Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat perkembangan yang signifikan pada sektor manufaktur di Indonesia seiring dengan bertambahnya jumlah pabrik yang beroperasi. Berdasarkan data yang dihimpun dari Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) per 21 Juli 2026, terdapat 152 perusahaan baru yang telah terkonfirmasi mulai berproduksi secara aktif pada semester I tahun 2026. Kehadiran ratusan perusahaan baru ini diiringi dengan aliran modal yang cukup besar, di mana total nilai investasi mencapai Rp 157,56 triliun. Angka investasi yang bernilai ratusan triliun rupiah tersebut membuktikan bahwa sektor manufaktur di Tanah Air masih memiliki daya tarik yang sangat kuat bagi para penanam modal, baik dalam memperluas pasar maupun membangun fasilitas produksi baru.








