farmigo.id
BerandaSosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomyGeneral NewsSains & TeknologiBisnisSepak BolaMetroPolitikTransportasiGaya HidupMegapolitanPemerintahanYogyakartaOtomotif & WirausahaLayanan PublikPendidikan & KarierPopuler
Beranda/Ekonomi

Langkah Bank Neo Commerce Menuju KBMI II dan Kinerja Keuangan BBYB

Parlin SinagaDiterbitkan 1 Agu 2026 - 06.48 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Langkah Bank Neo Commerce Menuju KBMI II dan Kinerja Keuangan BBYB
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB), yang juga dikenal luas dengan sebutan BNC, saat ini sedang mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk menindaklanjuti imbauan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Imbauan tersebut berkaitan dengan dorongan bagi bank yang berada di kelompok KBMI I untuk naik kelas ke kategori KBMI II. Terkait arahan dari regulator ini, Direktur Utama BNC, Eri Budiono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membicarakan perihal rencana kenaikan kelas permodalan tersebut secara langsung dengan para pemegang saham pengendali (PSP). Pembicaraan dengan pemegang saham pengendali ini menjadi tahapan penting bagi bank yang diketahui merupakan milik Akulaku tersebut dalam menyusun strategi penguatan modal ke depan.

farmigo.id

Copyright 2026 farmigo.id - All Rights Reserved.

Kategori

SosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomy

Berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh otoritas, kategori KBMI II merupakan kelompok bank yang memiliki modal inti pada kisaran sebesar Rp6 triliun hingga Rp14 triliun. Sementara itu, jika merujuk pada laporan keuangan perseroan yang berakhir pada periode 30 Juni 2026, modal inti minimum yang dicatatkan oleh BNC saat ini baru mencapai angka Rp4,09 triliun. Dengan posisi permodalan tersebut, Eri Budiono menjelaskan bahwa manajemen BNC hingga saat ini belum memiliki timeline atau tenggat waktu khusus yang ditetapkan untuk mengejar pemenuhan syarat modal inti sebesar Rp6 triliun.

Dalam merespons proses transisi pengelompokan bank ini, manajemen BNC mengambil sikap untuk menunggu petunjuk teknis (juknis) lebih lanjut yang akan diterbitkan oleh pihak OJK. Petunjuk teknis tersebut sangat dinantikan sebagai panduan utama bagi BNC untuk dapat secara resmi naik kelas ke kategori KBMI II. Meskipun masih menunggu arahan teknis, bank digital ini secara proaktif telah membuka sejumlah opsi, termasuk opsi penambahan modal maupun pelaksanaan aksi korporasi lainnya untuk meningkatkan kapasitas permodalan. Informasi mengenai langkah-langkah bank ini disampaikan dalam sebuah pertemuan di Rumah Wijaya, Jakarta Selatan, pada tanggal 31 Juli 2026.

Baca Juga

Daftar Harga Pertamax Series Terbaru Mulai 1 Agustus 2026

Daftar Harga Pertamax Series Terbaru Mulai 1 Agustus 2026

Sejalan dengan rencana pemenuhan modal inti tersebut, BNC juga terus berupaya menjaga kinerja keuangannya. Pada paruh pertama tahun ini, tepatnya hingga semester I-2026, BNC telah berhasil mencetak perolehan laba sebesar Rp294,85 miliar. Perolehan laba pada periode tersebut menunjukkan adanya peningkatan sebesar 6,81% secara tahunan atau year on year (yoy). Pertumbuhan laba ini diharapkan dapat menjadi salah satu faktor pendukung bagi perseroan dalam proses mengejar kecukupan modal inti minimum sebesar Rp6 triliun.

Lebih lanjut mengenai rincian kinerja keuangan perseroan pada semester I-2026, operasional bisnis BNC berhasil membukukan Pendapatan Bunga Bersih atau Net Interest Income (NII) yang tercatat sebesar Rp1,11 triliun. Tidak hanya dari sisi pendapatan bunga, perseroan juga mencatatkan pertumbuhan pada pendapatan berbasis komisi (fee-based income). Pada periode yang sama, pendapatan berbasis komisi tersebut meningkat menjadi Rp59,66 miliar, yang mencerminkan pertumbuhan sebesar 6,77% secara tahunan (yoy).

Baca Juga

Rencana Pembangunan Kawasan Peternakan Terintegrasi Ciangir, Target, Fasilitas, dan Dampak Ekonomi

Rencana Pembangunan Kawasan Peternakan Terintegrasi Ciangir, Target, Fasilitas, dan Dampak Ekonomi

Pencapaian positif juga terlihat pada sisi neraca keuangan perseroan. Sepanjang semester I-2026, BNC mencatatkan total aset yang mencapai nilai Rp17,45 triliun. Pada periode yang sama, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dikelola oleh bank ini tercatat mencapai Rp12,30 triliun. Dari total himpunan DPK tersebut, komponen dana tabungan mengalami peningkatan menjadi Rp3,39 triliun, atau mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,10% secara tahunan (yoy).

Meskipun berhasil mencatatkan pertumbuhan laba dan aset, BNC masih memiliki tantangan berupa saldo defisit. Hingga semester I-2026, perseroan diketahui masih mencatatkan saldo defisit yang belum ditentukan penggunaannya dengan nilai sebesar Rp1,59 triliun. Menanggapi kondisi tersebut, Eri Budiono menyatakan optimismenya bahwa apabila perseroan mampu mempertahankan laju pertumbuhan atau run rate yang ada saat ini, maka akumulasi saldo defisit tersebut diproyeksikan dapat diselesaikan secara penuh pada tahun 2027.

Ikuti farmigo.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Otoritas Jasa KeuanganBank Neo CommerceBBYBKBMI IIAkulakuEri Budiono

Berita Terbaru Lainnya

Cara Membaca Data Penjualan GAIKINDO untuk Mengetahui Tren Pasar OtomotifPerkembangan Pembangunan Tahap II Ibu Kota Nusantara Menuju 2028Pandangan Prabowo Mengenai Devide et Impera dan Ancaman bagi Negara Kaya Sumber Daya AlamPersiapan Masuk Sekolah Rakyat Terintegrasi Lampung untuk Tahun Ajaran BaruProses dan Syarat Pengurusan Izin Sementara Rumah Ibadah GMS di BantulDaftar Harga Pertamax Series Terbaru Mulai 1 Agustus 2026Rencana Pembangunan Kawasan Peternakan Terintegrasi Ciangir, Target, Fasilitas, dan Dampak EkonomiPenyidikan Kasus TPPU Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah oleh Kejaksaan Agung

Paling Banyak Dibaca

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

Nasional

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

30 Jul 2026

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis Survei

Politik

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis Survei

31 Jul 2026

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

Hukum

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

30 Jul 2026

Cara Membaca Data Penjualan GAIKINDO untuk Mengetahui Tren Pasar Otomotif

Otomotif

Cara Membaca Data Penjualan GAIKINDO untuk Mengetahui Tren Pasar Otomotif

1 Agu 2026

Perkembangan Pembangunan Tahap II Ibu Kota Nusantara Menuju 2028

Nasional

Perkembangan Pembangunan Tahap II Ibu Kota Nusantara Menuju 2028

1 Agu 2026

Pandangan Prabowo Mengenai Devide et Impera dan Ancaman bagi Negara Kaya Sumber Daya Alam

Nasional

Pandangan Prabowo Mengenai Devide et Impera dan Ancaman bagi Negara Kaya Sumber Daya Alam

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi NasionalNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis SurveiPolitik 路 31 Jul 2026
  3. 3Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom WidiyantoroHukum 路 30 Jul 2026
  4. 4Cara Membaca Data Penjualan GAIKINDO untuk Mengetahui Tren Pasar OtomotifOtomotif 路 1 Agu 2026
  5. 5Perkembangan Pembangunan Tahap II Ibu Kota Nusantara Menuju 2028Nasional 路 1 Agu 2026
General News
Sains & Teknologi
Bisnis
Sepak Bola
Metro
Politik
Transportasi
Gaya Hidup
Megapolitan
Pemerintahan
Yogyakarta
Otomotif & Wirausaha
Layanan Publik
Pendidikan & Karier

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap