farmigo.id
BerandaSosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomyGeneral NewsSains & TeknologiBisnisSepak BolaMetroPolitikTransportasiGaya HidupMegapolitanPemerintahanYogyakartaOtomotif & WirausahaLayanan PublikPendidikan & KarierPopuler
Beranda/Otomotif

Memahami Fenomena Pengunjung GIIAS, Alasan Tidak Semua Langsung Membeli Kendaraan

Uria NgauDiterbitkan 1 Agu 2026 - 06.29 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Memahami Fenomena Pengunjung GIIAS, Alasan Tidak Semua Langsung Membeli Kendaraan
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Pameran otomotif berskala internasional, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, yang baru saja dibuka untuk umum pada Kamis, 30 Juli 2026, kembali menjadi magnet bagi masyarakat luas. Bertempat di ICE BSD City, Tangerang, pameran ini tidak hanya dihadiri oleh mereka yang siap bertransaksi, tetapi juga oleh banyak pengunjung yang sekadar melihat-lihat. Di tengah keramaian tersebut, sering kali muncul sebutan kelakar Rojali atau singkatan dari Rombongan Jarang Beli. Istilah ini kerap disematkan kepada para pengunjung yang memadati area pameran namun tidak langsung melakukan pemesanan kendaraan di tempat. Meski terdengar sinis, fenomena dominasi pengunjung yang sekadar melihat-lihat ini sejatinya merupakan bagian dari dinamika normal dan kewajaran dalam setiap penyelenggaraan pameran otomotif.

farmigo.id

Copyright 2026 farmigo.id - All Rights Reserved.

Kategori

SosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomy

Apabila menilik data historis pada penyelenggaraan GIIAS 2025, rasio pengunjung yang langsung melakukan transaksi pemesanan kendaraan memang berada di persentase yang relatif kecil. Pada tahun tersebut, penyelenggara mencatat total pengunjung mencapai 485.569 orang, sedangkan total pemesanan kendaraan melalui Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) berada di angka 38.000 unit. Hal ini menandakan bahwa hanya 7,83 persen dari keseluruhan pengunjung yang hadir untuk langsung membeli kendaraan pada saat pameran berlangsung. Mayoritas pengunjung lainnya memanfaatkan momen pameran otomotif terbesar di Tanah Air ini untuk keperluan membandingkan produk, mencari informasi terbaru, atau sekadar cuci mata.

Bagi sebagian besar masyarakat, datang ke pameran merupakan langkah awal dari perencanaan pembelian jangka panjang yang matang. Hal ini terlihat jelas pada pengalaman mantan pelatih tim nasional bola basket berpostur 195 sentimeter, Fictor Roring, atau yang akrab disapa Coach Ito. Saat menelusuri lobi penghubung ICE BSD City, ia tampak berjalan paling belakang mengikuti jejak langkah istri dan kedua anaknya. Coach Ito secara khusus memfokuskan perhatian pada tiga merek kendaraan listrik, yakni Xpeng, BYD, dan Zeekr. Walaupun dirinya menyatakan sudah menggunakan mobil listrik Xpeng, ia memiliki tujuan khusus datang ke GIIAS 2026. Ia telah berjanji untuk membelikan mobil bagi anaknya setelah sang anak menyelesaikan pendidikan kuliah, sehingga aktivitas melihat-lihat kendaraan dilakukan jauh hari sebelum realisasi pembelian.

Baca Juga

Cara Membaca Data Penjualan GAIKINDO untuk Mengetahui Tren Pasar Otomotif

Cara Membaca Data Penjualan GAIKINDO untuk Mengetahui Tren Pasar Otomotif

Pendekatan serupa juga ditunjukkan oleh Dedek, seorang warga Gading Serpong yang datang ke lokasi pameran bersama istri dan anak lelakinya. Dedek mengaku sengaja berkunjung untuk mencari pilihan mobil listrik terbaik dan mencermati berbagai opsi yang ada terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan. Fenomena kehati-hatian konsumen ini tercermin pula pada aktivitas harian para tenaga pemasaran di lapangan. Andi, seorang staf pemasaran yang bertugas di pameran, membagikan pengalamannya pada Jumat, 31 Juli 2026 sore sekitar pukul 16.00 WIB. Sejak pagi hingga sore hari tersebut, Andi telah melayani dan menjawab pertanyaan dari 30 pengunjung, tetapi baru mencatatkan dua SPK.

Menurut pengalaman tenaga pemasaran di lapangan, pengunjung yang tidak langsung membuat SPK dapat dibagi ke dalam beberapa kategori. Ada tipe pengunjung yang memang sekadar melihat-lihat, ada yang membandingkan fitur antarkendaraan, dan ada pula yang sengaja mengejar diskon dengan berencana datang kembali pada hari terakhir pameran. Selain itu, tidak sedikit pengunjung yang lebih memilih untuk menghubungi tenaga pemasaran setelah pameran berakhir atau memesan mobil di diler yang lokasinya lebih dekat dengan tempat tinggal mereka. Oleh karena itu, ketiadaan SPK di lokasi pameran tidak serta-merta mengartikan hilangnya potensi penjualan.

Baca Juga

Daftar Harga Pertamax Series Terbaru Mulai 1 Agustus 2026

Daftar Harga Pertamax Series Terbaru Mulai 1 Agustus 2026

Di samping arena pencarian mobil penumpang, pameran otomotif juga ditunjang oleh kehadiran sektor industri pendukung yang menarik minat pengunjung. Sebagai gambaran, pada penyelenggaraan GIIAS 2025, tercatat ada 150 perusahaan pendukung otomotif yang ikut serta menjajakan produk pelengkap seperti helm, velg, hingga kamera dasbor (dashcam). Banyak pengunjung yang hadir memang khusus untuk berbelanja produk-produk pendukung tersebut. Pada akhirnya, kesuksesan transaksi pameran tidak dapat disimpulkan secara terburu-buru pada hari-hari awal gelaran. Gambaran dan angka resmi SPK dari pihak GAIKINDO maupun pabrikan otomotif biasanya baru dapat diketahui secara pasti menjelang penutupan pameran.

Ikuti farmigo.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

GIIAS 2026Mobil ListrikOtomotifGaikindoGIIAS

Berita Terbaru Lainnya

Cara Menganalisis Kinerja Keuangan Perbankan Melalui Laporan Maybank IndonesiaRencana Strategis Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGPenilaian Rahayu Saraswati Djojohadikusumo Terhadap Progres Pembangunan Ibu Kota NusantaraCara Membaca Data Penjualan GAIKINDO untuk Mengetahui Tren Pasar OtomotifPerkembangan Pembangunan Tahap II Ibu Kota Nusantara Menuju 2028Pandangan Prabowo Mengenai Devide et Impera dan Ancaman bagi Negara Kaya Sumber Daya AlamPersiapan Masuk Sekolah Rakyat Terintegrasi Lampung untuk Tahun Ajaran BaruProses dan Syarat Pengurusan Izin Sementara Rumah Ibadah GMS di Bantul

Paling Banyak Dibaca

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

Nasional

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

30 Jul 2026

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis Survei

Politik

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis Survei

31 Jul 2026

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

Hukum

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

30 Jul 2026

Cara Menganalisis Kinerja Keuangan Perbankan Melalui Laporan Maybank Indonesia

Keuangan

Cara Menganalisis Kinerja Keuangan Perbankan Melalui Laporan Maybank Indonesia

1 Agu 2026

Rencana Strategis Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Bisnis

Rencana Strategis Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

1 Agu 2026

Penilaian Rahayu Saraswati Djojohadikusumo Terhadap Progres Pembangunan Ibu Kota Nusantara

Nasional

Penilaian Rahayu Saraswati Djojohadikusumo Terhadap Progres Pembangunan Ibu Kota Nusantara

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi NasionalNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis SurveiPolitik 路 31 Jul 2026
  3. 3Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom WidiyantoroHukum 路 30 Jul 2026
  4. 4Cara Menganalisis Kinerja Keuangan Perbankan Melalui Laporan Maybank IndonesiaKeuangan 路 1 Agu 2026
  5. 5Rencana Strategis Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGBisnis 路 1 Agu 2026
General News
Sains & Teknologi
Bisnis
Sepak Bola
Metro
Politik
Transportasi
Gaya Hidup
Megapolitan
Pemerintahan
Yogyakarta
Otomotif & Wirausaha
Layanan Publik
Pendidikan & Karier

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap