farmigo.id
BerandaSosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomyGeneral NewsSains & TeknologiBisnisSepak BolaMetroPolitikTransportasiGaya HidupMegapolitanPemerintahanYogyakartaOtomotif & WirausahaLayanan PublikPendidikan & KarierPopuler
Beranda/Investasi

Strategi Menghadapi Anomali Antrean Jual Saham untuk Mencegah Panic Selling

Uria NgauDiterbitkan 1 Agu 2026 - 06.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Strategi Menghadapi Anomali Antrean Jual Saham untuk Mencegah Panic Selling
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pasar saham sering kali menghadirkan situasi tidak terduga yang dapat memicu kepanikan investor. Salah satu contoh nyata baru-baru ini terjadi pada pergerakan saham PT Niramas Utama Tbk. (JELI), yang dikenal sebagai emiten produsen Jelly Inaco. Pada tanggal 30 Juli 2026, para pelaku pasar dikejutkan oleh munculnya antrean penawaran jual saham JELI yang mencapai sekitar 68 juta lot. Angka yang sangat besar ini seketika memicu tekanan jual massal atau panic selling, sehingga pergerakan harga saham JELI di pasar bergerak tidak terkendali. Agar Anda tidak terjebak dalam kepanikan serupa di masa mendatang saat berinvestasi, sangat penting untuk mengetahui langkah-langkah taktis dalam menyikapi anomali pasar seperti ini. Memahami cara merespons kondisi abnormal dapat menyelamatkan portofolio investasi

farmigo.id

Copyright 2026 farmigo.id - All Rights Reserved.

Kategori

SosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomy
Anda dari kerugian yang sebenarnya bisa dihindari.

Langkah pertama yang harus dilakukan saat melihat antrean jual atau beli yang tidak wajar adalah membandingkannya dengan data kepemilikan saham emiten tersebut. Dalam kasus saham JELI, total saham tercatat di bursa sebenarnya hanya sebanyak 12,66 juta lot. Sementara itu, jumlah saham yang beredar di publik atau free float hanya sebesar 2,66 juta lot. Dengan membandingkan angka-angka ini, penawaran jual sebesar 68 juta lot jelas merupakan hal yang tidak masuk akal karena jauh melampaui total saham yang ada. Jika Anda menemukan ketidaksesuaian data yang ekstrem seperti ini di masa depan, kemungkinan besar sedang terjadi kesalahan teknis atau anomali sistem. Oleh karena itu, Anda tidak perlu terburu-buru melakukan aksi jual rugi hanya karena melihat antrean yang tampak menakutkan di layar perdagangan.

Baca Juga

Rencana Bank Neo Commerce Menutup Defisit dan Membagikan Dividen

Rencana Bank Neo Commerce Menutup Defisit dan Membagikan Dividen

Langkah kedua adalah memantau pernyataan atau konfirmasi resmi dari otoritas bursa terkait anomali yang sedang terjadi. Pada kasus JELI, Bursa Efek Indonesia (BEI) segera melakukan penelusuran awal dan memberikan klarifikasi. Pihak BEI memastikan bahwa lonjakan antrean tersebut bukan disebabkan oleh gangguan sistem bursa, serangan siber (cyberattack), ataupun gangguan teknis (glitch) pada sistem perdagangan internal BEI. Hasil penyelidikan awal BEI menunjukkan bahwa kesalahan justru terjadi pada sistem Anggota Bursa (AB) yang mengakibatkan munculnya penawaran jual dalam jumlah berlebih. Menunggu klarifikasi resmi seperti ini dapat membantu Anda memahami apakah masalah tersebut bersifat sistemik, ancaman keamanan siber, atau sekadar kesalahan operasional dari broker tertentu. Informasi resmi ini menjadi pegangan penting sebelum mengambil keputusan krusial.

Langkah ketiga adalah menilai apakah kejadian tersebut memengaruhi kelangsungan bisnis emiten secara nyata. Investor perlu memisahkan antara sentimen pasar jangka pendek akibat eror sistem dengan kondisi riil perusahaan. Terkait insiden antrean jual jumbo ini, manajemen memastikan bahwa kondisi tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha PT Niramas Utama Tbk. Jika fundamental emiten tetap kokoh dan tidak terganggu oleh masalah teknis bursa, maka penurunan harga yang terjadi biasanya hanya bersifat sementara akibat kepanikan sesaat dari pelaku pasar. Memahami bahwa operasional perusahaan tetap berjalan normal akan memberikan ketenangan bagi investor dalam menghadapi gejolak harga.

Baca Juga

Langkah Bank Neo Commerce Menuju KBMI II dan Kinerja Keuangan BBYB

Langkah Bank Neo Commerce Menuju KBMI II dan Kinerja Keuangan BBYB

Langkah terakhir adalah menganalisis pergerakan harga historis dalam beberapa hari terakhir sebelum mengambil keputusan transaksi. Sebelum insiden antrean jual 68 juta lot tersebut, saham JELI memang sudah mengalami tekanan jual. Pada hari Rabu, 29 Juli 2026, harga saham JELI tiba-tiba merosot sedalam 8,27 persen ke level Rp610 per lembar saham. Pelemahan ini kemudian berlanjut pada hari berikutnya dengan penurunan tambahan sebesar 0,82 persen. Dengan memahami tren penurunan ini ditambah adanya kepanikan akibat eror sistem Anggota Bursa, Anda dapat membuat keputusan investasi yang lebih rasional. Anda bisa menimbang apakah akan menahan saham tersebut, menambah muatan jika harga dianggap sudah terlalu murah, atau sekadar menunggu pasar kembali stabil sebelum melakukan tindakan lebih lanjut.

Ikuti farmigo.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

InvestasiBursa Efek IndonesiaSahamJELIpanic selling

Berita Terbaru Lainnya

Cara Membaca Data Penjualan GAIKINDO untuk Mengetahui Tren Pasar OtomotifPerkembangan Pembangunan Tahap II Ibu Kota Nusantara Menuju 2028Pandangan Prabowo Mengenai Devide et Impera dan Ancaman bagi Negara Kaya Sumber Daya AlamPersiapan Masuk Sekolah Rakyat Terintegrasi Lampung untuk Tahun Ajaran BaruProses dan Syarat Pengurusan Izin Sementara Rumah Ibadah GMS di BantulDaftar Harga Pertamax Series Terbaru Mulai 1 Agustus 2026Rencana Pembangunan Kawasan Peternakan Terintegrasi Ciangir, Target, Fasilitas, dan Dampak EkonomiPenyidikan Kasus TPPU Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah oleh Kejaksaan Agung

Paling Banyak Dibaca

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

Nasional

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

30 Jul 2026

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis Survei

Politik

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis Survei

31 Jul 2026

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

Hukum

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

30 Jul 2026

Cara Membaca Data Penjualan GAIKINDO untuk Mengetahui Tren Pasar Otomotif

Otomotif

Cara Membaca Data Penjualan GAIKINDO untuk Mengetahui Tren Pasar Otomotif

1 Agu 2026

Perkembangan Pembangunan Tahap II Ibu Kota Nusantara Menuju 2028

Nasional

Perkembangan Pembangunan Tahap II Ibu Kota Nusantara Menuju 2028

1 Agu 2026

Pandangan Prabowo Mengenai Devide et Impera dan Ancaman bagi Negara Kaya Sumber Daya Alam

Nasional

Pandangan Prabowo Mengenai Devide et Impera dan Ancaman bagi Negara Kaya Sumber Daya Alam

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi NasionalNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis SurveiPolitik 路 31 Jul 2026
  3. 3Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom WidiyantoroHukum 路 30 Jul 2026
  4. 4Cara Membaca Data Penjualan GAIKINDO untuk Mengetahui Tren Pasar OtomotifOtomotif 路 1 Agu 2026
  5. 5Perkembangan Pembangunan Tahap II Ibu Kota Nusantara Menuju 2028Nasional 路 1 Agu 2026
General News
Sains & Teknologi
Bisnis
Sepak Bola
Metro
Politik
Transportasi
Gaya Hidup
Megapolitan
Pemerintahan
Yogyakarta
Otomotif & Wirausaha
Layanan Publik
Pendidikan & Karier

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap