farmigo.id
BerandaSosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomyGeneral NewsSains & TeknologiBisnisSepak BolaMetroPolitikTransportasiGaya HidupMegapolitanPemerintahanYogyakartaOtomotif & WirausahaLayanan PublikPendidikan & KarierPopuler
Beranda/Ekonomi

Strategi Bank Indonesia Mengendalikan Inflasi Pangan dan Menjaga Stabilitas Ekonomi

Uria NgauDiterbitkan 1 Agu 2026 - 05.26 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Strategi Bank Indonesia Mengendalikan Inflasi Pangan dan Menjaga Stabilitas Ekonomi
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Menjaga stabilitas harga di tengah tingginya ketidakpastian global merupakan prioritas dan fokus utama kebijakan ekonomi di Indonesia saat ini. Bank Indonesia (BI) secara resmi menilai bahwa inflasi pangan kini menjadi tantangan utama dalam upaya menjaga stabilitas harga tersebut. Meskipun inflasi inti (core inflation) dan inflasi umum secara keseluruhan masih berada pada level yang relatif terkendali, laju kenaikan harga pada sektor pangan memerlukan perhatian khusus dari berbagai pihak. Hal ini dikarenakan inflasi pangan telah menembus angka di atas 5 persen, sebuah kondisi yang menuntut langkah mitigasi strategis. Di sisi lain, tingkat inflasi total secara keseluruhan masih tercatat berada pada level 3,5 persen, yang menunjukkan bahwa tekanan terbesar memang bersumber dari komoditas pangan pokok masyarakat.

farmigo.id

Copyright 2026 farmigo.id - All Rights Reserved.

Kategori

SosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomy

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, menjelaskan secara rinci situasi perekonomian dan inflasi ini dalam sebuah sambutan daring. Pernyataan tersebut disampaikan pada kegiatan Editors Briefing yang diselenggarakan di Parapat, Sumatera Utara, pada hari Jumat, 31 Juli 2026. Menurut penjelasan dari pihak bank sentral, tekanan pada inflasi pangan ini sebagian besar dipengaruhi oleh faktor pasokan di lapangan. Keterbatasan ketersediaan sejumlah komoditas penting di pasar menjadi pemicu utama yang pada akhirnya mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen secara signifikan.

Selain faktor pasokan domestik, kondisi perekonomian global juga memberikan pengaruh tersendiri terhadap arah kebijakan moneter yang diambil di tanah air. Amerika Serikat saat ini diketahui masih menerapkan kebijakan suku bunga tinggi atau yang lebih dikenal dengan istilah higher-for-longer. Guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari tekanan eksternal dan dampak kebijakan negara maju tersebut, Bank Indonesia memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75 persen. Keputusan mempertahankan BI Rate pada angka 5,75 persen ini dinilai krusial untuk menjaga keseimbangan ekonomi makro. Lebih lanjut, meskipun saat ini terjadi transisi kepemimpinan di tubuh bank sentral setelah pengunduran diri Gubernur BI Ferry Warjiyo, arah kebijakan Bank Indonesia dipastikan akan tetap konsisten dalam menjaga stabilitas.

Baca Juga

Mengapa Hilirisasi Mineral Menjadi Penentu Prospek Saham Tambang BUMN

Mengapa Hilirisasi Mineral Menjadi Penentu Prospek Saham Tambang BUMN

Sebagai langkah nyata dan terstruktur untuk meredam lonjakan harga pangan, Bank Indonesia bersama pemerintah berencana untuk terus memperkuat koordinasi serta sinergi kelembagaan. Upaya penguatan koordinasi ini dilakukan melalui Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) di tingkat nasional serta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di berbagai wilayah. Salah satu program utama yang diusung dalam sinergi ini adalah Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sinergis (GPIPS). Program strategis GPIPS ini sendiri merupakan sebuah transformasi dari gerakan yang sebelumnya telah berjalan, yakni Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Melalui wadah koordinasi yang komprehensif ini, berbagai langkah taktis di lapangan terus dioptimalkan guna memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga.

Hingga bulan Juli 2026, implementasi berbagai program kerja di bawah payung Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sinergis (GPIPS) telah menunjukkan sejumlah pencapaian yang melampaui target. Program optimalisasi Good Agricultural Practices (GAP), misalnya, tercatat telah berhasil mencapai 242 kegiatan. Angka pencapaian ini setara dengan 137,5 persen dari target yang telah ditetapkan sebelumnya. Sementara itu, upaya kerja sama antar daerah juga menunjukkan hasil yang sangat positif dengan terealisasinya sebanyak 267 nota kesepahaman. Pencapaian kerja sama antar daerah ini mewakili 176,82 persen dari target awal yang dicanangkan oleh pemerintah dan bank sentral.

Baca Juga

Memahami Proses Pelaksanaan Akad Massal KPR Sejahtera FLPP di Bank BTN

Memahami Proses Pelaksanaan Akad Massal KPR Sejahtera FLPP di Bank BTN

Keberhasilan dalam melampaui target juga terlihat pada program fasilitasi distribusi pangan yang menjadi urat nadi ketersediaan komoditas di berbagai daerah. Realisasi untuk program fasilitasi distribusi pangan ini mencapai 785 program, yang berarti melampaui target hingga menyentuh angka 303,09 persen. Di sisi lain, untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga yang terjangkau, program Gerakan Pasar Murah terus digencarkan. Program ini telah terlaksana sebanyak 10.669 kegiatan, yang mencakup 67,22 persen dari total target tahunan yang direncanakan. Berbagai inisiatif ini membuktikan keseriusan otoritas terkait dalam mengelola pasokan dan harga di pasar.

Langkah pengendalian inflasi pangan ini tidak hanya berhenti pada pelaksanaan program-program taktis di lapangan. Sebagai bentuk akuntabilitas dan evaluasi kebijakan tingkat tinggi, Bank Indonesia bersama dengan pemerintah telah menjadwalkan pelaporan resmi. Pada tanggal 5 Agustus mendatang, capaian pengendalian inflasi pangan serta langkah-langkah lanjutan yang akan diambil akan dilaporkan secara langsung kepada Presiden. Pelaporan ini diharapkan dapat menjadi landasan kuat untuk merumuskan strategi tindak lanjut yang lebih efektif demi menjaga ketahanan pangan dan kestabilan harga secara berkelanjutan di masa depan.

Ikuti farmigo.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bank IndonesiaKebijakan MoneterInflasi PanganGPIPSStabilitas Harga

Berita Terbaru Lainnya

Mengapa Hilirisasi Mineral Menjadi Penentu Prospek Saham Tambang BUMNMemahami Proses Pelaksanaan Akad Massal KPR Sejahtera FLPP di Bank BTNPemanfaatan Teknologi Drone untuk Meningkatkan Efisiensi Pertanian di IndonesiaPutusan Mahkamah Konstitusi Pisahkan Anggaran Makan Bergizi Gratis dan PendidikanPanduan Mengelola Anggaran Perawatan dan Dana Darurat PropertiCalon Manajer Koperasi Lulusan SPPI Menanti Kepastian Gaji dan Rincian TugasCara Mempersiapkan Rumah Sakit Menghadapi Sistem Akreditasi Baru Berbasis Keselamatan PasienPerkembangan Infrastruktur, Lingkungan, dan Tata Kelola Pemerintahan di Indonesia

Paling Banyak Dibaca

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

Nasional

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

30 Jul 2026

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis Survei

Politik

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis Survei

31 Jul 2026

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

Hukum

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

30 Jul 2026

Panduan Mengelola Anggaran Perawatan dan Dana Darurat Properti

Ekonomi

Panduan Mengelola Anggaran Perawatan dan Dana Darurat Properti

1 Agu 2026

Calon Manajer Koperasi Lulusan SPPI Menanti Kepastian Gaji dan Rincian Tugas

Nasional

Calon Manajer Koperasi Lulusan SPPI Menanti Kepastian Gaji dan Rincian Tugas

1 Agu 2026

Pemanfaatan Teknologi Drone untuk Meningkatkan Efisiensi Pertanian di Indonesia

Pertanian

Pemanfaatan Teknologi Drone untuk Meningkatkan Efisiensi Pertanian di Indonesia

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi NasionalNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis SurveiPolitik 路 31 Jul 2026
  3. 3Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom WidiyantoroHukum 路 30 Jul 2026
  4. 4Panduan Mengelola Anggaran Perawatan dan Dana Darurat PropertiEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Calon Manajer Koperasi Lulusan SPPI Menanti Kepastian Gaji dan Rincian TugasNasional 路 1 Agu 2026
General News
Sains & Teknologi
Bisnis
Sepak Bola
Metro
Politik
Transportasi
Gaya Hidup
Megapolitan
Pemerintahan
Yogyakarta
Otomotif & Wirausaha
Layanan Publik
Pendidikan & Karier

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap