PT MRT Jakarta (Perseroda) saat ini tengah menyiapkan alokasi dana sebesar Rp 300 miliar untuk membangun Fasilitas Pejalan Kaki atau yang secara teknis disebut sebagai Pedestrian Deck di kawasan Dukuh Atas. Fasilitas infrastruktur publik yang juga dikenal luas oleh masyarakat dengan sebutan Jembatan 'Donat' Dukuh Atas ini dirancang untuk meningkatkan mobilitas komuter di pusat kota. Saat ini, proyek jembatan penyeberangan tersebut sedang berada dalam tahapan proses tender untuk menentukan pelaksana konstruksi. Pembangunan jembatan ini menjadi salah satu langkah penting dalam penataan ruang publik dan fasilitas pejalan kaki di tata ruang ibu kota.
Pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari rencana pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD). Kawasan TOD Dukuh Atas ini dirancang secara khusus untuk menjadi titik temu sentral yang akan menghubungkan enam moda transportasi publik yang berbeda dalam satu area terintegrasi. Keenam moda transportasi yang akan terhubung secara langsung di kawasan ini meliputi Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT), layanan bus Transjakarta, kereta bandara, hingga Kereta Rel Listrik (KRL). Integrasi berbagai moda transportasi ini ditujukan untuk memfasilitasi pergerakan penumpang antarmoda dengan lebih tertata dan optimal.








