Memiliki hunian yang layak dan terjangkau merupakan salah satu pencapaian penting bagi banyak keluarga di Indonesia. Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah menyalurkan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Bagi masyarakat yang ingin mengetahui bagaimana proses penyaluran berskala besar ini dilakukan, pelaksanaan akad massal yang baru saja diselenggarakan dapat menjadi gambaran utama. Pada hari Kamis, 30 Juli 2026, telah dilaksanakan akad massal KPR Sejahtera FLPP secara serentak yang melibatkan puluhan ribu debitur di berbagai wilayah. Dalam kegiatan ini, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mendominasi pelaksanaan dengan melibatkan sebanyak 30.203 debitur. Jumlah tersebut merupakan porsi terbesar dari total 62.710 debitur yang mengikuti kegiatan secara nasional.
Langkah pertama untuk memahami cara kerja pelaksanaan akad skala nasional ini adalah dengan melihat metode kehadiran yang diterapkan oleh penyelenggara. Berdasarkan data resmi dari Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (








