farmigo.id
BerandaSosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomyGeneral NewsPopuler
Beranda/Keuangan

Penyusutan Kapitalisasi Pasar Saham Korea Selatan dan Dampak Globalnya

Yolanda SompaDiterbitkan 30 Jul 2026 - 04.41 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Penyusutan Kapitalisasi Pasar Saham Korea Selatan dan Dampak Globalnya
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pasar saham Korea Selatan tengah menarik perhatian komunitas investasi global setelah mengalami guncangan besar. Sejak indeks Kospi mencapai puncaknya pada Juni, kapitalisasi pasar bursa negara tersebut telah menyusut sekitar US$1 triliun atau setara dengan Rp18.076 triliun. Penurunan ini memangkas nilai pasar saham Korea Selatan hingga kini berada di kisaran US$4 triliun. Kendati demikian, bursa ini tetap menjadi salah satu fokus utama dunia karena perannya yang semakin krusial dalam ekosistem teknologi global.

Koreksi tajam ini sebagian besar dipicu oleh perubahan sentimen terhadap sektor kecerdasan buatan (AI). Dua raksasa semikonduktor asal Korea Selatan, yaitu Samsung Electronics Co. dan SK Hynix Inc., merupakan pilar penting dalam pergerakan saham bertema AI di bursa tersebut. Ketika sentimen negatif mengenai prospek permintaan AI merebak pada Senin pekan lalu, indeks Kospi langsung terkoreksi hampir 9%. Di pasar global, saham SK Hynix yang tercatat di Amerika Serikat anjlok 9,3% pekan lalu, yang kemudian turut menyeret turun performa saham-saham cip utama lainnya.

farmigo.id

Copyright 2026 farmigo.id - All Rights Reserved.

Kategori

SosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomy

Penurunan performa ini berdampak signifikan pada nilai perusahaan. Sejak puncak indeks di bulan Juni, Kospi secara keseluruhan telah merosot sebesar 25%. Pada periode yang sama, nilai pasar Samsung dan SK Hynix masing-masing mengalami penurunan lebih dari 30%. Meski koreksi yang terjadi cukup dalam, Kospi sebenarnya masih mencatatkan kinerja yang kuat secara akumulatif dengan kenaikan sebesar 62% sepanjang tahun berjalan.

Baca Juga

Kinerja Keuangan GoTo Kuartal II-2026, Cetak Rekor Laba Bersih dan Pertumbuhan Bisnis

Kinerja Keuangan GoTo Kuartal II-2026, Cetak Rekor Laba Bersih dan Pertumbuhan Bisnis

Perkembangan di bursa Seoul kini tidak lagi dipandang sebagai isu domestik semata. Koreksi dan pergerakan di Kospi memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan pasar keuangan Amerika Serikat dan global. Data menunjukkan bahwa korelasi 60 hari antara indeks Kospi dan Nasdaq 100 telah melonjak menjadi 0,46, jauh melampaui angka rata-rata lima tahunnya yang sebesar 0,16. Menurut Ivan Feinseth, Chief Investment Officer di Tigress Financial Partners, Korea Selatan kini telah terintegrasi ke dalam ekosistem volatilitas yang sama dengan indeks Nasdaq dan Philadelphia Semiconductor Index (SOX).

Keterkaitan ini bahkan mencatat rekor historis baru. Pada 7 Juli lalu, sensitivitas indeks Nasdaq 100 terhadap penurunan Kospi mencapai level tertingginya sejak 1990. Pada saat yang sama, sensitivitas MSCI World Index terhadap penurunan bursa Korea juga menyentuh level tertinggi dalam empat tahun terakhir. Kondisi ini mempertegas bahwa apa yang terjadi di Seoul dapat dengan cepat menjalar ke bursa-bursa utama dunia lainnya.

Dampak dari pergeseran ini membuat para pengelola dana global mulai mengubah strategi mereka. Hani Redha, manajer portofolio di PineBridge Investments, menyatakan bahwa para pelaku pasar saat ini tidak bisa lagi mengabaikan pergerakan pasar saham Korea Selatan jika ingin membaca arah perdagangan saham AI secara global. Hal serupa diungkapkan oleh Andrew Jackson, Head of Japan Equity Strategy di Ortus Advisors, yang kini secara rutin memantau grafik pergerakan Kospi untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade terakhir. Selain itu, investor asal Jepang juga dilaporkan mulai memasukkan indeks Kospi ke dalam daftar pantauan utama mereka.

Baca Juga

Cara Berinvestasi Emas Melalui Layanan Bullion Bank BSI

Cara Berinvestasi Emas Melalui Layanan Bullion Bank BSI

Di tingkat analisis makro, bursa Korea Selatan kini menjadi menu wajib dalam diskusi investasi. Herald van der Linde, Head of Equity Strategy Asia Pacific di HSBC Holdings Plc, mengungkapkan bahwa perkembangan pasar saham Korea sekarang dibahas di hampir seluruh pertemuan dengan investor. Sementara itu, Tai Hui selaku Chief Market Strategist Asia Pacific di JPMorgan Asset Management, baru pada tahun ini mulai mempresentasikan kondisi pasar Korea Selatan kepada tim globalnya, sebuah langkah yang pertama kali dilakukannya dalam 14 tahun terakhir.

Untuk meredam fluktuasi yang berlebihan, otoritas regulator di Korea Selatan mengambil tindakan tegas. Pemerintah Korea Selatan memutuskan untuk menghentikan sementara penerbitan produk ETF leverage berbasis saham tunggal guna menekan spekulasi pasar. Menurut Chisa Kobayashi, ahli strategi dari UBS SuMi TRUST Wealth Management, dominasi perdagangan berbasis leverage di bursa tersebut sering kali memicu pergerakan harga saham yang menyimpang dari fundamental riil perusahaan. Langkah pembatasan ini diharapkan dapat membantu menstabilkan volatilitas bursa di masa mendatang.

Ikuti farmigo.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KospiBursa Korea SelatanSaham AISamsung Electronics Co.SK Hynix Inc.Investasi Global

Berita Terbaru Lainnya

Kinerja Keuangan GoTo Semester I 2026, Rincian Laba dan Sumber PendapatanPromo Cashback Pengisian BBM di SPBU Menggunakan BRI Kartu KreditOptimalisasi Pengawasan Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran oleh KemenkesMencegah Aksi Main Hakim Sendiri, Menko Yusril Ajak Kepolisian dan Tokoh Agama BersinergiBGN Ubah Strategi Program Makan Bergizi Gratis, Prioritaskan Wilayah dengan Stunting TinggiFormula 1 Siapkan Rencana Darurat Seri Penutup Musim 2026 di EropaDugaan Pelecehan Seksual Jared Leto dan Fakta di BaliknyaCara Memanfaatkan Tarif 0 Persen Ekspor Olahan Tuna dan Cakalang ke Jepang

Paling Banyak Dibaca

Kinerja Keuangan GoTo Semester I 2026, Rincian Laba dan Sumber Pendapatan

Ekonomi

Kinerja Keuangan GoTo Semester I 2026, Rincian Laba dan Sumber Pendapatan

30 Jul 2026

Promo Cashback Pengisian BBM di SPBU Menggunakan BRI Kartu Kredit

Ekonomi

Promo Cashback Pengisian BBM di SPBU Menggunakan BRI Kartu Kredit

30 Jul 2026

Optimalisasi Pengawasan Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran oleh Kemenkes

Kesehatan

Optimalisasi Pengawasan Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran oleh Kemenkes

30 Jul 2026

Mencegah Aksi Main Hakim Sendiri, Menko Yusril Ajak Kepolisian dan Tokoh Agama Bersinergi

Hukum

Mencegah Aksi Main Hakim Sendiri, Menko Yusril Ajak Kepolisian dan Tokoh Agama Bersinergi

30 Jul 2026

BGN Ubah Strategi Program Makan Bergizi Gratis, Prioritaskan Wilayah dengan Stunting Tinggi

Nasional

BGN Ubah Strategi Program Makan Bergizi Gratis, Prioritaskan Wilayah dengan Stunting Tinggi

30 Jul 2026

Formula 1 Siapkan Rencana Darurat Seri Penutup Musim 2026 di Eropa

Olahraga

Formula 1 Siapkan Rencana Darurat Seri Penutup Musim 2026 di Eropa

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kinerja Keuangan GoTo Semester I 2026, Rincian Laba dan Sumber PendapatanEkonomi 路 30 Jul 2026
  2. 2Promo Cashback Pengisian BBM di SPBU Menggunakan BRI Kartu KreditEkonomi 路 30 Jul 2026
  3. 3Optimalisasi Pengawasan Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran oleh KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  4. 4Mencegah Aksi Main Hakim Sendiri, Menko Yusril Ajak Kepolisian dan Tokoh Agama BersinergiHukum 路 30 Jul 2026
  5. 5BGN Ubah Strategi Program Makan Bergizi Gratis, Prioritaskan Wilayah dengan Stunting TinggiNasional 路 30 Jul 2026
General News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap