farmigo.id
BerandaSosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomyGeneral NewsSains & TeknologiBisnisSepak BolaMetroPolitikTransportasiGaya HidupMegapolitanPemerintahanYogyakartaOtomotif & WirausahaLayanan PublikPendidikan & KarierPopuler
Beranda/News

Kronologi dan Duduk Perkara Kericuhan Kelompok Pesilat di Surabaya

Horas TobingDiterbitkan 1 Agu 2026 - 06.29 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kronologi dan Duduk Perkara Kericuhan Kelompok Pesilat di Surabaya
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Peristiwa kericuhan yang melibatkan ribuan anggota kelompok pesilat PSHT di Surabaya menjadi sorotan utama dalam dinamika keamanan kota. Aksi massa yang awalnya ditujukan sebagai bentuk protes terhadap sebuah insiden kekerasan ini berujung pada bentrokan dengan aparat keamanan. Kejadian bermula ketika ribuan anggota kelompok tersebut mulai merangsek maju menuju sebuah kantor debt collector yang berlokasi di Jalan Teuku Umar, Surabaya. Namun, pergerakan mereka dihentikan oleh aparat kepolisian dan TNI yang telah bersiaga melakukan penyekatan di persimpangan Jalan RA Kartini, yang pada akhirnya memicu gesekan fisik dan bentrokan yang tidak terhindarkan di lapangan.

farmigo.id

Copyright 2026 farmigo.id - All Rights Reserved.

Kategori

SosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomy

Pemicu utama dari aksi massa besar-besaran ini adalah peristiwa kekerasan yang menimpa salah satu anggota kelompok pesilat tersebut. Korban, yang diketahui sehari-hari berprofesi sebagai petugas parkir di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, menjadi korban pembacokan. Tindakan kekerasan tersebut dilakukan oleh oknum penagih utang atau debt collector. Kejadian berdarah inilah yang kemudian memantik rasa solidaritas dan kemarahan dari ribuan rekan-rekannya sesama anggota kelompok pesilat, yang menuntut agar pihak berwajib segera mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku.

Sebagai bentuk respons dan solidaritas atas kejadian tersebut, ribuan anggota kelompok pesilat mulai berkumpul dan berdatangan ke Mapolrestabes Surabaya pada hari Jumat (31/7). Konsentrasi massa mulai terlihat memadati area markas kepolisian tersebut sejak sekitar pukul 14.30 WIB. Setelah menyelesaikan aksi di Mapolrestabes Surabaya, massa tidak langsung membubarkan diri. Mereka justru bergerak bersama-sama merangsek maju menuju kantor debt collector yang menjadi sasaran protes mereka di Jalan Teuku Umar.

Baca Juga

Identitas Kependudukan Digital Kementerian Dalam Negeri Raih Penghargaan Top Public Service Application

Identitas Kependudukan Digital Kementerian Dalam Negeri Raih Penghargaan Top Public Service Application

Pergerakan massa dalam jumlah besar ini segera diantisipasi oleh petugas keamanan gabungan. Untuk mencegah massa mendekati sasaran, aparat kepolisian dan TNI melakukan blokade ketat di persimpangan Jalan RA Kartini. Titik penyekatan ini berada pada jarak yang cukup dekat, yakni hanya berkisar 200 hingga 300 meter dari kantor debt collector yang dituju. Akibat tertahan oleh barikade petugas dan dilarang untuk melintas lebih jauh, kekecewaan massa pun tersulut. Situasi yang memanas berujung pada tindakan pelemparan di mana rombongan pesilat melemparkan berbagai benda ke arah petugas, termasuk botol, batu, dan kayu. Bentrokan ini mengakibatkan satu personel TNI dilaporkan terluka akibat terkena lemparan dari arah kerumunan massa.

Guna mengendalikan situasi dan mengamankan area sekitar secara menyeluruh, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengambil langkah taktis dengan mengerahkan kekuatan penuh. Sebanyak 1.839 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI dan Polri diterjunkan langsung ke lokasi untuk mengamankan aksi protes tersebut. Sebagai upaya pembatasan ruang gerak massa, petugas kepolisian telah menutup akses lalu lintas di Jalan Cokroaminoto dan Jalan Teuku Umar. Selain itu, beberapa unit mobil lapis baja pengurai massa disiagakan di sekitar lokasi, didukung oleh kehadiran ratusan personel dari pasukan Dalmas dan Brimob yang berjaga di dekat kantor debt collector.

Baca Juga

Mengklarifikasi Transaksi Properti Masa Lalu Saat Penyelidikan TPPU oleh KPK

Mengklarifikasi Transaksi Properti Masa Lalu Saat Penyelidikan TPPU oleh KPK

Selain fokus pada pengamanan di pusat kota dan titik bentrokan, pihak kepolisian juga memperketat pengawasan di wilayah perbatasan. Petugas disiagakan di berbagai titik perbatasan keluar dan masuk kota guna menghalau kedatangan anggota kelompok pesilat dari luar daerah agar tidak ikut masuk ke Surabaya. Kapolrestabes Surabaya juga secara khusus menginstruksikan seluruh jajarannya untuk mewaspadai potensi masuknya penyusup di tengah kerumunan massa aksi. Petugas diminta untuk mencurigai individu-individu dengan ciri-ciri mengenakan masker, hoodie, atau penutup kepala yang digunakan untuk menyamarkan identitas. Kewaspadaan ini menjadi sangat penting, mengingat Luthfie mencatat bahwa sebagian besar anggota kelompok silat yang ikut serta dalam aksi tersebut masih di bawah umur dan memiliki kondisi emosi yang tidak stabil.

Ikuti farmigo.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

PolriTNISurabayaPSHTBentrokan

Berita Terbaru Lainnya

Cara Menganalisis Kinerja Keuangan Perbankan Melalui Laporan Maybank IndonesiaRencana Strategis Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGPenilaian Rahayu Saraswati Djojohadikusumo Terhadap Progres Pembangunan Ibu Kota NusantaraCara Membaca Data Penjualan GAIKINDO untuk Mengetahui Tren Pasar OtomotifPerkembangan Pembangunan Tahap II Ibu Kota Nusantara Menuju 2028Pandangan Prabowo Mengenai Devide et Impera dan Ancaman bagi Negara Kaya Sumber Daya AlamPersiapan Masuk Sekolah Rakyat Terintegrasi Lampung untuk Tahun Ajaran BaruProses dan Syarat Pengurusan Izin Sementara Rumah Ibadah GMS di Bantul

Paling Banyak Dibaca

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

Nasional

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

30 Jul 2026

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis Survei

Politik

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis Survei

31 Jul 2026

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

Hukum

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

30 Jul 2026

Cara Menganalisis Kinerja Keuangan Perbankan Melalui Laporan Maybank Indonesia

Keuangan

Cara Menganalisis Kinerja Keuangan Perbankan Melalui Laporan Maybank Indonesia

1 Agu 2026

Rencana Strategis Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Bisnis

Rencana Strategis Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

1 Agu 2026

Penilaian Rahayu Saraswati Djojohadikusumo Terhadap Progres Pembangunan Ibu Kota Nusantara

Nasional

Penilaian Rahayu Saraswati Djojohadikusumo Terhadap Progres Pembangunan Ibu Kota Nusantara

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi NasionalNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis SurveiPolitik 路 31 Jul 2026
  3. 3Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom WidiyantoroHukum 路 30 Jul 2026
  4. 4Cara Menganalisis Kinerja Keuangan Perbankan Melalui Laporan Maybank IndonesiaKeuangan 路 1 Agu 2026
  5. 5Rencana Strategis Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGBisnis 路 1 Agu 2026
General News
Sains & Teknologi
Bisnis
Sepak Bola
Metro
Politik
Transportasi
Gaya Hidup
Megapolitan
Pemerintahan
Yogyakarta
Otomotif & Wirausaha
Layanan Publik
Pendidikan & Karier

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap