farmigo.id
BerandaSosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomyGeneral NewsSains & TeknologiBisnisSepak BolaMetroPolitikTransportasiGaya HidupMegapolitanPemerintahanYogyakartaOtomotif & WirausahaLayanan PublikPendidikan & KarierPopuler
Beranda/Internasional

Cara Jaringan Minyak Iran Menembus Sanksi Internasional di Perairan Asia Tenggara

Yolanda SompaDiterbitkan 30 Jul 2026 - 23.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Cara Jaringan Minyak Iran Menembus Sanksi Internasional di Perairan Asia Tenggara
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Sanksi ekonomi dan blokade laut sering kali menjadi instrumen utama bagi negara-negara Barat untuk membatasi ruang gerak perdagangan suatu negara. Sejak blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran kembali dilanjutkan pada 14 Juli lalu, berbagai cara digunakan oleh jaringan perdagangan minyak untuk tetap menyalurkan pasokannya ke pasar global. Salah satu wilayah yang menjadi pusat aktivitas ini adalah kawasan Outer Port Limits (EOPL) Malaysia di Laut China Selatan. Berikut adalah tahapan dan metode yang digunakan untuk menyiasati blokade tersebut guna memastikan aliran ekspor minyak mentah ke pasar internasional tetap berjalan.

Langkah pertama yang dilakukan dalam rantai distribusi ini adalah memanipulasi sistem navigasi kapal tanker. Sebagai contoh, kapal tanker minyak bernama Humanity mematikan sistem identifikasi otomatis (AIS) mereka saat melintasi kawasan EOPL Malaysia di Laut China Selatan. Menurut data satelit sejak awal tahun ini, tercatat ada 62 kapal yang memancarkan identitas palsu atau memilih tidak mengaktifkan sistem navigasi mereka. Kapal-kapal tersebut bergerak di rute antara wilayah Teluk, EOPL, Hong Kong, hingga ke wilayah China utara. Dengan mematikan atau memalsukan data identitas ini, kapal-kapal tersebut dapat menghindari pelacakan langsung oleh otoritas internasional saat mempersiapkan transfer kargo antar-kapal.

farmigo.id

Copyright 2026 farmigo.id - All Rights Reserved.

Kategori

SosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomy

Langkah kedua adalah memanfaatkan perairan EOPL Malaysia untuk menyamarkan keberadaan kapal dan melakukan aktivitas pemindahan muatan. Kawasan perairan ini memiliki luas mencapai 1.200 kilometer persegi dan terletak sekitar 70 kilometer dari garis pantai, yang secara geografis masuk ke dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Pada hari biasa, kawasan ini bisa menampung hingga 200 kapal yang lego jangkar secara bersamaan. Diperkirakan sekitar setengah dari total kapal yang berlabuh di kawasan tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan jaringan perdagangan minyak Iran. Hingga hari Kamis, sedikitnya 18 kapal tanker berbendera Iran dan 50 kapal yang dijatuhi sanksi Amerika Serikat maupun Uni Eropa terpantau masih beroperasi di EOPL.

Baca Juga

Mensesneg Prasetyo Hadi Pastikan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet di Awal Agustus

Mensesneg Prasetyo Hadi Pastikan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet di Awal Agustus

Langkah ketiga adalah mengarahkan penjualan kepada pembeli khusus yang tidak rentan terhadap sanksi keuangan global. Alih-alih bertransaksi dengan badan usaha milik negara energi raksasa China seperti CNPC, Sinopec, dan CNOOC yang sangat terpapar oleh sistem keuangan Amerika Serikat, minyak mentah Iran dialirkan ke kilang-kilang independen skala kecil. Fasilitas pengolahan minyak yang dikenal sebagai kilang teapot ini menjadi pembeli utama karena memiliki paparan yang sangat rendah terhadap sistem keuangan AS. Posisi mereka juga diperkuat oleh perlindungan domestik, di mana pemerintah China memblokir sanksi Departemen Keuangan AS terhadap lima kilang teapot pada akhir April lalu.

Langkah keempat adalah menggunakan jalur pembayaran alternatif dan menyamarkan asal-usul komoditas pada dokumen bea cukai resmi. Penjualan minyak Iran ke kilang-kilang di China difasilitasi oleh Sistem Pembayaran Antarbank Lintas Batas atau Cross-Border Interbank Payment System (CIPS) milik China. Sistem ini memungkinkan transaksi pembayaran menggunakan mata uang yuan di luar jaringan SWIFT yang dipantau oleh Amerika Serikat. Melalui metode ini, Iran berhasil mengekspor sekitar 1,4 juta barel minyak per hari ke China pada tahun lalu. Untuk menyempurnakan prosesnya, laporan resmi dari bea cukai China menyamarkan impor minyak mentah tersebut dengan mencatatnya sebagai komoditas yang diimpor dari Malaysia, meskipun angka tersebut melonjak melampaui kapasitas produksi minyak Malaysia itu sendiri.

Baca Juga

Bapanas Cabut Izin Edar Beras Fortifikasi dan Klaim Gizi Bermasalah di Jakarta

Bapanas Cabut Izin Edar Beras Fortifikasi dan Klaim Gizi Bermasalah di Jakarta

Meskipun taktik ini berhasil berjalan, terdapat sejumlah tantangan dari otoritas terkait serta dampak dari konflik geopolitik yang sedang berlangsung. Pemerintah Malaysia pada bulan Juni lalu telah mengamandemen Undang-Undang ZEE untuk menindak tegas aktivitas lego jangkar ilegal, pengisian bahan bakar (bunkering), serta transfer kargo tanpa izin di wilayah perairan mereka. Selain itu, dinamika pasar juga memengaruhi volume perdagangan ini. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa pembelian minyak mentah Iran oleh kilang-kilang di China sebenarnya telah mengalami penurunan sekitar 40 persen sejak konflik bersenjata meletus. Kendati demikian, jaringan perantara di kawasan EOPL terbukti masih menjadi jalur utama dalam mempertahankan sisa aliran ekspor minyak Iran.

Ikuti farmigo.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Ekspor MinyakSanksi EkonomiLaut China SelatanKapal TankerEnergi Global

Berita Terbaru Lainnya

Memahami Proses Pergantian Gubernur Bank Indonesia Setelah Pengunduran Diri Perry WarjiyoPelaksanaan Akad Massal 62 Ribu Rumah Subsidi KPR Sejahtera FLPPKemenperin Siapkan War Room untuk Pantau Kinerja dan Cegah Penutupan PabrikStrategi Membangun Resiliensi Berkelanjutan Berbasis Desa Menurut Inisiasi Indonesia di ACDMKolaborasi Sosial Perluas Akses Air Minum Layak bagi Warga BekasiProses Logistik dan Rincian Penerimaan Ekspor Kelapa Sawit dari Pangkalan BunPenetapan Pengusaha Nurman Herin Sebagai Tersangka Kasus TPPU Eks Jampidsus Febrie AdriansyahKejagung Berencana Titipkan Saksi Ferry Boboho ke LPSK demi Keamanan

Paling Banyak Dibaca

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

Nasional

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

30 Jul 2026

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

Hukum

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

30 Jul 2026

Memahami Proses Pergantian Gubernur Bank Indonesia Setelah Pengunduran Diri Perry Warjiyo

Nasional

Memahami Proses Pergantian Gubernur Bank Indonesia Setelah Pengunduran Diri Perry Warjiyo

31 Jul 2026

Pelaksanaan Akad Massal 62 Ribu Rumah Subsidi KPR Sejahtera FLPP

Nasional

Pelaksanaan Akad Massal 62 Ribu Rumah Subsidi KPR Sejahtera FLPP

31 Jul 2026

Kemenperin Siapkan War Room untuk Pantau Kinerja dan Cegah Penutupan Pabrik

Ekonomi

Kemenperin Siapkan War Room untuk Pantau Kinerja dan Cegah Penutupan Pabrik

31 Jul 2026

Kolaborasi Sosial Perluas Akses Air Minum Layak bagi Warga Bekasi

Berita Nasional

Kolaborasi Sosial Perluas Akses Air Minum Layak bagi Warga Bekasi

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi NasionalNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom WidiyantoroHukum 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Proses Pergantian Gubernur Bank Indonesia Setelah Pengunduran Diri Perry WarjiyoNasional 路 31 Jul 2026
  4. 4Pelaksanaan Akad Massal 62 Ribu Rumah Subsidi KPR Sejahtera FLPPNasional 路 31 Jul 2026
  5. 5Kemenperin Siapkan War Room untuk Pantau Kinerja dan Cegah Penutupan PabrikEkonomi 路 31 Jul 2026
General News
Sains & Teknologi
Bisnis
Sepak Bola
Metro
Politik
Transportasi
Gaya Hidup
Megapolitan
Pemerintahan
Yogyakarta
Otomotif & Wirausaha
Layanan Publik
Pendidikan & Karier

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap