farmigo.id
BerandaSosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomyGeneral NewsPopuler
Beranda/Ekonomi

Kinerja Keuangan GoTo Kuartal II-2026, Cetak Rekor Laba Bersih dan Pertumbuhan Bisnis

Nurdin PadotoDiterbitkan 30 Jul 2026 - 04.33 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kinerja Keuangan GoTo Kuartal II-2026, Cetak Rekor Laba Bersih dan Pertumbuhan Bisnis
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menunjukkan rekor kinerja yang signifikan pada kuartal kedua tahun 2026. Di bawah kepemimpinan CEO Hans Patuwo, perusahaan teknologi ini berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang positif. Keberhasilan ini didorong oleh kontribusi kuat dari lini bisnis layanan on-demand (Gojek) serta teknologi finansial (Gopay).

Bagaimana rincian pencapaian keuangan GoTo pada kuartal II-2026?

GoTo berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp252 miliar pada kuartal kedua tahun 2026. Angka ini menandai pertumbuhan sebesar 47 persen jika dibandingkan dengan pencapaian kuartal sebelumnya. Hasil ini sekaligus membalikkan keadaan dari posisi rugi yang sempat dialami pada tahun sebelumnya. Dengan pencapaian ini, perusahaan telah berhasil mempertahankan perolehan laba bersih selama dua kuartal secara berturut-turut. Selain itu, nilai EBITDA Grup yang disesuaikan juga mencatatkan sejarah baru dengan melampaui angka Rp1,0 triliun untuk pertama kalinya.

farmigo.id

Copyright 2026 farmigo.id - All Rights Reserved.

Kategori

SosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomy

Apa saja sektor bisnis yang menyokong pertumbuhan kinerja GoTo?

Baca Juga

Cara Memanfaatkan Tarif 0 Persen Ekspor Olahan Tuna dan Cakalang ke Jepang

Cara Memanfaatkan Tarif 0 Persen Ekspor Olahan Tuna dan Cakalang ke Jepang

Pertumbuhan positif perusahaan ditopang oleh dua pilar bisnis utamanya, yaitu On-demand Services (ODS) atau Gojek, serta Financial Technology (Fintech) yang dikenal lewat Gopay. Kedua lini ini menunjukkan peningkatan performa yang solid, bahkan salah satunya berhasil mencatatkan sejarah baru dalam hal tingkat profitabilitas di dalam grup.

Bagaimana performa dari lini bisnis On-demand Services (ODS)?

Pendapatan bersih dari sektor layanan on-demand ini berhasil menyentuh angka Rp3,6 triliun. Adapun EBITDA yang disesuaikan untuk lini ODS mencapai Rp464 miliar, yang berarti tumbuh sebesar 41 persen secara tahunan. Dari sisi operasional, margin segmen pengiriman yang menaungi GoFood dan GoSend meningkat menjadi 2,1 persen dari posisi 1,8 persen pada tahun lalu. Sementara itu, segmen mobilitas yang mencakup layanan GoRide dan GoCar mencatatkan kenaikan margin menjadi 5,0 persen dari angka 3,0 persen pada periode tahun sebelumnya.

Bagaimana dengan pencapaian sektor Financial Technology (Fintech) GoTo?

Baca Juga

Penyusutan Kapitalisasi Pasar Saham Korea Selatan dan Dampak Globalnya

Penyusutan Kapitalisasi Pasar Saham Korea Selatan dan Dampak Globalnya

Sektor teknologi finansial mencatatkan pertumbuhan yang sangat pesat pada kuartal II-2026. Pendapatan bersih dari lini ini tumbuh sebesar 53 persen secara tahunan hingga melampaui Rp2 triliun. Lebih lanjut, EBITDA yang disesuaikan untuk sektor Fintech melonjak hingga 447 persen secara tahunan menjadi Rp481 miliar. Pencapaian ini menandai momen bersejarah karena untuk pertama kalinya, tingkat profitabilitas lini bisnis Fintech berhasil melampaui lini bisnis On-demand Services di GoTo.

Bagaimana kebijakan komisi baru memengaruhi target keuangan GoTo hingga akhir tahun?

Sejak tanggal 1 Juli 2026, GoTo mulai memberlakukan kebijakan komisi sebesar 8 persen. Penerapan kebijakan baru ini membawa penyesuaian pada target proyeksi keuangan masing-masing lini bisnis untuk setahun penuh. Target EBITDA yang disesuaikan untuk lini ODS diturunkan menjadi Rp1,4 triliun hingga Rp1,5 triliun sebagai dampak langsung dari kebijakan komisi tersebut. Sebaliknya, target untuk lini Fintech justru dinaikkan menjadi Rp1,7 triliun hingga Rp1,8 triliun. Meski ada penyesuaian di tingkat lini bisnis, manajemen GoTo tetap mempertahankan target EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh di kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.

Ikuti farmigo.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kinerja keuanganGoToHans PatuwoGojekGopay

Berita Terbaru Lainnya

Optimalisasi Pengawasan Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran oleh KemenkesMencegah Aksi Main Hakim Sendiri, Menko Yusril Ajak Kepolisian dan Tokoh Agama BersinergiBGN Ubah Strategi Program Makan Bergizi Gratis, Prioritaskan Wilayah dengan Stunting TinggiFormula 1 Siapkan Rencana Darurat Seri Penutup Musim 2026 di EropaDugaan Pelecehan Seksual Jared Leto dan Fakta di BaliknyaCara Memanfaatkan Tarif 0 Persen Ekspor Olahan Tuna dan Cakalang ke JepangPenyusutan Kapitalisasi Pasar Saham Korea Selatan dan Dampak GlobalnyaCara Menganalisis Kinerja Keuangan dan Ekspansi Infrastruktur CDIA

Paling Banyak Dibaca

Optimalisasi Pengawasan Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran oleh Kemenkes

Kesehatan

Optimalisasi Pengawasan Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran oleh Kemenkes

30 Jul 2026

Mencegah Aksi Main Hakim Sendiri, Menko Yusril Ajak Kepolisian dan Tokoh Agama Bersinergi

Hukum

Mencegah Aksi Main Hakim Sendiri, Menko Yusril Ajak Kepolisian dan Tokoh Agama Bersinergi

30 Jul 2026

BGN Ubah Strategi Program Makan Bergizi Gratis, Prioritaskan Wilayah dengan Stunting Tinggi

Nasional

BGN Ubah Strategi Program Makan Bergizi Gratis, Prioritaskan Wilayah dengan Stunting Tinggi

30 Jul 2026

Formula 1 Siapkan Rencana Darurat Seri Penutup Musim 2026 di Eropa

Olahraga

Formula 1 Siapkan Rencana Darurat Seri Penutup Musim 2026 di Eropa

30 Jul 2026

Dugaan Pelecehan Seksual Jared Leto dan Fakta di Baliknya

Hiburan

Dugaan Pelecehan Seksual Jared Leto dan Fakta di Baliknya

30 Jul 2026

Cara Memanfaatkan Tarif 0 Persen Ekspor Olahan Tuna dan Cakalang ke Jepang

Ekonomi

Cara Memanfaatkan Tarif 0 Persen Ekspor Olahan Tuna dan Cakalang ke Jepang

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Optimalisasi Pengawasan Kesehatan Mental Peserta Internship Kedokteran oleh KemenkesKesehatan 路 30 Jul 2026
  2. 2Mencegah Aksi Main Hakim Sendiri, Menko Yusril Ajak Kepolisian dan Tokoh Agama BersinergiHukum 路 30 Jul 2026
  3. 3BGN Ubah Strategi Program Makan Bergizi Gratis, Prioritaskan Wilayah dengan Stunting TinggiNasional 路 30 Jul 2026
  4. 4Formula 1 Siapkan Rencana Darurat Seri Penutup Musim 2026 di EropaOlahraga 路 30 Jul 2026
  5. 5Dugaan Pelecehan Seksual Jared Leto dan Fakta di BaliknyaHiburan 路 30 Jul 2026
General News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap