Program Sekolah Rakyat kini menjadi salah satu pilar utama dan panduan penting dalam upaya pemerintah untuk memberikan akses pendidikan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Di Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah, langkah nyata dari pelaksanaan program pendidikan inklusif ini ditandai dengan dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027. Pada hari Jumat, 31 Juli 2026, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono hadir secara langsung dalam acara Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dan Siswa (MPLS) di Sekolah Rakyat Kabupaten Wonosobo. Kehadiran perwakilan Kementerian Sosial ini menegaskan komitmen kuat dari pemerintah pusat dalam mendukung inisiatif pendidikan yang dirancang secara khusus untuk memutus transmisi kemiskinan antargenerasi di tengah masyarakat.
Tujuan mendasar dari keberadaan program Sekolah Rakyat ini adalah memberikan kesempatan belajar yang layak bagi kelompok masyarakat rentan yang selama ini kerap terabaikan atau belum sepenuhnya tersentuh oleh proses pembangunan nasional. Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian yang sangat besar pada kelompok masyarakat ini, yang dalam berbagai kesempatan sering kali disebut sebagai kelompok the invisible people. Melalui implementasi program Sekolah Rakyat, Presiden bertekad untuk memuliakan dan mengangkat derajat mereka agar bisa mendapatkan hak pendidikan yang setara dengan warga negara lainnya. Untuk memperluas jangkauan manfaat dari program strategis ini, Presiden juga telah memberikan instruksi tegas agar setiap fasilitas Sekolah Rakyat ke depannya harus mampu menampung kapasitas minimal dua ribu siswa.








