Mengetahui langkah-langkah keselamatan dan prosedur tanggap darurat saat beraktivitas di sekitar aliran sungai adalah hal yang sangat krusial. Insiden tragis yang menimpa seorang remaja bernama Zafran Ramadhan Selani (14) di aliran Sungai Ciliwung menjadi pengingat nyata akan bahaya yang mengintai. Peristiwa nahas ini terjadi pada hari Kamis (30/7) sekitar pukul 15.00 WIB, tepatnya di wilayah Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Saat itu, korban diketahui sedang mandi dan berenang bersama empat orang rekannya. Kejadian ini memberikan gambaran yang jelas bahwa aktivitas rekreasi di sungai membutuhkan pengawasan dan pemahaman yang mendalam mengenai prosedur keselamatan air untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.
Langkah pertama untuk menghindari situasi darurat di sungai adalah mengenali dan mewaspadai perubahan kedalaman air yang bisa terjadi secara tiba-tiba. Berdasarkan laporan kejadian di Sungai Ciliwung, korban yang sedang asyik berenang diduga memasuki area sungai yang memiliki kedalaman jauh lebih dalam dibandingkan dengan lokasi sebelumnya. Perubahan kontur dasar sungai ini sering kali tidak terlihat dari permukaan air. Akibat memasuki area yang lebih dalam tersebut, korban mengalami kesulitan untuk menyelamatkan diri. Ketika seseorang kehilangan pijakan dan panik, risiko tenggelam akan meningkat drastis. Pada insiden ini, korban akhirnya terseret arus sungai dan tenggelam, menegaskan pentingnya menjauhi area sungai yang kedalamannya tidak diketahui secara pasti.








