farmigo.id
BerandaSosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomyGeneral NewsSains & TeknologiBisnisSepak BolaMetroPolitikTransportasiGaya HidupMegapolitanPemerintahanYogyakartaOtomotif & WirausahaLayanan PublikPendidikan & KarierPopuler
Beranda/Internasional

Dampak Pembangunan Infrastruktur Kota Mumbai Terhadap Kelestarian Hutan Mangrove

Horas TobingDiterbitkan 30 Jul 2026 - 23.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dampak Pembangunan Infrastruktur Kota Mumbai Terhadap Kelestarian Hutan Mangrove
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Otoritas Kota Mumbai tengah menjalankan berbagai proyek infrastruktur raksasa yang ditujukan untuk memperlancar konektivitas sekaligus menekan tingkat kemacetan di pusat perekonomian India tersebut. Akan tetapi, inisiatif pembangunan ini memicu kecemasan publik terkait dampaknya terhadap lingkungan sekitar. Laporan Channel News Asia (CNA) pada hari Kamis, 30 Juli 2026, menyebutkan bahwa konstruksi jalan pesisir pantai baru yang membentang sejauh 26 kilometer diperkirakan akan mengorbankan kurang lebih 45.000 pohon bakau atau mangrove. Situasi ini melahirkan sejumlah pertanyaan di tengah masyarakat mengenai nasib lingkungan pesisir kota. Berikut adalah rangkuman tanya jawab seputar ancaman yang membayangi ekosistem mangrove Mumbai.

Mengapa keberadaan hutan mangrove dinilai sangat krusial bagi keselamatan Kota Mumbai?

farmigo.id

Copyright 2026 farmigo.id - All Rights Reserved.

Kategori

SosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomy

Kawasan mangrove memegang peranan vital sebagai pelindung alami kota dari risiko banjir akibat gelombang pasang, luapan air laut, dan ancaman perubahan iklim. Direktur kelompok lingkungan Vanashakti, Stalin Dayanand, menerangkan bahwa Mumbai pada dasarnya merupakan kota kepulauan yang terbentuk dari hasil reklamasi lahan. Masalah ini semakin mendesak mengingat Mumbai berada di dataran pesisir yang rendah, sehingga menjadikannya sangat sensitif terhadap kenaikan permukaan air laut. Saat musim monsun melanda, curah hujan yang tinggi secara rutin memicu banjir yang melumpuhkan rutinitas harian warga. Bencana tahunan ini terus diperparah oleh laju urbanisasi pesat selama puluhan tahun yang sayangnya tidak diimbangi oleh peningkatan kapasitas infrastruktur drainase.

Bagaimana strategi pemerintah setempat dalam menangani kerusakan lahan mangrove akibat proyek tersebut?

Baca Juga

Mensesneg Prasetyo Hadi Pastikan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet di Awal Agustus

Mensesneg Prasetyo Hadi Pastikan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet di Awal Agustus

Sebagai bentuk tanggung jawab, Pengadilan Tinggi Bombay telah menginstruksikan penanaman kompensasi berupa sekitar 174.000 pohon mangrove baru. Pihak perencana proyek juga telah berkomitmen untuk menanam bibit mangrove dalam jumlah tiga hingga lima kali lipat lebih banyak dibandingkan pohon yang ditebang. Rencananya, proses penanaman kembali ini akan difokuskan pada sejumlah area, termasuk di sepanjang koridor jalan tol baru setelah tahap konstruksi rampung. Di tingkat daerah, Pemerintah Negara Bagian Maharashtra sebenarnya telah mengaktifkan unit khusus bernama Mangrove Cell sejak tahun 2012. Unit ini memiliki mandat untuk melindungi, mengonservasi, merestorasi lahan yang rusak, serta menggelar patroli rutin untuk mencegah aksi penyerobotan lahan. Anggota Dewan Legislatif Maharashtra, Ameet Satam, juga turut menyuarakan komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan lingkungan tersebut.

Mengapa kelompok aktivis meragukan efektivitas program penanaman mangrove baru ini?

Para pegiat lingkungan dan kritikus menegaskan bahwa bibit mangrove yang baru ditanam tidak bisa secara instan mengambil alih fungsi ekologis dari hutan yang telah matang. Ekosistem mangrove membutuhkan waktu hingga puluhan tahun untuk dapat berkembang pesat dan berfungsi secara optimal. Selama fase pertumbuhan tersebut, habitat alami satwa liar berada dalam ancaman kepunahan, sementara sumber penghidupan komunitas nelayan setempat berisiko mengalami gangguan yang drastis. Kekhawatiran ini semakin diperkuat oleh data historis yang mencatat hilangnya sekitar 40 persen kawasan hutan mangrove di Mumbai antara tahun 1991 hingga 2001, yang utamanya didorong oleh masifnya laju urbanisasi.

Baca Juga

Bapanas Cabut Izin Edar Beras Fortifikasi dan Klaim Gizi Bermasalah di Jakarta

Bapanas Cabut Izin Edar Beras Fortifikasi dan Klaim Gizi Bermasalah di Jakarta

Apa saja solusi alternatif yang direkomendasikan para ahli untuk menyelesaikan krisis lingkungan dan infrastruktur ini?

Untuk menekan tingkat kerusakan ekosistem, Stalin Dayanand mengusulkan agar desain proyek infrastruktur diubah menjadi jalur layang atau dibangun di bawah tanah. Selain meminimalkan dampak langsung pada area mangrove, pendekatan ini dianggap lebih berwawasan lingkungan. Sementara itu, para pakar tata ruang memperingatkan bahwa sekadar melindungi mangrove tidak akan serta-merta menuntaskan problem banjir menahun di Mumbai. Upaya pelestarian alam tersebut harus diintegrasikan dengan modernisasi sistem drainase secara komprehensif. Selain itu, pemerintah juga dituntut untuk menyusun perencanaan tata ruang kota yang lebih matang dan mengimplementasikan strategi adaptasi iklim demi melindungi masa depan kota beserta seluruh penduduknya.

Ikuti farmigo.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

InfrastrukturMumbaiIndiaMangroveLingkungan Hidup

Berita Terbaru Lainnya

Memahami Proses Pergantian Gubernur Bank Indonesia Setelah Pengunduran Diri Perry WarjiyoPelaksanaan Akad Massal 62 Ribu Rumah Subsidi KPR Sejahtera FLPPKemenperin Siapkan War Room untuk Pantau Kinerja dan Cegah Penutupan PabrikStrategi Membangun Resiliensi Berkelanjutan Berbasis Desa Menurut Inisiasi Indonesia di ACDMKolaborasi Sosial Perluas Akses Air Minum Layak bagi Warga BekasiProses Logistik dan Rincian Penerimaan Ekspor Kelapa Sawit dari Pangkalan BunPenetapan Pengusaha Nurman Herin Sebagai Tersangka Kasus TPPU Eks Jampidsus Febrie AdriansyahKejagung Berencana Titipkan Saksi Ferry Boboho ke LPSK demi Keamanan

Paling Banyak Dibaca

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

Nasional

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

30 Jul 2026

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

Hukum

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

30 Jul 2026

Memahami Proses Pergantian Gubernur Bank Indonesia Setelah Pengunduran Diri Perry Warjiyo

Nasional

Memahami Proses Pergantian Gubernur Bank Indonesia Setelah Pengunduran Diri Perry Warjiyo

31 Jul 2026

Pelaksanaan Akad Massal 62 Ribu Rumah Subsidi KPR Sejahtera FLPP

Nasional

Pelaksanaan Akad Massal 62 Ribu Rumah Subsidi KPR Sejahtera FLPP

31 Jul 2026

Kemenperin Siapkan War Room untuk Pantau Kinerja dan Cegah Penutupan Pabrik

Ekonomi

Kemenperin Siapkan War Room untuk Pantau Kinerja dan Cegah Penutupan Pabrik

31 Jul 2026

Kolaborasi Sosial Perluas Akses Air Minum Layak bagi Warga Bekasi

Berita Nasional

Kolaborasi Sosial Perluas Akses Air Minum Layak bagi Warga Bekasi

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi NasionalNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom WidiyantoroHukum 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Proses Pergantian Gubernur Bank Indonesia Setelah Pengunduran Diri Perry WarjiyoNasional 路 31 Jul 2026
  4. 4Pelaksanaan Akad Massal 62 Ribu Rumah Subsidi KPR Sejahtera FLPPNasional 路 31 Jul 2026
  5. 5Kemenperin Siapkan War Room untuk Pantau Kinerja dan Cegah Penutupan PabrikEkonomi 路 31 Jul 2026
General News
Sains & Teknologi
Bisnis
Sepak Bola
Metro
Politik
Transportasi
Gaya Hidup
Megapolitan
Pemerintahan
Yogyakarta
Otomotif & Wirausaha
Layanan Publik
Pendidikan & Karier

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap