farmigo.id
BerandaSosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomyGeneral NewsSains & TeknologiBisnisSepak BolaMetroPolitikTransportasiGaya HidupMegapolitanPemerintahanYogyakartaOtomotif & WirausahaLayanan PublikPendidikan & KarierPopuler
Beranda/Internasional

Mengenal Alien Terrorist Removal Court, Pengadilan Deportasi Khusus AS yang Aktif Setelah Tiga Dekade

Yolanda SompaDiterbitkan 1 Agu 2026 - 06.48 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Mengenal Alien Terrorist Removal Court, Pengadilan Deportasi Khusus AS yang Aktif Setelah Tiga Dekade
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Amerika Serikat memiliki sebuah lembaga peradilan federal yang sangat spesifik bernama Alien Terrorist Removal Court. Lembaga ini dibentuk secara resmi oleh Kongres Amerika Serikat pada tahun 1996. Meskipun telah didirikan puluhan tahun lalu, pengadilan khusus ini belum pernah sekalipun digunakan oleh pemerintahan-pemerintahan sebelumnya. Setelah tertidur selama kurang lebih tiga dekade, pengadilan ini akhirnya menggelar sidang publik perdananya di Washington pada Kamis (30/7) waktu setempat. Langkah ini menandai pertama kalinya otoritas setempat memanfaatkan jalur peradilan tersebut. Di bawah pemerintahan yang menjabat saat ini, upaya untuk mendeportasi imigran melalui berbagai instrumen hukum

farmigo.id

Copyright 2026 farmigo.id - All Rights Reserved.

Kategori

SosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomy
tampaknya terus ditingkatkan, termasuk dengan mengaktifkan kembali instrumen peradilan yang sebelumnya tidak tersentuh ini.

Pejabat dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat menyatakan bahwa penggunaan pengadilan khusus ini memiliki tujuan yang sangat spesifik. Lembaga ini dirancang sebagai sarana untuk mendeportasi individu-individu berbahaya tanpa harus mengungkapkan informasi rahasia yang sensitif kepada publik. Dalam prosedur pemindahan atau deportasi tradisional, pengungkapan informasi semacam itu biasanya diwajibkan. Berbeda dengan pengadilan pidana pada umumnya, Alien Terrorist Removal Court secara khusus hanya menangani masalah perdata. Fokus utamanya adalah menentukan apakah seseorang harus dideportasi dari wilayah Amerika Serikat karena memiliki kaitan dengan jaringan terorisme. Standar pembuktian yang digunakan dalam persidangan ini adalah preponderance of the evidence, sebuah standar yang jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan standar melampaui keraguan yang masuk akal dalam kasus-kasus pidana.

Kasus perdana yang memecah kebuntuan pengadilan ini membahas langkah-langkah awal proses deportasi terhadap seorang perempuan asal Afghanistan bernama Nazira Haji Zada. Perempuan berusia 47 tahun tersebut berstatus sebagai penduduk tetap yang sah dan diketahui menetap di wilayah Fort Worth. Berdasarkan catatan pengadilan yang dibuka pada hari Rabu, Departemen Kehakiman menuduh Nazira sebagai pengikut kelompok militan Negara Islam (ISIS). Ia diduga kuat memiliki peran aktif dalam sebuah rencana penembakan massal yang berujung gagal. Plot penyerangan tersebut diyakini terinspirasi oleh kelompok ISIS dan secara khusus direncanakan untuk dieksekusi bertepatan dengan hari pemilihan umum Amerika Serikat pada tahun 2024.

Baca Juga

Penyidikan Kasus TPPU Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah oleh Kejaksaan Agung

Penyidikan Kasus TPPU Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah oleh Kejaksaan Agung

Pihak pemerintah Amerika Serikat mendeskripsikan Nazira sebagai sosok matriark di dalam kelompok tersebut. Ia dituduh bekerja sama dengan menantunya untuk meradikalisasi anggota keluarga yang lain. Selain itu, Nazira juga dituduh dengan sengaja menyembunyikan berbagai ajaran pro-ISIS dari suaminya yang sama sekali tidak menaruh curiga terhadap aktivitas tersebut. Keterlibatan keluarganya dalam jaringan terorisme ini juga didukung oleh catatan hukum anggota keluarga lainnya. Putranya, Abdullah Haji Zada, telah lebih dulu mengaku bersalah atas pelanggaran terorisme dan saat ini tengah menjalani hukuman penjara selama 15 tahun. Sementara itu, menantunya yang bernama Nasir Ahmad Tawhedi dan berusia 28 tahun, juga telah mengaku bersalah atas tuduhan konspirasi untuk memberikan dukungan kepada kelompok ISIS.

Kehadiran pengadilan ini seketika memicu serangkaian pertanyaan hukum yang kompleks terkait dengan proses hukum yang adil serta akses terhadap bukti-bukti rahasia negara. Pembela umum federal, Matthew Farley, secara tegas meminta pembebasan segera bagi kliennya, Haji Zada. Farley berargumen bahwa prosedur pengadilan yang belum teruji ini pada dasarnya tidak adil. Ia menilai mekanisme tersebut melanggar hak-hak fundamental kliennya yang dijamin di bawah Amendemen Pertama, Keempat, Kelima, dan Keenam Konstitusi Amerika Serikat. Pihak pembela berpandangan bahwa skema peradilan ini merupakan sebuah cara untuk menghindari proses kasus pidana yang semestinya berjalan secara reguler.

Baca Juga

Kasus Teror Karangan Bunga Dokter Oky Pratama Naik ke Tahap Penyidikan

Kasus Teror Karangan Bunga Dokter Oky Pratama Naik ke Tahap Penyidikan

Menanggapi berbagai dinamika dalam sidang perdana tersebut, Hakim Ketua Joan N. Ericksen memberikan sejumlah penjelasan. Ia menyatakan bahwa pengadilan ini sejatinya masih berada dalam tahap awal pengembangan infrastruktur. Hakim mengisyaratkan bahwa persidangan akan mengikuti model Classified Information Procedures Act (CIPA) dalam menangani berbagai bukti rahasia. Model ini memungkinkan pengacara pembela untuk meninjau informasi sensitif tersebut, namun tetap berada di bawah pengawasan yang sangat ketat. Hakim juga berkomitmen untuk menjalankan seluruh proses peradilan dengan tingkat ketelitian tinggi serta kesetiaan penuh pada Konstitusi. Sidang lanjutan direncanakan akan dijadwalkan dalam beberapa hari ke depan guna menentukan apakah Haji Zada akan tetap ditahan selama seluruh proses hukum ini berlangsung.

Ikuti farmigo.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

HukumAmerika SerikatAlien Terrorist Removal CourtDeportasiTerorisme

Berita Terbaru Lainnya

Cara Membaca Data Penjualan GAIKINDO untuk Mengetahui Tren Pasar OtomotifPerkembangan Pembangunan Tahap II Ibu Kota Nusantara Menuju 2028Pandangan Prabowo Mengenai Devide et Impera dan Ancaman bagi Negara Kaya Sumber Daya AlamPersiapan Masuk Sekolah Rakyat Terintegrasi Lampung untuk Tahun Ajaran BaruProses dan Syarat Pengurusan Izin Sementara Rumah Ibadah GMS di BantulDaftar Harga Pertamax Series Terbaru Mulai 1 Agustus 2026Rencana Pembangunan Kawasan Peternakan Terintegrasi Ciangir, Target, Fasilitas, dan Dampak EkonomiPenyidikan Kasus TPPU Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah oleh Kejaksaan Agung

Paling Banyak Dibaca

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

Nasional

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

30 Jul 2026

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis Survei

Politik

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis Survei

31 Jul 2026

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

Hukum

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

30 Jul 2026

Cara Membaca Data Penjualan GAIKINDO untuk Mengetahui Tren Pasar Otomotif

Otomotif

Cara Membaca Data Penjualan GAIKINDO untuk Mengetahui Tren Pasar Otomotif

1 Agu 2026

Perkembangan Pembangunan Tahap II Ibu Kota Nusantara Menuju 2028

Nasional

Perkembangan Pembangunan Tahap II Ibu Kota Nusantara Menuju 2028

1 Agu 2026

Pandangan Prabowo Mengenai Devide et Impera dan Ancaman bagi Negara Kaya Sumber Daya Alam

Nasional

Pandangan Prabowo Mengenai Devide et Impera dan Ancaman bagi Negara Kaya Sumber Daya Alam

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi NasionalNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis SurveiPolitik 路 31 Jul 2026
  3. 3Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom WidiyantoroHukum 路 30 Jul 2026
  4. 4Cara Membaca Data Penjualan GAIKINDO untuk Mengetahui Tren Pasar OtomotifOtomotif 路 1 Agu 2026
  5. 5Perkembangan Pembangunan Tahap II Ibu Kota Nusantara Menuju 2028Nasional 路 1 Agu 2026
General News
Sains & Teknologi
Bisnis
Sepak Bola
Metro
Politik
Transportasi
Gaya Hidup
Megapolitan
Pemerintahan
Yogyakarta
Otomotif & Wirausaha
Layanan Publik
Pendidikan & Karier

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap