Pihak kepolisian saat ini tengah gencar melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap tabir di balik kematian seorang pria bernama Sutrimo. Kasus ini menarik perhatian publik setelah jenazah korban dikirim ke Banyumas, Jawa Tengah. Kepolisian fokus menelusuri rangkaian peristiwa yang dialami oleh korban sejak saat-saat terakhirnya terlihat masih hidup hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Fokus utama penyelidikan ini tertuju pada rentang waktu krusial sekitar 13 jam sebelum korban dilarikan ke rumah sakit.
Kronologi waktu yang menjadi teka-teki ini dimulai pada hari Rabu, 22 Juli 2026 sekitar pukul 20.00 WIB. Berdasarkan keterangan kepolisian, seorang saksi berinisial MA yang mengenal Sutrimo menjadi orang terakhir yang bertemu langsung dengan korban. Pertemuan terakhir tersebut terjadi di area depan Klinik Mordent yang berlokasi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Setelah momen pertemuan itu, keberadaan dan kondisi Sutrimo tidak diketahui secara pasti hingga keesokan harinya, Kamis, 23 Juli 2026 pukul 09.10 WIB, saat korban dibawa menggunakan mobil ambulans dari Klinik Mordent menuju Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring.








