Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam berupaya meningkatkan kualitas literasi nasional yang saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan baru. Salah satu langkah nyata dan terukur yang diambil oleh pemerintah adalah dengan mendistribusikan jutaan buku bacaan bermutu ke berbagai wilayah di tanah air.
Program pengiriman buku ini menjadi sangat krusial di tengah peringatan para guru dan pakar pendidikan mengenai adanya erosi kemampuan mengeja pada siswa. Penurunan literasi dasar ini disebut semakin diperparah oleh masifnya penggunaan teknologi sehari-hari, seperti fitur koreksi otomatis atau autocorrect serta pemanfaatan aplikasi kecerdasan buatan seperti ChatGPT di kalangan pelajar.








