Menjaga tanaman agar tetap tumbuh optimal di tengah perubahan cuaca merupakan tantangan besar bagi para petani di Indonesia. Cekaman abiotik, seperti kondisi lingkungan yang tidak ideal akibat panas, kekeringan, atau faktor non-hama lainnya, sering kali menghambat produktivitas pertanian. Untuk mengatasi masalah ini, penggunaan biostimulan menjadi salah satu langkah modern yang sangat direkomendasikan. Syngenta Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendorong inovasi pertanian berkelanjutan dengan meluncurkan biostimulan terbaru bernama CUPRINOMAT庐. Peluncuran ini dilakukan dalam acara Grand Finale yang digelar di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, pada Selasa (28/7). Presiden Direktur Syngenta Indonesia, Eryanto, menyatakan bahwa produk ini diformulasikan khusus untuk membantu meningkatkan proses alami tanaman serta toleransi terhadap cekaman abiotik.
Langkah penting dalam mengoptimalkan budidaya adalah memahami kandungan produk yang diaplikasikan pada tanaman. CUPRINOMAT庐 mengkombinasikan bahan-bahan penting seperti asam amino, asam humat, asam fulvat, serta nutrisi mikro yang komprehensif. Kombinasi ini bekerja secara sinergis untuk membantu mempercepat pertumbuhan tanaman, memperkuat ketahanan terhadap stres lingkungan, mengoptimalkan penyerapan nutrisi, dan mendukung hasil panen yang lebih tinggi. Dengan mengaplikasikan teknologi ini, petani dapat merasakan tiga manfaat utama, yaitu solusi lengkap tepat, pertumbuhan memikat, dan hasil melompat. Penggunaan biostimulan yang tepat akan sangat membantu tanaman melewati fase-fase kritis, terutama di tengah tantangan iklim yang menuntut praktik pertanian yang lebih adaptif.








