Kebakaran hutan dan lahan merupakan salah satu tantangan lingkungan paling serius yang harus dihadapi oleh Provinsi Kalimantan Tengah. Skala permasalahan ini terlihat jelas dari tingginya angka kejadian di wilayah tersebut. Tercatat, Provinsi Kalimantan Tengah telah mengalami sebanyak 472 kejadian kebakaran hutan dan lahan hingga bulan Juli 2026. Tingginya frekuensi kejadian ini menuntut adanya penanganan yang komprehensif dan terpadu. Sebagai respons terhadap situasi yang mendesak, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah saat ini tengah mengerahkan seluruh unsur operasi darat maupun udara. Langkah ini diambil secara khusus untuk mempercepat proses penanganan di sejumlah lokasi prioritas yang tersebar di berbagai wilayah.
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam memimpin penanggulangan bencana, jajaran pimpinan daerah turun langsung ke lapangan. Pada hari Jumat, 24 Juli 2026, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, bersama dengan Kapolda dan Kabinda, meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan yang berada di wilayah Kabupaten Pulang Pisau. Kehadiran para pejabat tinggi daerah ini tidak hanya sebatas pemantauan visual. Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Agustiar Sabran juga ikut serta secara langsung dalam proses memadamkan api. Upaya pemadaman di lokasi tersebut mulai menunjukkan hasil yang positif berkat kerja keras seluruh pihak yang terlibat.








