Aktivitas ekspor komoditas kelapa sawit beserta berbagai produk turunannya terus menjadi motor penggerak utama bagi penerimaan negara di berbagai daerah, termasuk melalui Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Pangkalan Bun di Kalimantan Tengah. Berdasarkan data yang dihimpun hingga bulan Juli 2026, kontribusi dari sektor perkebunan ini mencatatkan angka yang sangat signifikan. Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Kalimantan Bagian Selatan, Muhtadi, pada Kamis, 30 Juli 2026, menyatakan bahwa Bea Cukai Pangkalan Bun telah menyumbang penerimaan negara sebesar sekitar Rp 1,74 triliun. Pencapaian ini menegaskan pentingnya komoditas kelapa sawit bagi perekonomian sekaligus memantapkan posisi Pangkalan Bun sebagai salah satu pintu gerbang ekspor yang krusial untuk pasar internasional.








