaran Hotel Pullman Jakarta Barat dan Prosedur Penanganan Darurat Gedung BertingkatFokus Baru Karang Taruna, Membangun Kader Berkualitas untuk Pengabdian MasyarakatCara Melayat dan Mengenang Karya Maestro Lukis Indonesia NasirunMemahami Temuan PPATK Terkait Anomali Aliran Dana pada Rekening SPPGDinamika dan Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Usai Menembus Level Rp18.100 per Dolar ASRencana Pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas, Integrasi Transportasi dan TantangannyaTahapan Polisi Menyelidiki Kasus Kematian Sutrimo Melalui Rekaman CCTV dan Pemeriksaan Saksi

Paling Banyak Dibaca

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis Survei

Politik

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis Survei

31 Jul 2026

Peran BTN dalam Penyaluran Rumah Subsidi KPR FLPP Melalui Akad Massal di Batang

Ekonomi

Peran BTN dalam Penyaluran Rumah Subsidi KPR FLPP Melalui Akad Massal di Batang

1 Agu 2026

Motif Pembunuhan di Grogol Petamburan dan Rekapitulasi Penanganan Kasus Polda Metro Jaya

Hukum & Kriminal

Motif Pembunuhan di Grogol Petamburan dan Rekapitulasi Penanganan Kasus Polda Metro Jaya

31 Jul 2026

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

Nasional

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

30 Jul 2026

Penyelundupan 26 Kilogram Ekstasi oleh Kopilot Malaysia di Bandara Soekarno-Hatta

Hukum & Kriminal

Penyelundupan 26 Kilogram Ekstasi oleh Kopilot Malaysia di Bandara Soekarno-Hatta

1 Agu 2026

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

Hukum

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis SurveiPolitik 路 31 Jul 2026
  2. 2Peran BTN dalam Penyaluran Rumah Subsidi KPR FLPP Melalui Akad Massal di BatangEkonomi 路 1 Agu 2026
  3. 3Motif Pembunuhan di Grogol Petamburan dan Rekapitulasi Penanganan Kasus Polda Metro JayaHukum & Kriminal 路 31 Jul 2026
  4. 4Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi NasionalNasional 路 30 Jul 2026
  5. 5Penyelundupan 26 Kilogram Ekstasi oleh Kopilot Malaysia di Bandara Soekarno-HattaHukum & Kriminal 路 1 Agu 2026
General News
Sains & Teknologi
Bisnis
Sepak Bola
Metro
Politik
Transportasi
Gaya Hidup
Megapolitan
Pemerintahan
Yogyakarta
Otomotif & Wirausaha
Layanan Publik
Pendidikan & Karier

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap