farmigo.id
BerandaSosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomyGeneral NewsSains & TeknologiBisnisSepak BolaMetroPolitikTransportasiGaya HidupMegapolitanPemerintahanYogyakartaOtomotif & WirausahaLayanan PublikPendidikan & KarierPopuler
Beranda/Olahraga

Alasan Utama FIFA Batal Menjual Saham Piala Dunia kepada Investor Swasta

Ding BalangDiterbitkan 1 Agu 2026 - 09.14 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Alasan Utama FIFA Batal Menjual Saham Piala Dunia kepada Investor Swasta
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Keputusan mengejutkan datang dari Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) terkait tata kelola kompetisi paling bergengsi di dunia. Presiden FIFA, Gianni Infantino, secara resmi telah membatalkan rencana kontroversial untuk menjual saham komersial ajang-ajang utama FIFA, yang salah satunya mencakup turnamen Piala Dunia, kepada pihak investor swasta. Pria yang kini berusia 56 tahun tersebut akhirnya mengambil langkah mundur setelah proyek komersialisasi ini memicu penolakan masif dari berbagai konfederasi sepak bola lintas benua. Pembatalan ini juga dipicu oleh adanya ancaman pemboikotan berskala besar serta pengunduran diri salah satu pejabat senior di lingkungan internal organisasi sepak bola dunia tersebut. Dinamika ini memperlihatkan betapa sensitifnya wacana privatisasi aset dalam olahraga yang digemari miliaran penduduk bumi.

farmigo.id

Copyright 2026 farmigo.id - All Rights Reserved.

Kategori

SosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomy

Pada mulanya, rencana komersialisasi tersebut diwujudkan melalui gagasan pembentukan sebuah entitas baru yang diberi nama FIFA Forward Enterprise (FFE). FFE secara khusus dirancang oleh FIFA untuk mengelola berbagai aspek komersial dari kompetisi-kompetisi di bawah naungan mereka, sekaligus membuka peluang yang luas bagi masuknya aliran dana dari investor swasta. Sebagai upaya untuk memuluskan langkah strategis ini, FIFA bahkan telah menawarkan kucuran dana segar senilai USD 40 juta, atau setara dengan sekitar Rp721 miliar, kepada masing-masing asosiasi dari total 211 anggota yang bersedia memberikan dukungan. Gianni Infantino sebelumnya sempat menyebut pembentukan FFE ini sebagai sebuah peluang emas untuk mendorong pengembangan sepak bola global. Namun, seiring berjalannya waktu dan meningkatnya eskalasi kritik, ia kemudian menegaskan bahwa rencana pembentukan FFE untuk mengelola hak komersial Piala Dunia tersebut pada dasarnya hanyalah sebuah proposal semata.

Baca Juga

Jadwal dan Lokasi Layanan Samsat Keliling Detabek Beserta Syarat Pembayaran Pajak

Jadwal dan Lokasi Layanan Samsat Keliling Detabek Beserta Syarat Pembayaran Pajak

Tawaran dana bernilai fantastis nyatanya tidak mampu meredam gelombang protes. Penolakan paling keras datang dari Asosiasi Sepak Bola Uni Eropa (UEFA). Organisasi yang menaungi 55 negara di kawasan Eropa ini mengecam keras wacana penjualan saham Piala Dunia kepada pihak swasta, dengan menegaskan prinsip dasar bahwa sepak bola bukanlah sebuah aset yang bisa diperdagangkan begitu saja. Tidak sekadar melontarkan kecaman, UEFA juga mengancam akan melakukan aksi boikot terhadap gelaran Piala Dunia apabila rencana tersebut tetap diteruskan. Gelombang penolakan ini dengan cepat meluas dan semakin solid setelah Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) serta Concacaf, yang mewakili wilayah Amerika Utara, Tengah, dan Karibia, menyatakan berdiri sejajar untuk menentang komersialisasi tersebut. Langkah tegas Concacaf ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (US Soccer).

Jika dilihat dari kacamata politik dan perhitungan suara di dalam kongres, penolakan gabungan dari ketiga konfederasi besar tersebut membuat proposal komersialisasi FIFA kehilangan pijakannya. Secara matematis, UEFA, Concacaf, dan AFC mengantongi total keseluruhan sebanyak 136 suara. Jumlah ini jauh melampaui batas minimal 106 suara yang sebenarnya dibutuhkan untuk meloloskan sebuah usulan dalam kongres. Selain kebuntuan dari segi dukungan eksternal, FIFA juga harus menghadapi krisis kepercayaan dari pihak internal. Carlos Cordeiro, yang menjabat sebagai penasihat senior Infantino untuk urusan strategi global dan tata kelola, memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisinya. Dalam pernyataannya, Cordeiro secara terang-terangan menyebut bahwa ini merupakan kesepakatan yang buruk bagi sepak bola dan sama saja dengan tindakan menggadaikan masa depan sepak bola itu sendiri.

Baca Juga

Samsat Corner dan Samkeldes Hadir di Juwana Permudah Akses Pajak Kendaraan

Samsat Corner dan Samkeldes Hadir di Juwana Permudah Akses Pajak Kendaraan

Rangkaian tekanan yang datang secara bertubi-tubi dari pihak eksternal maupun internal ini menempatkan Gianni Infantino pada posisi yang sangat sulit. Memaksakan kelanjutan proposal komersialisasi tersebut dinilai akan membawa risiko politik yang terlalu besar, terlebih lagi mengingat dirinya saat ini tengah bersiap untuk maju kembali dalam pemilihan Presiden FIFA periode keempat pada Kongres FIFA yang akan datang. Di sisi lain, dinamika yang terjadi di panggung global ini memunculkan sikap yang berbeda di tingkat nasional. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, tercatat sebagai salah satu pihak yang memberikan dukungan terhadap proposal pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE) tersebut. Meskipun terdapat perbedaan pandangan dari sejumlah asosiasi anggota, keputusan final telah dijatuhkan, dan wacana untuk melibatkan investor swasta dalam kepemilikan saham turnamen sebesar Piala Dunia kini telah resmi dihentikan.

Ikuti farmigo.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Piala DuniaUEFAFIFAGianni InfantinoFIFA Forward EnterprisePSSI

Berita Terbaru Lainnya

Daftar Komjen Polri yang Memasuki Masa Pensiun Tahun 2026 dan Ketentuan AturannyaPenyelesaian Kendala Verifikasi KJP dan Pengajuan Penurunan Desil BansosPenyelundupan 26 Kilogram Ekstasi oleh Kopilot Malaysia di Bandara Soekarno-HattaRincian Harga BBM BP-AKR dan Pertamina Terbaru per 1 Agustus 2026Jadwal dan Lokasi Layanan Samsat Keliling Detabek Beserta Syarat Pembayaran PajakLangkah Tegas Badan Gizi Nasional Cegah Korupsi Program Makan Bergizi GratisCara Mengatasi Kendala Skripsi Melalui Program Bimbingan Gratis NumanDuduk Perkara Kasus Perusakan Rumah Kontrakan Anggota Polisi di Karawang

Paling Banyak Dibaca

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis Survei

Politik

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis Survei

31 Jul 2026

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

Nasional

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

30 Jul 2026

Penyelundupan 26 Kilogram Ekstasi oleh Kopilot Malaysia di Bandara Soekarno-Hatta

Hukum & Kriminal

Penyelundupan 26 Kilogram Ekstasi oleh Kopilot Malaysia di Bandara Soekarno-Hatta

1 Agu 2026

Peran BTN dalam Penyaluran Rumah Subsidi KPR FLPP Melalui Akad Massal di Batang

Ekonomi

Peran BTN dalam Penyaluran Rumah Subsidi KPR FLPP Melalui Akad Massal di Batang

1 Agu 2026

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

Hukum

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

30 Jul 2026

Daftar Komjen Polri yang Memasuki Masa Pensiun Tahun 2026 dan Ketentuan Aturannya

Nasional

Daftar Komjen Polri yang Memasuki Masa Pensiun Tahun 2026 dan Ketentuan Aturannya

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis SurveiPolitik 路 31 Jul 2026
  2. 2Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi NasionalNasional 路 30 Jul 2026
  3. 3Penyelundupan 26 Kilogram Ekstasi oleh Kopilot Malaysia di Bandara Soekarno-HattaHukum & Kriminal 路 1 Agu 2026
  4. 4Peran BTN dalam Penyaluran Rumah Subsidi KPR FLPP Melalui Akad Massal di BatangEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom WidiyantoroHukum 路 30 Jul 2026
General News
Sains & Teknologi
Bisnis
Sepak Bola
Metro
Politik
Transportasi
Gaya Hidup
Megapolitan
Pemerintahan
Yogyakarta
Otomotif & Wirausaha
Layanan Publik
Pendidikan & Karier

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap