Perang yang telah berlangsung selama hampir empat setengah tahun kini memasuki babak baru seiring dengan pergeseran strategi militer Ukraina. Pasukan militer Ukraina dilaporkan telah mengubah taktik serangan mereka dengan menyasar pusat-pusat logistik utama di wilayah Rusia. Salah satu target dari perubahan taktik ini adalah raksasa e-commerce terbesar di Rusia, Wildberries. Gelombang serangan pesawat tanpa awak atau drone ini diluncurkan untuk melumpuhkan rantai pasok, memperberat beban finansial bisnis di Rusia, dan memaksa Presiden Vladimir Putin untuk kembali ke meja perundingan.
Pada Rabu pagi, manajemen Wildberries mengevakuasi gudang mereka di Kota Ryazan setelah serangan drone Ukraina menghantam beberapa fasilitas industri. Wildberries merupakan pengecer daring terbesar di Rusia yang kerap disetarakan dengan raksasa e-commerce asal Amerika Serikat, Amazon. Didirikan pada tahun 2004, perusahaan ini saat ini mempekerjakan sekitar 48.000 karyawan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa gudang-gudang yang menjadi sasaran drone tersebut terlibat dalam memasok komponen militer untuk pasukan Rusia, termasuk komponen drone dan peralatan navigasi.






