farmigo.id
BerandaSosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomyGeneral NewsSains & TeknologiBisnisSepak BolaMetroPolitikTransportasiGaya HidupMegapolitanPemerintahanYogyakartaOtomotif & WirausahaLayanan PublikPendidikan & KarierPopuler
Beranda/Berita Lokal

Misteri 13 Jam Terakhir Sutrimo, Polisi Telusuri Rangkaian Kejadian dari Kebayoran Baru hingga Banyumas

Yolanda SompaDiterbitkan 1 Agu 2026 - 06.35 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Misteri 13 Jam Terakhir Sutrimo, Polisi Telusuri Rangkaian Kejadian dari Kebayoran Baru hingga Banyumas
Foto/Ilustrasi: liputan6.com.
A-A+

Pihak kepolisian saat ini tengah gencar melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap tabir di balik kematian seorang pria bernama Sutrimo. Kasus ini menarik perhatian publik setelah jenazah korban dikirim ke Banyumas, Jawa Tengah. Kepolisian fokus menelusuri rangkaian peristiwa yang dialami oleh korban sejak saat-saat terakhirnya terlihat masih hidup hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Fokus utama penyelidikan ini tertuju pada rentang waktu krusial sekitar 13 jam sebelum korban dilarikan ke rumah sakit.

Kronologi waktu yang menjadi teka-teki ini dimulai pada hari Rabu, 22 Juli 2026 sekitar pukul 20.00 WIB. Berdasarkan keterangan kepolisian, seorang saksi berinisial MA yang mengenal Sutrimo menjadi orang terakhir yang bertemu langsung dengan korban. Pertemuan terakhir tersebut terjadi di area depan Klinik Mordent yang berlokasi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Setelah momen pertemuan itu, keberadaan dan kondisi Sutrimo tidak diketahui secara pasti hingga keesokan harinya, Kamis, 23 Juli 2026 pukul 09.10 WIB, saat korban dibawa menggunakan mobil ambulans dari Klinik Mordent menuju Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring.

farmigo.id

Copyright 2026 farmigo.id - All Rights Reserved.

Kategori

SosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomy

Untuk mengurai teka-teki 13 jam tersebut, penyidik dari kepolisian telah memeriksa lima orang saksi penting. Para saksi yang dimintai keterangan ini berinisial AZ, MOP, MZ, MA, dan AAS. Saksi AAS diketahui sebagai pengemudi ambulans yang membawa Sutrimo dari Klinik Mordent menuju RS Muhammadiyah Taman Puring. Sementara itu, saksi MZ merupakan pemilik dari PT Zen Ambulance yang mengaku dihubungi oleh seseorang berinisial S, pemilik PT Bintang Medika Ambulance, untuk mengoordinasikan pengantaran jenazah ke Banyumas.

Baca Juga

Penyidikan Kasus TPPU Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah oleh Kejaksaan Agung

Penyidikan Kasus TPPU Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah oleh Kejaksaan Agung

Proses pemindahan jenazah juga melibatkan saksi lain. MOP, yang merupakan pengemudi ambulans dengan tujuan Banyumas, mengaku sempat bertemu dengan seseorang bernama Mahmud di RS Muhammadiyah Taman Puring. Dalam keterangannya, MOP turut membantu proses pemindahan jenazah Sutrimo dari ruang pemandian rumah sakit ke dalam mobil ambulans. Setelah itu, polisi juga memeriksa AZ yang bertugas sebagai pengemudi ambulans yang membawa jenazah Sutrimo dalam perjalanan menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Banyumas, Jawa Tengah.

Penyelidikan kasus ini dilakukan secara kolaboratif oleh tim gabungan yang terdiri dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Selatan, serta Puslabfor Bareskrim Polri. Tim gabungan tersebut telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara untuk mengumpulkan berbagai barang bukti. Kendati demikian, pihak berwajib menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium forensik terkait barang bukti yang telah diamankan di lapangan hingga saat ini belum keluar, sehingga penyebab pasti kematian belum bisa disimpulkan secara ilmiah.

Baca Juga

Kasus Teror Karangan Bunga Dokter Oky Pratama Naik ke Tahap Penyidikan

Kasus Teror Karangan Bunga Dokter Oky Pratama Naik ke Tahap Penyidikan

Selain mengumpulkan bukti fisik, kepolisian juga berupaya mencocokkan keterangan dari para saksi dengan bukti digital. Penyidik memeriksa rekaman CCTV serta rekaman video ambulans dan keranda jenazah yang sempat beredar di media sosial. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, dalam keterangan persnya pada hari Jumat, 31 Juli 2026, menegaskan bahwa keaslian rekaman video CCTV yang beredar di tengah masyarakat tersebut masih belum dapat dipastikan sepenuhnya. Hal ini dikarenakan penyidik masih harus mencocokkannya terlebih dahulu dengan rekaman resmi yang diperoleh oleh tim penyidik di lapangan.

Langkah hukum selanjutnya yang tengah ditempuh oleh penyidik adalah mengirimkan undangan klarifikasi kepada dokter yang melakukan pemeriksaan medis terhadap Sutrimo dan yang menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan apakah kematian Sutrimo merupakan kematian yang wajar atau terdapat unsur ketidakwajaran di dalamnya. Seluruh proses pembuktian masih terus berjalan sembari menunggu hasil resmi dari laboratorium forensik.

Ikuti farmigo.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

polda metro jayaSutrimoKebayoran BaruBanyumasPenyelidikan Polisi

Berita Terbaru Lainnya

Cara Menganalisis Kinerja Keuangan Perbankan Melalui Laporan Maybank IndonesiaRencana Strategis Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGPenilaian Rahayu Saraswati Djojohadikusumo Terhadap Progres Pembangunan Ibu Kota NusantaraCara Membaca Data Penjualan GAIKINDO untuk Mengetahui Tren Pasar OtomotifPerkembangan Pembangunan Tahap II Ibu Kota Nusantara Menuju 2028Pandangan Prabowo Mengenai Devide et Impera dan Ancaman bagi Negara Kaya Sumber Daya AlamPersiapan Masuk Sekolah Rakyat Terintegrasi Lampung untuk Tahun Ajaran BaruProses dan Syarat Pengurusan Izin Sementara Rumah Ibadah GMS di Bantul

Paling Banyak Dibaca

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

Nasional

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

30 Jul 2026

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis Survei

Politik

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis Survei

31 Jul 2026

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

Hukum

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

30 Jul 2026

Cara Menganalisis Kinerja Keuangan Perbankan Melalui Laporan Maybank Indonesia

Keuangan

Cara Menganalisis Kinerja Keuangan Perbankan Melalui Laporan Maybank Indonesia

1 Agu 2026

Rencana Strategis Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Bisnis

Rencana Strategis Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

1 Agu 2026

Penilaian Rahayu Saraswati Djojohadikusumo Terhadap Progres Pembangunan Ibu Kota Nusantara

Nasional

Penilaian Rahayu Saraswati Djojohadikusumo Terhadap Progres Pembangunan Ibu Kota Nusantara

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi NasionalNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis SurveiPolitik 路 31 Jul 2026
  3. 3Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom WidiyantoroHukum 路 30 Jul 2026
  4. 4Cara Menganalisis Kinerja Keuangan Perbankan Melalui Laporan Maybank IndonesiaKeuangan 路 1 Agu 2026
  5. 5Rencana Strategis Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGBisnis 路 1 Agu 2026
General News
Sains & Teknologi
Bisnis
Sepak Bola
Metro
Politik
Transportasi
Gaya Hidup
Megapolitan
Pemerintahan
Yogyakarta
Otomotif & Wirausaha
Layanan Publik
Pendidikan & Karier

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap