farmigo.id
BerandaSosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomyGeneral NewsSains & TeknologiBisnisSepak BolaMetroPolitikTransportasiGaya HidupMegapolitanPemerintahanYogyakartaOtomotif & WirausahaLayanan PublikPendidikan & KarierPopuler
Beranda/Wisata

Langkah Aman Berwisata di Bone Bolango Saat Cuaca Ekstrem

Nurdin PadotoDiterbitkan 31 Jul 2026 - 02.51 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Langkah Aman Berwisata di Bone Bolango Saat Cuaca Ekstrem
Foto/Ilustrasi: news.republika.co.id.
A-A+

Kabupaten Bone Bolango di Provinsi Gorontalo saat ini tengah menghadapi tantangan cuaca ekstrem yang berdampak langsung pada sektor pariwisata. Cuaca ekstrem berupa suhu panas dan hembusan angin kencang yang melanda wilayah tersebut telah menyebabkan penurunan signifikan pada jumlah kunjungan wisatawan. Merespons situasi ini, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Bone Bolango bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) segera mengambil tindakan. Kepala Disparpora Bone Bolango, Muhammad Yamin Abbas, menyatakan bahwa pihaknya telah menyepakati sejumlah langkah antisipasi operasional tempat wisata. Rapat koordinasi ini turut dihadiri secara langsung oleh Sekretaris Dinas dan Kepala Bidang Pariwisata. Bagi pengunjung yang tetap ingin merencanakan liburan ke daerah ini, terdapat beberapa langkah penyesuaian yang perlu diperhatikan agar kunjungan wisata tetap berjalan lancar dan aman.

Langkah pertama yang sangat penting adalah mengatur ulang jadwal kunjungan, khususnya untuk destinasi wisata pantai dan bahari. Kawasan wisata pantai di wilayah Bone Bolango saat ini terpantau hanya ramai pada pagi hari, tepatnya mulai pukul 06.00 WITA sampai dengan pukul 07.00 WITA. Ketika waktu memasuki pukul 08.00 WITA hingga sore hari, aktivitas wisata di kawasan pesisir mulai berkurang. Kunjungan wisatawan pada sektor wisata bahari bahkan berkurang drastis setelah pukul 08.00 WITA atau pukul 09.00 WITA. Oleh karena itu, bagi wisatawan yang memiliki rencana untuk menikmati keindahan laut, sangat disarankan untuk datang sedini mungkin sebelum terik matahari dan angin mulai meningkat.

farmigo.id

Copyright 2026 farmigo.id - All Rights Reserved.

Kategori

SosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomy

Langkah kedua adalah mematuhi aturan pembatasan operasional yang telah disepakati oleh pihak Disparpora dan Pokdarwis, yang salah satunya dikoordinasikan di lokasi wisata Hiu Paus Botubarani. Terdapat pemberlakuan larangan masuk ke objek wisata yang dinilai rawan mulai pukul 10.00 WITA hingga sore hari. Pembatasan akses masuk ini diterapkan secara ketat karena faktor angin kencang dan suhu panas yang ekstrem pada rentang waktu tersebut. Wisatawan diharapkan tidak memaksakan diri untuk memasuki area wisata yang rawan pada siang hari demi menghindari dampak buruk dari cuaca ekstrem yang sedang melanda wilayah tersebut.

Baca Juga

Alasan Darije Kalezic Kembali Menangani PSM Makassar Musim 2026/2027

Alasan Darije Kalezic Kembali Menangani PSM Makassar Musim 2026/2027

Langkah ketiga adalah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di perairan laut pada siang hari. Hembusan angin kencang biasanya mulai terjadi saat waktu memasuki di atas pukul 11.00 WITA. Angin kencang ini memicu terjadinya gelombang tinggi yang sangat membahayakan keselamatan para pengunjung. Mengingat risiko tersebut, seluruh aktivitas yang melibatkan fasilitas laut atau berada di pesisir pantai harus disesuaikan dan dihentikan sebelum gelombang tinggi terbentuk. Keselamatan diri harus menjadi prioritas utama saat berwisata di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Langkah keempat berkaitan dengan kunjungan ke destinasi wisata berbasis air tawar. Suhu panas yang melanda saat ini memiliki rata-rata mencapai hampir 30 derajat Celsius, yang pada akhirnya mulai memicu kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Bone Bolango. Kondisi ini berdampak langsung pada tempat wisata seperti Danau Perintis dan Pemandian Lombongo. Penurunan debit air di kedua destinasi wisata tersebut terpantau sudah sangat jauh dari kondisi normal. Wisatawan perlu menyesuaikan ekspektasi dan mempersiapkan diri menghadapi kondisi penyusutan air saat mengunjungi pemandian maupun danau di wilayah ini.

Baca Juga

Kebijakan Wajib Kebun bagi Pabrik Gula Rafinasi dan Dampaknya pada Industri Nasional

Kebijakan Wajib Kebun bagi Pabrik Gula Rafinasi dan Dampaknya pada Industri Nasional

Langkah kelima adalah memusatkan kegiatan liburan pada sore hari di lokasi yang lebih aman dari paparan cuaca ekstrem. Berdasarkan pemantauan pergerakan wisatawan di lapangan, aktivitas pada sore hari praktis terpusat di kawasan wisata Danau Perintis. Destinasi ini menjadi alternatif utama bagi para pengunjung ketika kawasan pantai dan bahari tidak lagi memungkinkan untuk dikunjungi akibat gelombang tinggi dan cuaca panas. Dengan mengikuti panduan serta mematuhi arahan dari Disparpora dan Pokdarwis, wisatawan tetap dapat menikmati daya tarik pariwisata di Kabupaten Bone Bolango dengan tingkat keselamatan yang lebih terjamin.

Ikuti farmigo.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bone BolangoCuaca EkstremDisparporaDanau PerintisPemandian LombongoHiu Paus Botubarani

Berita Terbaru Lainnya

Kinerja Keuangan bank bjb Semester I 2026, Laba Bersih Tumbuh 58,8 Persen dan Aset Capai Rp 228,2 TriliunMemahami Kinerja Kredit dan Manajemen Risiko Perbankan Melalui Laporan Semester I Bank DanamonMengenal Nusantara Explorer, Kereta Wisata Mewah Inisiasi Presiden Prabowo SubiantoFreeport Indonesia Tekankan Etika Bisnis untuk Dukung Produksi BerkelanjutanMemahami Sengkarut Tata Niaga dan Praktik Mafia Beras di IndonesiaPenyebab Tingginya Angka PHK di Tengah Pertumbuhan Ekonomi IndonesiaKPK Cari Celah Hukum Terkait Aturan Baru dalam UU P2SKPentingnya Edukasi Kesehatan Reproduksi di Pesantren untuk Mencegah Kekerasan Seksual

Paling Banyak Dibaca

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

Nasional

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

30 Jul 2026

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

Hukum

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

30 Jul 2026

Kinerja Keuangan bank bjb Semester I 2026, Laba Bersih Tumbuh 58,8 Persen dan Aset Capai Rp 228,2 Triliun

Ekonomi

Kinerja Keuangan bank bjb Semester I 2026, Laba Bersih Tumbuh 58,8 Persen dan Aset Capai Rp 228,2 Triliun

31 Jul 2026

Memahami Kinerja Kredit dan Manajemen Risiko Perbankan Melalui Laporan Semester I Bank Danamon

Ekonomi

Memahami Kinerja Kredit dan Manajemen Risiko Perbankan Melalui Laporan Semester I Bank Danamon

31 Jul 2026

Mengenal Nusantara Explorer, Kereta Wisata Mewah Inisiasi Presiden Prabowo Subianto

Nasional

Mengenal Nusantara Explorer, Kereta Wisata Mewah Inisiasi Presiden Prabowo Subianto

31 Jul 2026

Penyebab Tingginya Angka PHK di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Ekonomi

Penyebab Tingginya Angka PHK di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi NasionalNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom WidiyantoroHukum 路 30 Jul 2026
  3. 3Kinerja Keuangan bank bjb Semester I 2026, Laba Bersih Tumbuh 58,8 Persen dan Aset Capai Rp 228,2 TriliunEkonomi 路 31 Jul 2026
  4. 4Memahami Kinerja Kredit dan Manajemen Risiko Perbankan Melalui Laporan Semester I Bank DanamonEkonomi 路 31 Jul 2026
  5. 5Mengenal Nusantara Explorer, Kereta Wisata Mewah Inisiasi Presiden Prabowo SubiantoNasional 路 31 Jul 2026
General News
Sains & Teknologi
Bisnis
Sepak Bola
Metro
Politik
Transportasi
Gaya Hidup
Megapolitan
Pemerintahan
Yogyakarta
Otomotif & Wirausaha
Layanan Publik
Pendidikan & Karier

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap