Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) belakangan ini terus menjadi sorotan di sektor ekonomi nasional. Penurunan nilai tukar mata uang ini dinilai lebih banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berasal dari dalam negeri dibandingkan dengan gejolak perekonomian global. Kondisi tersebut secara nyata tercermin dari kinerja rupiah yang saat ini masih tercatat sebagai salah satu mata uang dengan tingkat pelemahan terdalam di kawasan Asia.
Situasi pelemahan ini tampak semakin kontras ketika disandingkan dengan pergerakan nilai tukar mata uang negara-negara tetangga di kawasan Asia. Pada saat mata uang lain seperti ringgit Malaysia, baht Thailand, hingga peso Filipina sudah mulai menunjukkan tanda-tanda penguatan, rupiah justru masih terus berada dalam tren pelemahan. Bahkan, terdapat beberapa laporan yang secara spesifik menyebutkan bahwa kinerja rupiah saat ini masuk ke dalam jajaran tiga mata uang dengan performa terburuk.








