farmigo.id
BerandaSosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomyGeneral NewsSains & TeknologiBisnisSepak BolaMetroPolitikTransportasiGaya HidupMegapolitanPemerintahanYogyakartaOtomotif & WirausahaLayanan PublikPendidikan & KarierPopuler
Beranda/Nasional

Evaluasi Kemitraan SPPG Badan Gizi Nasional Terkait Modus Yayasan Orang Dalam

Horas TobingDiterbitkan 1 Agu 2026 - 06.33 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Evaluasi Kemitraan SPPG Badan Gizi Nasional Terkait Modus Yayasan Orang Dalam
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini tengah menaruh perhatian serius terhadap tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Perhatian khusus diberikan pada skema kemitraan dalam penyediaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor BGN, Jakarta Pusat, pada hari Jumat, 31 Juli 2026, Kepala BGN Sudaryono

farmigo.id

Copyright 2026 farmigo.id - All Rights Reserved.

Kategori

SosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomy
bersama Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari dan Trenggono memaparkan sejumlah temuan. Temuan utama menyoroti dugaan penyelewengan yang melibatkan oknum internal terdahulu, di mana celah administratif dimanfaatkan untuk memberikan persetujuan titik SPPG kepada yayasan tertentu yang memiliki kedekatan dengan orang dalam.

Untuk memberikan kejelasan bagi publik mengenai situasi ini, berikut adalah serangkaian pertanyaan dan jawaban terkait evaluasi kemitraan SPPG oleh Badan Gizi Nasional.

Bagaimana modus dugaan permainan yayasan oleh orang dalam ini bisa terjadi?

Dugaan praktik penyimpangan ini bermula dari oknum di internal BGN terdahulu yang menyiapkan yayasan-yayasan tertentu untuk mendapatkan persetujuan titik SPPG. Yayasan yang disetujui tersebut sebenarnya tidak memiliki modal uang untuk membangun dapur. Mereka mendapatkan persetujuan semata-mata karena memiliki kedekatan dengan orang dalam. Setelah mengantongi persetujuan titik SPPG, yayasan tersebut kemudian menawarkannya kepada mitra yang memiliki modal. Mitra inilah yang akhirnya mengeluarkan uang untuk membangun dapur, namun mereka diwajibkan untuk memberikan setoran atau potongan dana kepada yayasan yang memegang persetujuan tersebut.

Mengapa keberadaan yayasan diwajibkan dalam program Makan Bergizi Gratis?

Keberadaan yayasan memang diperlukan dalam mekanisme administrasi program Makan Bergizi Gratis. Hal ini dikarenakan adanya ketentuan dari sejumlah kementerian yang mengharuskan keterlibatan yayasan secara legal. Persyaratan administratif inilah yang kemudian diduga dimanfaatkan oleh oknum internal terdahulu untuk meloloskan yayasan yang tidak memiliki modal, demi mendapatkan keuntungan finansial dari mitra yang benar-benar berinvestasi.

Baca Juga

Penilaian Rahayu Saraswati Djojohadikusumo Terhadap Progres Pembangunan Ibu Kota Nusantara

Penilaian Rahayu Saraswati Djojohadikusumo Terhadap Progres Pembangunan Ibu Kota Nusantara

Seperti apa konsep awal kemitraan SPPG yang sebenarnya dirancang oleh BGN?

Konsep awal program Makan Bergizi Gratis sangat berbeda dengan praktik penyimpangan yang ditemukan saat ini. Menurut Kepala BGN Sudaryono, mitra seharusnya bertindak sebagai investor yang menggunakan uangnya sendiri untuk membangun dapur SPPG. Dalam konsep yang benar, mitra yang ingin berinvestasi dan membangun dapur tersebut harus membuat yayasan terlebih dahulu. Yayasan yang dibuat oleh mitra itu kemudian diajukan ke BGN untuk mendapatkan persetujuan. Dengan demikian, yayasan dan mitra adalah pihak yang sama, bukan entitas terpisah yang memungut potongan.

Apa dampak buruk dari praktik potongan setoran ini terhadap program MBG?

Praktik kewajiban memberikan setoran atau potongan kepada yayasan sangat berdampak pada kualitas makanan. Mitra yang telah mengeluarkan modal untuk membangun dapur terpaksa harus menganggarkan dana tambahan untuk setoran tersebut. Akibatnya, ada potensi kualitas makanan yang disajikan dalam program Makan Bergizi Gratis dikurangi untuk menutupi biaya potongan. Hal ini jelas menyimpang dari konsep awal program yang ingin menyediakan makanan bergizi bagi penerima manfaat.

Bagaimana tindak lanjut hukum terhadap temuan modus yayasan orang dalam ini?

Baca Juga

Perkembangan Pembangunan Tahap II Ibu Kota Nusantara Menuju 2028

Perkembangan Pembangunan Tahap II Ibu Kota Nusantara Menuju 2028

Kepala BGN Sudaryono memastikan bahwa dugaan praktik penyimpangan tersebut tidak dibiarkan. Saat ini, dugaan kasus yang melibatkan oknum internal dan yayasan tanpa modal tersebut tengah diperiksa secara intensif oleh Kejaksaan. Langkah hukum ini diambil untuk mengusut tuntas pihak-pihak yang mengambil keuntungan dan merugikan pelaksanaan program gizi nasional.

Apa langkah yang sedang dilakukan BGN untuk membenahi sistem kemitraan SPPG?

Saat ini BGN tengah melakukan penyisiran dan evaluasi menyeluruh terhadap skema kemitraan SPPG untuk membentuk skema yang adil bagi mitra. Jumlah SPPG yang akan menjadi acuan dalam penyisiran ini mencapai lebih dari 16.000 titik. Penyisiran dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi potongan tambahan yang membebani mitra, sehingga kualitas dan kandungan gizi makanan yang disajikan tetap terjaga dengan baik.

Apakah ada sanksi bagi pengelola dapur yang terbukti melakukan pelanggaran?

BGN juga akan mengevaluasi tanggung jawab kepala SPPG atau kepala dapur apabila terjadi pelanggaran di dapur MBG. Sanksi tegas telah disiapkan bagi kepala SPPG atau SPPI yang terbukti melakukan kelalaian, dengan ancaman maksimal berupa pemecatan. Lebih jauh lagi, apabila dalam pelanggaran tersebut ditemukan adanya niat jahat atau mens rea untuk melakukan kejahatan, BGN akan melaporkan pihak yang bersangkutan kepada pihak berwajib agar dapat ditindak secara pidana.

Ikuti farmigo.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Badan Gizi NasionalSudaryonoMakan Bergizi GratisSPPGKejaksaan

Berita Terbaru Lainnya

Cara Menganalisis Kinerja Keuangan Perbankan Melalui Laporan Maybank IndonesiaRencana Strategis Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGPenilaian Rahayu Saraswati Djojohadikusumo Terhadap Progres Pembangunan Ibu Kota NusantaraCara Membaca Data Penjualan GAIKINDO untuk Mengetahui Tren Pasar OtomotifPerkembangan Pembangunan Tahap II Ibu Kota Nusantara Menuju 2028Pandangan Prabowo Mengenai Devide et Impera dan Ancaman bagi Negara Kaya Sumber Daya AlamPersiapan Masuk Sekolah Rakyat Terintegrasi Lampung untuk Tahun Ajaran BaruProses dan Syarat Pengurusan Izin Sementara Rumah Ibadah GMS di Bantul

Paling Banyak Dibaca

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

Nasional

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

30 Jul 2026

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis Survei

Politik

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis Survei

31 Jul 2026

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

Hukum

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

30 Jul 2026

Cara Menganalisis Kinerja Keuangan Perbankan Melalui Laporan Maybank Indonesia

Keuangan

Cara Menganalisis Kinerja Keuangan Perbankan Melalui Laporan Maybank Indonesia

1 Agu 2026

Rencana Strategis Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Bisnis

Rencana Strategis Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

1 Agu 2026

Penilaian Rahayu Saraswati Djojohadikusumo Terhadap Progres Pembangunan Ibu Kota Nusantara

Nasional

Penilaian Rahayu Saraswati Djojohadikusumo Terhadap Progres Pembangunan Ibu Kota Nusantara

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi NasionalNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis SurveiPolitik 路 31 Jul 2026
  3. 3Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom WidiyantoroHukum 路 30 Jul 2026
  4. 4Cara Menganalisis Kinerja Keuangan Perbankan Melalui Laporan Maybank IndonesiaKeuangan 路 1 Agu 2026
  5. 5Rencana Strategis Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGBisnis 路 1 Agu 2026
General News
Sains & Teknologi
Bisnis
Sepak Bola
Metro
Politik
Transportasi
Gaya Hidup
Megapolitan
Pemerintahan
Yogyakarta
Otomotif & Wirausaha
Layanan Publik
Pendidikan & Karier

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap