Pasar saham Korea Selatan tengah menarik perhatian komunitas investasi global setelah mengalami guncangan besar. Sejak indeks Kospi mencapai puncaknya pada Juni, kapitalisasi pasar bursa negara tersebut telah menyusut sekitar US$1 triliun atau setara dengan Rp18.076 triliun. Penurunan ini memangkas nilai pasar saham Korea Selatan hingga kini berada di kisaran US$4 triliun. Kendati demikian, bursa ini tetap menjadi salah satu fokus utama dunia karena perannya yang semakin krusial dalam ekosistem teknologi global.
Koreksi tajam ini sebagian besar dipicu oleh perubahan sentimen terhadap sektor kecerdasan buatan (AI). Dua raksasa semikonduktor asal Korea Selatan, yaitu Samsung Electronics Co. dan SK Hynix Inc., merupakan pilar penting dalam pergerakan saham bertema AI di bursa tersebut. Ketika sentimen negatif mengenai prospek permintaan AI merebak pada Senin pekan lalu, indeks Kospi langsung terkoreksi hampir 9%. Di pasar global, saham SK Hynix yang tercatat di Amerika Serikat anjlok 9,3% pekan lalu, yang kemudian turut menyeret turun performa saham-saham cip utama lainnya.








