Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Lampung kini bersiap menyambut tahun ajaran baru 2026/2027. Program pendidikan ini merupakan inisiatif Presiden Republik Indonesia yang dirancang secara khusus untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu, terutama mereka yang terpaksa putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi. Melalui acara Open House yang diselenggarakan di Kota Baru, Lampung Selatan, pada Jumat, 31 Juli 2026, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, secara simbolis menyematkan atribut kepada calon siswa. Penyematan ini menjadi penanda dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk tahun ajaran 2026/2027. Bagi masyarakat yang ingin agar anak-anaknya dapat mengakses program ini, memahami sistem pendidikan yang berjalan menjadi langkah awal yang sangat penting.
Langkah pertama dalam mempersiapkan diri adalah memahami ketersediaan jenjang pendidikan dan target penerima program. Sekolah Rakyat Terintegrasi menghadirkan jenjang pendidikan yang lengkap, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Program ini menyasar anak-anak yang membutuhkan dukungan ekonomi agar bisa kembali bersekolah dan meraih cita-cita. Sebagai bukti nyata, program ini telah membantu Muhammad Ridwan Pratama, seorang siswa kelas IX asal Sukaraja yang merupakan anak buruh bengkel. Ia berhasil meraih medali emas di bidang karate dan kini berani bercita-cita menjadi seorang chef. Kisah lain datang dari Dewi Bunga Lestari, calon siswi asal Pringsewu yang sempat putus sekolah selama dua tahun. Kini, ia memiliki harapan untuk menjadi anggota Polri dan melanjutkan studi ke Turki. Pada tahun pertamanya, sekolah ini menerima 71 siswa, dan saat ini jumlah peserta didik telah berkembang signifikan menjadi 401 siswa. Angka tersebut terdiri atas 60 siswa SD, 150 siswa SMP, 120 siswa SMA, ditambah 71 siswa angkatan pertama.








