Pemerintah Indonesia melalui kementerian dan lembaga terkait saat ini telah menyelesaikan pelaksanaan gelombang pertama untuk program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Program pendidikan dan pelatihan ini secara khusus dirancang untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang akan bertugas sebagai calon manajer di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Setelah sukses merampungkan tahapan awal tersebut, fokus pemerintah kini langsung beralih pada persiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan atau diklat untuk gelombang kedua.
Menjelang pelaksanaan diklat gelombang kedua tersebut, terdapat sebuah kebijakan baru terkait jumlah peserta yang akan diterima. Kuota untuk calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih pada pendidikan dan pelatihan gelombang kedua ini dipastikan akan mengalami pengurangan dibandingkan dengan gelombang sebelumnya. Kepastian mengenai penyusutan jumlah peserta ini disampaikan secara langsung oleh Sekretaris Jenderal








