farmigo.id
BerandaSosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomyGeneral NewsSains & TeknologiBisnisSepak BolaMetroPolitikTransportasiGaya HidupMegapolitanPemerintahanYogyakartaOtomotif & WirausahaLayanan PublikPendidikan & KarierPopuler
Beranda/Berita

Lockheed Martin Raih Kontrak Rp1.054 Triliun untuk Produksi Rudal Patriot Militer AS

Ding BalangDiterbitkan 30 Jul 2026 - 23.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Lockheed Martin Raih Kontrak Rp1.054 Triliun untuk Produksi Rudal Patriot Militer AS
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Industri pertahanan di Amerika Serikat kembali mencatatkan kesepakatan bernilai fantastis di tengah tingginya kebutuhan persenjataan global. Perusahaan produsen senjata terkemuka, Lockheed Martin, baru saja mengantongi kontrak raksasa dengan nilai mencapai US$58,6 miliar. Angka tersebut setara dengan sekitar Rp1.054,8 triliun jika dihitung menggunakan asumsi kurs Rp18.000 per dolar AS. Kontrak bernilai jumbo ini secara khusus ditujukan untuk memproduksi rudal pencegat Patriot yang selama ini menjadi tulang punggung sistem pertahanan udara Amerika Serikat dan sekutunya. Pengumuman resmi mengenai kesepakatan ini disampaikan langsung oleh pihak Pentagon pada hari Rabu, 29 Juli 2026, yang menegaskan bahwa Angkatan Darat AS telah mempercayakan proyek strategis tersebut kepada Lockheed Martin.

Kesepakatan terbaru ini membawa perubahan besar pada struktur pengadaan alutsista militer Amerika Serikat. Kontrak tersebut secara resmi mengubah kesepakatan awal yang sebelumnya hanya berdurasi satu tahun dengan nilai US$4,7 miliar atau sekitar Rp84,6 triliun. Kini, perjanjian tersebut telah diperluas menjadi kontrak jangka panjang selama tujuh tahun. Melalui pembaruan ini, kerja sama antara Angkatan Darat AS dan Lockheed Martin akan mencakup pengadaan rudal Patriot secara berkesinambungan untuk tahun fiskal 2026 hingga tahun 2032 mendatang. Langkah ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah untuk memastikan ketersediaan pasokan pertahanan dalam jangka waktu yang panjang.

farmigo.id

Copyright 2026 farmigo.id - All Rights Reserved.

Kategori

SosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomy

Merespons kucuran dana yang masif tersebut, Lockheed Martin menyatakan bahwa pendanaan baru ini akan sangat membantu perusahaan dalam mempercepat pencapaian target produksi mereka. Secara spesifik, perusahaan berambisi untuk melipatgandakan kapasitas produksi rudal Patriot PAC-3 MSE pada akhir tahun 2030. Sebelumnya, perusahaan pertahanan ini juga telah menargetkan agar produksi rudal Patriot PAC-3 dapat terus meningkat hingga menyentuh angka 2.000 unit per tahunnya. Untuk merealisasikan target ambisius tersebut, Lockheed Martin berencana untuk menambah jumlah tenaga kerja di fasilitas produksi mereka yang berlokasi di Camden, Arkansas. Penambahan pekerja ini diperkirakan mencapai sekitar 50 persen, yang akan mendongkrak jumlah karyawan dari awalnya 1.200 orang menjadi sekitar 1.850 pekerja.

Baca Juga

Mensesneg Prasetyo Hadi Pastikan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet di Awal Agustus

Mensesneg Prasetyo Hadi Pastikan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet di Awal Agustus

Upaya peningkatan kapasitas produksi ini juga dibarengi dengan rencana perbaikan infrastruktur secara besar-besaran. Lockheed Martin telah menyiapkan alokasi investasi yang sangat besar, yakni di kisaran US$8 miliar hingga US$9 miliar, atau setara dengan sekitar Rp144 triliun hingga Rp162 triliun. Dana investasi jangka panjang yang disiapkan hingga tahun 2030 ini akan difokuskan untuk memodernisasi lebih dari 20 fasilitas produksi perusahaan yang tersebar di berbagai wilayah Amerika Serikat. Rencana modernisasi yang komprehensif ini termasuk pembangunan pusat produksi amunisi baru yang rencananya akan didirikan di negara bagian Alabama dan Arkansas, guna menopang kelancaran rantai pasok alutsista.

Langkah agresif dalam pengadaan dan produksi rudal ini sangat beralasan jika melihat kondisi ketersediaan senjata Amerika Serikat saat ini. Berdasarkan estimasi yang dirilis oleh lembaga kajian Centre for Strategic and International Studies (CSIS), militer AS diperkirakan hanya memiliki kurang dari 1.000 rudal Patriot yang siap digunakan. Selain itu, stok rudal THAAD yang dimiliki juga diperkirakan berada di angka kurang dari 250 unit. Menipisnya persediaan persenjataan ini menjadi perhatian serius bagi sektor pertahanan. Di sisi lain, kebijakan politik dalam negeri turut memberikan tekanan tersendiri bagi para pelaku industri. Pada bulan Januari lalu, Donald Trump telah menandatangani sebuah perintah eksekutif yang bertujuan untuk mengidentifikasi kontraktor pemerintah yang dinilai berkinerja buruk dalam menjalankan kewajibannya, namun tetap membagikan keuntungan kepada para pemegang saham perusahaan.

Baca Juga

Bapanas Cabut Izin Edar Beras Fortifikasi dan Klaim Gizi Bermasalah di Jakarta

Bapanas Cabut Izin Edar Beras Fortifikasi dan Klaim Gizi Bermasalah di Jakarta

Fenomena peningkatan anggaran pertahanan ini tidak hanya menjadi fokus utama di Amerika Serikat, tetapi juga mulai merambat ke negara-negara lain yang berupaya memperkuat postur militer mereka. Sebagai contoh, Inggris saat ini tengah mempertimbangkan langkah-langkah strategis untuk mendukung pendanaan militernya. Negara tersebut bahkan mulai mewacanakan penerbitan kembali obligasi perang atau yang dikenal dengan istilah war bond. Instrumen keuangan historis ini dipertimbangkan sebagai salah satu solusi untuk membantu membiayai peningkatan anggaran pertahanan nasional mereka di tengah dinamika keamanan global yang terus berkembang.

Ikuti farmigo.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald TrumpAmerika SerikatLockheed MartinRudal PatriotPentagonIndustri Pertahanan

Berita Terbaru Lainnya

Memahami Proses Pergantian Gubernur Bank Indonesia Setelah Pengunduran Diri Perry WarjiyoPelaksanaan Akad Massal 62 Ribu Rumah Subsidi KPR Sejahtera FLPPKemenperin Siapkan War Room untuk Pantau Kinerja dan Cegah Penutupan PabrikStrategi Membangun Resiliensi Berkelanjutan Berbasis Desa Menurut Inisiasi Indonesia di ACDMKolaborasi Sosial Perluas Akses Air Minum Layak bagi Warga BekasiProses Logistik dan Rincian Penerimaan Ekspor Kelapa Sawit dari Pangkalan BunPenetapan Pengusaha Nurman Herin Sebagai Tersangka Kasus TPPU Eks Jampidsus Febrie AdriansyahKejagung Berencana Titipkan Saksi Ferry Boboho ke LPSK demi Keamanan

Paling Banyak Dibaca

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

Nasional

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

30 Jul 2026

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

Hukum

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

30 Jul 2026

Memahami Proses Pergantian Gubernur Bank Indonesia Setelah Pengunduran Diri Perry Warjiyo

Nasional

Memahami Proses Pergantian Gubernur Bank Indonesia Setelah Pengunduran Diri Perry Warjiyo

31 Jul 2026

Pelaksanaan Akad Massal 62 Ribu Rumah Subsidi KPR Sejahtera FLPP

Nasional

Pelaksanaan Akad Massal 62 Ribu Rumah Subsidi KPR Sejahtera FLPP

31 Jul 2026

Kemenperin Siapkan War Room untuk Pantau Kinerja dan Cegah Penutupan Pabrik

Ekonomi

Kemenperin Siapkan War Room untuk Pantau Kinerja dan Cegah Penutupan Pabrik

31 Jul 2026

Kolaborasi Sosial Perluas Akses Air Minum Layak bagi Warga Bekasi

Berita Nasional

Kolaborasi Sosial Perluas Akses Air Minum Layak bagi Warga Bekasi

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi NasionalNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom WidiyantoroHukum 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Proses Pergantian Gubernur Bank Indonesia Setelah Pengunduran Diri Perry WarjiyoNasional 路 31 Jul 2026
  4. 4Pelaksanaan Akad Massal 62 Ribu Rumah Subsidi KPR Sejahtera FLPPNasional 路 31 Jul 2026
  5. 5Kemenperin Siapkan War Room untuk Pantau Kinerja dan Cegah Penutupan PabrikEkonomi 路 31 Jul 2026
General News
Sains & Teknologi
Bisnis
Sepak Bola
Metro
Politik
Transportasi
Gaya Hidup
Megapolitan
Pemerintahan
Yogyakarta
Otomotif & Wirausaha
Layanan Publik
Pendidikan & Karier

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap