Penyebaran informasi palsu atau hoaks di platform media sosial terus menjadi tantangan serius bagi masyarakat. Belakangan ini, beredar sebuah konten menyesatkan yang menampilkan sosok yang sangat mirip dengan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto. Menanggapi peredaran video tersebut, Yandri secara tegas menyatakan bahwa konten media sosial yang menampilkan seseorang yang mirip dengan dirinya itu adalah informasi yang tidak benar dan sangat menyesatkan. Kasus ini menjadi pengingat penting bagi publik untuk selalu waspada terhadap berbagai narasi provokatif yang beredar luas di dunia maya.
Konten yang mengandung informasi menyesatkan tersebut diketahui diunggah di platform TikTok oleh sebuah akun bernama PETUNG, serta disebarkan oleh beberapa akun lainnya. Dalam narasi palsu yang disebarkan, disebutkan bahwa terdapat aturan larangan untuk mendirikan kios dan toko kelontong dalam radius 2 kilometer dari Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Lebih lanjut, konten itu mengklaim bahwa apabila sudah ada kios atau toko kelontong milik warga yang berdiri di dalam radius tersebut, maka pemiliknya diwajibkan untuk pindah atau akan dikenakan denda. Narasi bohong ini juga menuduh bahwa pemerintah bermaksud menutup warung atau toko milik warga demi memonopoli pasar melalui keberadaan KDMP.








