farmigo.id
BerandaSosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomyGeneral NewsSains & TeknologiBisnisSepak BolaMetroPolitikTransportasiGaya HidupMegapolitanPemerintahanYogyakartaOtomotif & WirausahaLayanan PublikPendidikan & KarierPopuler
Beranda/Ekonomi

Tren Kenaikan Tabungan Valuta Asing dan Rekening Dolar Amerika Serikat di Indonesia

Parlin SinagaDiterbitkan 31 Jul 2026 - 00.31 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Tren Kenaikan Tabungan Valuta Asing dan Rekening Dolar Amerika Serikat di Indonesia
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Masyarakat Indonesia kini menunjukkan minat yang semakin tinggi dalam menyimpan dana menggunakan mata uang asing, khususnya dolar Amerika Serikat. Berdasarkan data distribusi dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per Juni 2026, jumlah rekening dolar Amerika Serikat di Indonesia mengalami lonjakan yang sangat tajam. Pertumbuhan kepemilikan rekening dolar Amerika Serikat tersebut tercatat naik sebesar 185,5 persen secara tahunan per Juni 2026. Fenomena peningkatan kepemilikan rekening valuta asing ini mencerminkan adanya pergeseran perilaku masyarakat dalam mengelola keuangan pribadi mereka. Tren ini menjadi perhatian penting dalam lanskap perbankan nasional, mengingat angka pertumbuhannya yang mencapai tiga digit dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Kenaikan yang signifikan ini menandakan bahwa masyarakat semakin aktif mencari instrumen penyimpanan dana di luar mata uang rupiah.

Seiring dengan meroketnya jumlah rekening baru, nilai nominal tabungan dalam mata uang asing di perbankan nasional juga mencatatkan pertumbuhan yang positif. Data menunjukkan bahwa jumlah nominal pada rekening tabungan valuta asing telah mencapai angka Rp1.741,46 triliun. Angka nominal simpanan valas ini merepresentasikan kenaikan sebesar 19,5 persen secara tahunan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Meskipun pertumbuhan persentase nominalnya berada di level dua digit dan tidak setinggi persentase lonjakan jumlah rekeningnya, nilai total yang melampaui seribu triliun rupiah ini menegaskan besarnya volume dana masyarakat yang terparkir dalam bentuk valuta asing. Hal ini memperlihatkan bahwa instrumen valuta asing semakin mendapatkan tempat sebagai salah satu sarana penyimpanan kekayaan bagi para nasabah di Indonesia.

farmigo.id

Copyright 2026 farmigo.id - All Rights Reserved.

Kategori

SosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomy

Menanggapi fenomena tingginya minat masyarakat terhadap dolar Amerika Serikat, Chief Economist Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas), Winang Budoyo, memberikan pandangannya. Menurut Winang Budoyo, kenaikan jumlah rekening dan nominal tabungan valuta asing ini terjadi karena masyarakat sedang mencari aset lindung nilai. Langkah perlindungan nilai ini diambil oleh masyarakat di tengah situasi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Lebih lanjut, Winang Budoyo mengindikasikan bahwa dari sisi perputaran uang di masyarakat, kondisinya sebetulnya masih sama saja dan tidak mengalami perubahan drastis. Namun, sebagian dari perputaran uang tersebut kini jenisnya telah dikonversi dari mata uang rupiah ke dalam dolar Amerika Serikat dengan tujuan utama untuk menjaga keamanan nilai uang yang mereka miliki.

Baca Juga

Kemenperin Siapkan War Room untuk Pantau Kinerja dan Cegah Penutupan Pabrik

Kemenperin Siapkan War Room untuk Pantau Kinerja dan Cegah Penutupan Pabrik

Pertumbuhan jumlah rekening dolar Amerika Serikat yang menembus angka lebih dari 180 persen secara tahunan tersebut, menurut analisis Winang Budoyo, secara khusus didorong oleh pembukaan rekening dari nasabah ritel atau perorangan. Winang Budoyo menjelaskan bahwa selama ini, kelompok nasabah korporasi atau perusahaan besar memang sudah memiliki akun dalam dolar Amerika Serikat untuk menunjang berbagai kegiatan operasional mereka. Karena korporasi sudah lebih dulu mapan dengan rekening valuta asingnya, maka pertumbuhan masif yang terjadi belakangan ini diyakini kuat berasal dari sektor ritel atau perseorangan. Kondisi di mana nasabah perorangan mendominasi pembukaan rekening baru ini juga menjelaskan mengapa pertumbuhan nilai nominal tabungan valas secara persentase tidak sekencang pertumbuhan jumlah rekeningnya, mengingat nominal simpanan individu umumnya lebih terbatas dibandingkan dengan dana korporasi.

Di sisi lain, terdapat karakteristik khusus mengenai profil nominal simpanan yang mendorong pertumbuhan nilai tabungan valas tersebut. Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu, menyatakan bahwa kenaikan tinggi pada pertumbuhan rekening dolar Amerika Serikat ini berasal dari pertumbuhan rekening dolar dengan tingkat nominal simpanan yang cukup besar. Secara spesifik, Anggito Abimanyu menyebutkan bahwa pertumbuhan tersebut didorong oleh rekening-rekening yang memiliki nominal simpanan lebih dari Rp5 miliar. Keterlibatan akun-akun dengan saldo di atas Rp5 miliar ini menunjukkan bahwa selain masyarakat ritel secara umum, nasabah dengan kepemilikan dana besar juga turut berkontribusi signifikan dalam mengerek total nominal tabungan valuta asing di perbankan nasional.

Baca Juga

Proses Logistik dan Rincian Penerimaan Ekspor Kelapa Sawit dari Pangkalan Bun

Proses Logistik dan Rincian Penerimaan Ekspor Kelapa Sawit dari Pangkalan Bun

Secara keseluruhan, tren kenaikan tabungan valuta asing di Indonesia memperlihatkan bagaimana dinamika nilai tukar mata uang memengaruhi keputusan finansial masyarakat. Kombinasi antara lonjakan pembukaan rekening baru oleh nasabah perorangan dan kontribusi nilai simpanan besar di atas Rp5 miliar membentuk pola baru dalam sistem perbankan saat ini. Keputusan masyarakat untuk mengonversi simpanan rupiah menjadi dolar Amerika Serikat murni didasari oleh kebutuhan untuk menjaga keamanan aset di tengah fluktuasi nilai tukar. Dengan perputaran uang yang pada dasarnya tetap stabil, pergeseran preferensi penyimpan dana ini menjadi indikator penting mengenai cara masyarakat Indonesia melindungi nilai kekayaan mereka.

Ikuti farmigo.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Dolar ASTabungan ValasLPSPerbanasKeuangan

Berita Terbaru Lainnya

Memahami Proses Pergantian Gubernur Bank Indonesia Setelah Pengunduran Diri Perry WarjiyoPelaksanaan Akad Massal 62 Ribu Rumah Subsidi KPR Sejahtera FLPPKemenperin Siapkan War Room untuk Pantau Kinerja dan Cegah Penutupan PabrikStrategi Membangun Resiliensi Berkelanjutan Berbasis Desa Menurut Inisiasi Indonesia di ACDMKolaborasi Sosial Perluas Akses Air Minum Layak bagi Warga BekasiProses Logistik dan Rincian Penerimaan Ekspor Kelapa Sawit dari Pangkalan BunPenetapan Pengusaha Nurman Herin Sebagai Tersangka Kasus TPPU Eks Jampidsus Febrie AdriansyahKejagung Berencana Titipkan Saksi Ferry Boboho ke LPSK demi Keamanan

Paling Banyak Dibaca

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

Nasional

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

30 Jul 2026

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

Hukum

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

30 Jul 2026

Memahami Proses Pergantian Gubernur Bank Indonesia Setelah Pengunduran Diri Perry Warjiyo

Nasional

Memahami Proses Pergantian Gubernur Bank Indonesia Setelah Pengunduran Diri Perry Warjiyo

31 Jul 2026

Pelaksanaan Akad Massal 62 Ribu Rumah Subsidi KPR Sejahtera FLPP

Nasional

Pelaksanaan Akad Massal 62 Ribu Rumah Subsidi KPR Sejahtera FLPP

31 Jul 2026

Kemenperin Siapkan War Room untuk Pantau Kinerja dan Cegah Penutupan Pabrik

Ekonomi

Kemenperin Siapkan War Room untuk Pantau Kinerja dan Cegah Penutupan Pabrik

31 Jul 2026

Kolaborasi Sosial Perluas Akses Air Minum Layak bagi Warga Bekasi

Berita Nasional

Kolaborasi Sosial Perluas Akses Air Minum Layak bagi Warga Bekasi

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi NasionalNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom WidiyantoroHukum 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Proses Pergantian Gubernur Bank Indonesia Setelah Pengunduran Diri Perry WarjiyoNasional 路 31 Jul 2026
  4. 4Pelaksanaan Akad Massal 62 Ribu Rumah Subsidi KPR Sejahtera FLPPNasional 路 31 Jul 2026
  5. 5Kemenperin Siapkan War Room untuk Pantau Kinerja dan Cegah Penutupan PabrikEkonomi 路 31 Jul 2026
General News
Sains & Teknologi
Bisnis
Sepak Bola
Metro
Politik
Transportasi
Gaya Hidup
Megapolitan
Pemerintahan
Yogyakarta
Otomotif & Wirausaha
Layanan Publik
Pendidikan & Karier

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap