Menyelesaikan skripsi sering kali menjadi fase paling menantang bagi mahasiswa di Indonesia. Berbagai kendala kerap muncul di tengah proses penyusunan tugas akhir. Menurut Numan, seorang pembimbing skripsi yang kini berkeliling Indonesia, kemacetan mahasiswa dalam mengerjakan skripsi tidak selalu disebabkan oleh rasa malas. Kurangnya arahan yang tepat serta berbagai faktor eksternal menjadi penyebab utama mahasiswa kesulitan merampungkan penelitian mereka. Untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut, Numan menginisiasi sebuah program bimbingan skripsi gratis yang telah berjalan sejak tahun 2025. Program ini lahir dari keputusannya untuk menghentikan layanan bimbingan berbayar yang sebelumnya ia rintis di Bandung pada tahun 2023, agar ilmu yang ia miliki dapat diakses oleh semua mahasiswa tanpa terhalang masalah biaya.
Langkah pertama bagi mahasiswa yang ingin memanfaatkan bantuan bimbingan ini adalah mengenali secara spesifik bagian mana dari skripsi yang menjadi hambatan. Pemetaan masalah ini penting agar sesi bimbingan nantinya bisa berjalan efektif dan tepat sasaran. Sebagai gambaran, ada mahasiswa bernama Rizky yang sempat berada di tahap awal penyusunan Bab 1. Ia menghadapi kebingungan saat harus merumuskan latar belakang penelitian. Kasus lain dialami oleh mahasiswa bernama Faiz, yang terhenti mengerjakan tugas akhirnya selama sekitar tiga bulan akibat kesulitan memetakan pola penulisan untuk Bab 4 dan Bab 5. Dengan mengetahui letak kendala secara pasti, proses pencarian solusi akan jauh lebih mudah saat sesi pendampingan berlangsung.








