farmigo.id
BerandaSosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomyGeneral NewsSains & TeknologiBisnisSepak BolaMetroPolitikTransportasiGaya HidupMegapolitanPemerintahanYogyakartaOtomotif & WirausahaLayanan PublikPendidikan & KarierPopuler
Beranda/Ekonomi

Proses Logistik dan Rincian Penerimaan Ekspor Kelapa Sawit dari Pangkalan Bun

Berlin SiregarDiterbitkan 31 Jul 2026 - 02.05 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Proses Logistik dan Rincian Penerimaan Ekspor Kelapa Sawit dari Pangkalan Bun
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Aktivitas pergerakan komoditas kelapa sawit dan produk turunannya dari wilayah Pangkalan Bun memiliki peran krusial dalam menopang penerimaan negara pada tahun 2026. KPPBC Tipe Madya Pabean C Pangkalan Bun mencatat bahwa kegiatan ini menghasilkan penerimaan negara yang mencapai sekitar Rp1,74 triliun. Angka yang signifikan ini menjadikan komoditas kelapa sawit sebagai penyumbang terbesar bagi penerimaan bea keluar di lingkungan Kantor Wilayah Bea Cukai Kalimantan Bagian Selatan. Bagi publik yang ingin mengetahui bagaimana kontribusi besar ini terbentuk serta bagaimana tahapan logistik ekspor dijalankan dari kawasan tersebut menuju negara tujuan, penting untuk menelusuri rincian penerimaan dan alur pengiriman yang terjadi di lapangan.

Langkah pertama untuk memahami besarnya kontribusi ini adalah dengan mencermati struktur penerimaan negara yang dikelola oleh instansi terkait. Total penerimaan sekitar Rp1,74 triliun tersebut terbagi menjadi dua komponen pungutan utama. Komponen pertama adalah bea keluar yang menyumbang angka sekitar Rp882 miliar. Sementara itu, komponen kedua berasal dari pungutan dana sawit yang mencatatkan kontribusi sekitar Rp860 miliar. Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Kalimantan Bagian Selatan, Muhtadi, menegaskan bahwa akumulasi penerimaan dari ekspor sawit tersebut mengukuhkan posisinya sebagai kontributor terbesar penerimaan bea keluar di wilayah pengawasannya.

farmigo.id

Copyright 2026 farmigo.id - All Rights Reserved.

Kategori

SosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomy

Langkah kedua dalam menelusuri alur perdagangan ini adalah mengenali komoditas utama dan negara tujuan yang menyerap hasil produksi tersebut. Saat ini, India menempati posisi sebagai negara tujuan ekspor terbesar untuk pengiriman dari Pangkalan Bun. Adapun komoditas utama yang dikirimkan ke negara tersebut berupa crude palm oil (CPO) beserta berbagai produk turunannya. Pengiriman komoditas CPO dan turunannya ke India ini menjadi bagian integral dari tingginya pencatatan penerimaan negara di sektor bea keluar dan dana sawit yang dikelola oleh pihak bea cukai setempat.

Baca Juga

Kebijakan Wajib Kebun bagi Pabrik Gula Rafinasi dan Dampaknya pada Industri Nasional

Kebijakan Wajib Kebun bagi Pabrik Gula Rafinasi dan Dampaknya pada Industri Nasional

Langkah ketiga adalah memahami bagaimana prosedur pengiriman logistik dilakukan, khususnya untuk ekspor yang menggunakan metode curah. Proses ini memiliki tantangan operasional tersendiri di lapangan. Untuk metode ekspor curah, kapal induk atau mother vessel tidak dapat bersandar secara langsung di pelabuhan Pangkalan Bun. Kondisi ini mengharuskan proses pemindahan muatan dilakukan melalui mekanisme ship-to-ship atau transfer antarkapal yang dilakukan di perairan laut. Tahapan pemindahan muatan curah ini dilaksanakan di lokasi yang berjarak sekitar 40 mil dari pelabuhan. Untuk mencapai titik lokasi pemindahan tersebut, proses perjalanan membutuhkan waktu sekitar 12 jam.

Langkah keempat adalah mencermati tahapan dan rute pengiriman bagi ekspor yang menggunakan metode kontainer. Berbeda dengan metode curah, pengiriman menggunakan kontainer dihadapkan pada kendala keterbatasan ketersediaan kontainer yang dinilai layak pakai. Selain masalah ketersediaan wadah, tahapan pengiriman juga menjadi lebih panjang karena belum adanya layanan pelayaran langsung dari Pangkalan Bun menuju India. Ketiadaan jalur langsung ini membuat alur logistik harus dialihkan terlebih dahulu. Setiap pengiriman kontainer wajib menempuh rute transit dengan melalui Surabaya sebelum akhirnya dapat diteruskan perjalanannya menuju India sebagai negara tujuan akhir.

Baca Juga

Mengenal GoPay Spiker, Fitur dan Manfaatnya bagi Pelaku Usaha

Mengenal GoPay Spiker, Fitur dan Manfaatnya bagi Pelaku Usaha

Memahami keseluruhan tahapan di atas memberikan gambaran utuh mengenai bagaimana alur ekspor kelapa sawit dari Pangkalan Bun beroperasi secara riil pada tahun 2026. Dari sisi keuangan, proses ini melibatkan pencatatan bea keluar dan dana sawit yang dikoordinasikan oleh Kantor Wilayah Bea Cukai Kalimantan Bagian Selatan. Sementara dari sisi operasional logistik, pergerakan barang menuju India harus melewati penyesuaian teknis, baik berupa perjalanan 12 jam sejauh 40 mil untuk transfer ship-to-ship bagi muatan curah, maupun proses transit melalui Surabaya bagi muatan kontainer. Seluruh rangkaian proses ini memastikan komoditas CPO dan turunannya tetap dapat menjangkau pasar global.

Ikuti farmigo.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

LogistikBea CukaiPangkalan BunEkspor CPOPenerimaan Negara

Berita Terbaru Lainnya

Menteri PKP Maruarar Sirait Wajibkan Setiap Rumah Subsidi Tanam Satu PohonMRT Jakarta Rencanakan Pembangunan Apartemen di Blok M untuk Milenial dan Gen ZAlasan Darije Kalezic Kembali Menangani PSM Makassar Musim 2026/2027Langkah Aman Berwisata di Bone Bolango Saat Cuaca EkstremKebijakan Wajib Kebun bagi Pabrik Gula Rafinasi dan Dampaknya pada Industri NasionalMemahami Perkembangan Kasus TPPU Febrie Adriansyah dan Penetapan Tersangka BaruPresiden Prabowo Minta Aparat Turun ke Lapangan dan Jaga Kelestarian Lingkungan di BatangCara Membangun Kapabilitas dan Budaya Keberlanjutan Perusahaan Berdasarkan Praktik Pertamina

Paling Banyak Dibaca

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

Nasional

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

30 Jul 2026

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

Hukum

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

30 Jul 2026

Menteri PKP Maruarar Sirait Wajibkan Setiap Rumah Subsidi Tanam Satu Pohon

Nasional

Menteri PKP Maruarar Sirait Wajibkan Setiap Rumah Subsidi Tanam Satu Pohon

31 Jul 2026

MRT Jakarta Rencanakan Pembangunan Apartemen di Blok M untuk Milenial dan Gen Z

Properti

MRT Jakarta Rencanakan Pembangunan Apartemen di Blok M untuk Milenial dan Gen Z

31 Jul 2026

Alasan Darije Kalezic Kembali Menangani PSM Makassar Musim 2026/2027

Olahraga

Alasan Darije Kalezic Kembali Menangani PSM Makassar Musim 2026/2027

31 Jul 2026

Kebijakan Wajib Kebun bagi Pabrik Gula Rafinasi dan Dampaknya pada Industri Nasional

Ekonomi

Kebijakan Wajib Kebun bagi Pabrik Gula Rafinasi dan Dampaknya pada Industri Nasional

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi NasionalNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom WidiyantoroHukum 路 30 Jul 2026
  3. 3Menteri PKP Maruarar Sirait Wajibkan Setiap Rumah Subsidi Tanam Satu PohonNasional 路 31 Jul 2026
  4. 4MRT Jakarta Rencanakan Pembangunan Apartemen di Blok M untuk Milenial dan Gen ZProperti 路 31 Jul 2026
  5. 5Alasan Darije Kalezic Kembali Menangani PSM Makassar Musim 2026/2027Olahraga 路 31 Jul 2026
General News
Sains & Teknologi
Bisnis
Sepak Bola
Metro
Politik
Transportasi
Gaya Hidup
Megapolitan
Pemerintahan
Yogyakarta
Otomotif & Wirausaha
Layanan Publik
Pendidikan & Karier

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap