farmigo.id
BerandaSosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomyGeneral NewsSains & TeknologiBisnisSepak BolaMetroPolitikTransportasiGaya HidupMegapolitanPemerintahanYogyakartaOtomotif & WirausahaLayanan PublikPendidikan & KarierPopuler
Beranda/Keuangan

Kejatuhan Hedge Fund Situational Awareness Senilai Rp 730 Triliun Akibat Anjloknya Saham AI

Horas TobingDiterbitkan 1 Agu 2026 - 12.29 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kejatuhan Hedge Fund Situational Awareness Senilai Rp 730 Triliun Akibat Anjloknya Saham AI
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Perusahaan pengelola dana lindung nilai atau hedge fund bernama Situational Awareness dilaporkan terpaksa menjual seluruh kepemilikan saham publiknya di bursa. Perusahaan yang dikelola oleh mantan peneliti OpenAI, Leopold Aschenbrenner, ini mengalami kerugian besar yang dipicu oleh anjloknya harga saham-saham di sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Padahal, pada awal Juli lalu, Situational Awareness tercatat masih mengelola aset dalam jumlah yang sangat besar, yakni mencapai 45 miliar dolar AS atau setara dengan sekitar Rp 730 triliun. Kejatuhan nilai portofolio yang terjadi dalam waktu singkat ini memaksa perusahaan untuk mengambil langkah drastis demi menyelamatkan sisa aset yang ada.

Leopold Aschenbrenner merupakan sosok penting di balik strategi investasi Situational Awareness. Pria yang kini berusia 25 tahun tersebut dikenal sebagai lulusan terbaik dari Universitas Columbia yang menyelesaikan pendidikannya pada usia 19 tahun. Sebelum mendirikan hedge fund ini, ia sempat bergabung dengan tim Superalignment di OpenAI. Namun, perjalanan karirnya di OpenAI harus berakhir pada tahun 2024 setelah ia dipecat akibat tuduhan membocorkan informasi internal perusahaan. Aschenbrenner dengan tegas membantah tuduhan tersebut, menyatakan bahwa dokumen yang ia bagikan kepada pihak luar bukanlah informasi rahasia, melainkan sekadar bahan diskusi mengenai keamanan pengembangan teknologi AI. Setelah keluar dari perusahaan tersebut, ia meyakini bahwa perkembangan AI akan memicu lonjakan permintaan yang masif terhadap chip, semikonduktor, pusat data, dan pasokan listrik.

farmigo.id

Copyright 2026 farmigo.id - All Rights Reserved.

Kategori

SosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomy
Baca Juga

Perkembangan Adopsi Beauty Tech dan Teknologi Digital dalam Industri Kecantikan

Perkembangan Adopsi Beauty Tech dan Teknologi Digital dalam Industri Kecantikan

Keyakinan Aschenbrenner terhadap infrastruktur AI awalnya menjadi landasan utama portofolio Situational Awareness. Berdasarkan dokumen regulator pada akhir kuartal pertama, investasi terbesar perusahaan ditempatkan pada saham Nebius Group, Sandisk, Micron, dan CoreWeave. Sayangnya, strategi ini berbalik menjadi kerugian fatal ketika saham-saham infrastruktur AI tersebut anjlok lebih dari 35 persen sepanjang bulan ini. Kerugian portofolio semakin bertambah akibat jatuhnya harga saham produsen chip memori asal Korea Selatan, SK Hynix, yang selama ini menjadi salah satu aset andalan perusahaan. Di sisi lain, strategi taruhan perusahaan yang memprediksi penurunan harga saham perusahaan perangkat lunak justru meleset. Posisi investasi yang dipasang untuk mengambil keuntungan dari penurunan saham perusahaan seperti Adobe malah merugi karena harga saham Adobe di pasar justru mengalami kenaikan.

Kondisi penurunan nilai aset yang drastis ini langsung memicu tekanan likuiditas bagi Situational Awareness. Para mitra dan broker yang bekerja sama dengan hedge fund tersebut kini berusaha keras untuk mengumpulkan dana tunai guna memenuhi kewajiban margin call. Margin call ini terjadi karena nilai investasi yang sebagian dibiayai dengan pinjaman mengalami penyusutan tajam sehingga membutuhkan tambahan dana jaminan. Untuk mencegah dampak pasar yang lebih buruk akibat aksi jual paksa, beberapa bank investasi besar dunia kini turun tangan. Bank of America, Goldman Sachs, dan JPMorgan Chase dilaporkan sedang membantu Situational Awareness untuk mengurangi kepemilikan investasinya secara bertahap agar tidak semakin menekan harga pasar saham secara keseluruhan.

Baca Juga

Kinerja Keuangan PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) pada Semester I-2026

Kinerja Keuangan PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) pada Semester I-2026

Di tengah krisis yang melanda Situational Awareness, sebuah kesepakatan besar dikabarkan telah tercapai untuk mengambil alih aset perusahaan. Hedge fund Citadel, yang dimiliki oleh miliarder Ken Griffin, dilaporkan telah setuju untuk membeli seluruh portofolio saham publik milik Situational Awareness. Langkah ini diharapkan dapat memberikan jalan keluar bagi krisis likuiditas yang sedang terjadi. Bersamaan dengan proses likuidasi portofolio saham publik tersebut, sempat beredar kabar bahwa Situational Awareness juga menjajaki penjualan kepemilikan sahamnya di perusahaan AI terkemuka, Anthropic. Namun, rumor ini segera ditepis oleh pihak internal. Seorang juru bicara Situational Awareness secara resmi membantah kabar tersebut dan menegaskan bahwa saham Anthropic milik perusahaan sama sekali tidak sedang dipasarkan kepada investor lain.

Ikuti farmigo.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

SahamLeopold AschenbrennerSituational AwarenessHedge FundInvestasi AI

Berita Terbaru Lainnya

Penanganan Kebakaran Gedung Bertingkat, Peristiwa Hotel Pullman di Jakarta BaratEvaluasi dan Penanganan Kementerian Kesehatan Terkait Kasus Kematian Dokter Internship Tahun 2026Cara Mudah Menghilangkan Bau Tak Sedap di Kulkas Menggunakan Bahan AlamiPanduan Jadwal, Akses Masuk, dan Pengamanan Zikir Kebangsaan di MonasJadwal Bola Malam Ini 1-2 Agustus 2026, Piala AFF, Piala Presiden, dan Laga PramusimLangkah Strategis Mengatasi Krisis Sampah Daerah Sesuai Target NasionalTata Cara dan Syarat Pendaftaran Upacara HUT RI 17 Agustus 2026 di Istana MerdekaPerkembangan Adopsi Beauty Tech dan Teknologi Digital dalam Industri Kecantikan

Paling Banyak Dibaca

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis Survei

Politik

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis Survei

31 Jul 2026

Peran BTN dalam Penyaluran Rumah Subsidi KPR FLPP Melalui Akad Massal di Batang

Ekonomi

Peran BTN dalam Penyaluran Rumah Subsidi KPR FLPP Melalui Akad Massal di Batang

1 Agu 2026

Motif Pembunuhan di Grogol Petamburan dan Rekapitulasi Penanganan Kasus Polda Metro Jaya

Hukum & Kriminal

Motif Pembunuhan di Grogol Petamburan dan Rekapitulasi Penanganan Kasus Polda Metro Jaya

31 Jul 2026

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

Nasional

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

30 Jul 2026

Penyelundupan 26 Kilogram Ekstasi oleh Kopilot Malaysia di Bandara Soekarno-Hatta

Hukum & Kriminal

Penyelundupan 26 Kilogram Ekstasi oleh Kopilot Malaysia di Bandara Soekarno-Hatta

1 Agu 2026

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

Hukum

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis SurveiPolitik 路 31 Jul 2026
  2. 2Peran BTN dalam Penyaluran Rumah Subsidi KPR FLPP Melalui Akad Massal di BatangEkonomi 路 1 Agu 2026
  3. 3Motif Pembunuhan di Grogol Petamburan dan Rekapitulasi Penanganan Kasus Polda Metro JayaHukum & Kriminal 路 31 Jul 2026
  4. 4Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi NasionalNasional 路 30 Jul 2026
  5. 5Penyelundupan 26 Kilogram Ekstasi oleh Kopilot Malaysia di Bandara Soekarno-HattaHukum & Kriminal 路 1 Agu 2026
General News
Sains & Teknologi
Bisnis
Sepak Bola
Metro
Politik
Transportasi
Gaya Hidup
Megapolitan
Pemerintahan
Yogyakarta
Otomotif & Wirausaha
Layanan Publik
Pendidikan & Karier

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap