Kasus dugaan penculikan yang melibatkan anggota keluarga sendiri sering kali memerlukan proses penanganan hukum yang teliti dari pihak kepolisian. Salah satu insiden yang saat ini menjadi sorotan adalah kasus yang menimpa seorang atlet golf putri bernama Jesslyn Wijaya Lay. Pihak kepolisian menyatakan bahwa sekelompok orang yang membawa kabur Jesslyn beraksi atas perintah dari ibu kandung korban. Tindakan ini didasari oleh ketidaksetujuan sang ibu terhadap jalinan asmara antara Jesslyn dan kekasihnya. Peristiwa dugaan penculikan tersebut terjadi pada hari Senin, 13 Juli, sekitar pukul 19.45 WIB. Saat itu, Jesslyn sedang menghadiri acara perayaan ulang tahun neneknya yang berlokasi di Restoran Saung Kita, kawasan Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Langkah pertama yang dilakukan dalam proses penyelidikan kasus seperti ini adalah mencermati kronologi kejadian di tempat kejadian perkara. Andi Darti selaku kuasa hukum keluarga memaparkan bahwa peristiwa bermula tepat sebelum perayaan ulang tahun sang nenek dimulai. Korban mendadak mengalami penutupan mata dan segera digotong oleh dua pria berbadan besar ke arah sebuah mobil hitam. Saat kejadian berlangsung, korban didengar menjerit menuntut bantuan dan berupaya meloloskan diri dari mobil tersebut. Akan tetapi, para pelaku kembali mendesaknya masuk ke dalam kendaraan. Para saksi mata di tempat kejadian menyebutkan adanya kehadiran kurang lebih lima pria saat insiden itu terjadi.








