farmigo.id
BerandaSosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomyGeneral NewsSains & TeknologiBisnisSepak BolaMetroPolitikTransportasiGaya HidupMegapolitanPemerintahanYogyakartaOtomotif & WirausahaLayanan PublikPendidikan & KarierPopuler
Beranda/Ekonomi Bisnis

Kinerja Keuangan, Operasional, dan Target Ekspansi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk

Berlin SiregarDiterbitkan 31 Jul 2026 - 20.14 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kinerja Keuangan, Operasional, dan Target Ekspansi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE terus menunjukkan peran pentingnya dalam sektor energi berkelanjutan di Indonesia. Berdasarkan laporan keuangan interim per tanggal 30 Juni 2026, perusahaan mencatatkan pencapaian laba bersih sebesar USD 79,6 juta pada kuartal kedua tahun 2026. Angka perolehan laba bersih ini mengalami pertumbuhan sebesar 15,48 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Peningkatan laba bersih tersebut berjalan selaras dengan pendapatan perusahaan yang juga menunjukkan tren positif. PGE mencatatkan total pendapatan sebesar USD 235,027 juta pada kuartal kedua tahun 2026. Pendapatan ini tumbuh sebesar 14,7 persen secara tahunan jika dibandingkan dengan raihan pendapatan sebesar USD 204,850 juta pada kuartal kedua tahun 2025.

farmigo.id

Copyright 2026 farmigo.id - All Rights Reserved.

Kategori

SosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomy
Fransetya Hasudungan Hutabarat selaku Direktur Keuangan PGE mencatatkan bahwa peningkatan laba bersih perseroan menjadi USD 79,607 juta didukung oleh beberapa faktor utama. Faktor-faktor tersebut meliputi pertumbuhan produksi, tingkat keandalan operasional dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), serta adanya keuntungan selisih kurs yang bernilai positif. Dari sisi neraca keuangan, perseroan memperlihatkan struktur permodalan yang solid. Pada kuartal kedua tahun 2026, total ekuitas PGE tercatat berada di angka USD 2,006 miliar. Sementara itu, total aset yang dimiliki perusahaan mencapai USD 2,967 miliar, yang juga didukung oleh ketersediaan kas dan setara kas sebesar USD 656,634 juta. Pada saat yang bersamaan, perusahaan berhasil menurunkan tingkat liabilitasnya. Total liabilitas perseroan mengalami penurunan sebesar 2,80 persen dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2025, sehingga angkanya menyusut menjadi USD 961,184 juta.

Pertumbuhan dari sisi finansial tersebut berbanding lurus dengan peningkatan kinerja operasional di lapangan. Sepanjang semester pertama tahun 2026, total produksi listrik yang dihasilkan oleh PGE telah mencapai 2.745 GWh. Pencapaian volume produksi ini meningkat sebesar 13,62 persen jika dikomparasikan dengan total produksi sebesar 2.416 GWh pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Tren pencapaian target operasional ini mengulangi rekam jejak keberhasilan perusahaan di masa lalu. Sebagai contoh, pada tahun 2020, produksi setara listrik geothermal yang dicatatkan oleh Pertamina berhasil melampaui target yang telah ditetapkan dengan capaian 14 persen lebih tinggi. Kinerja operasional yang konsisten ini menjadi pondasi kuat bagi perusahaan untuk terus memasok energi bersih bagi kebutuhan listrik nasional.

Baca Juga

Kedatangan Pesawat Airbus A380-800 Emirates di Bandara Soekarno-Hatta

Kedatangan Pesawat Airbus A380-800 Emirates di Bandara Soekarno-Hatta

Tahun 2026 memiliki makna historis yang mendalam bagi industri panas bumi di tanah air, karena menandai 100 tahun perjalanan pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia. Sejarah panjang perjalanan panas bumi ini pada awalnya dimulai dari kegiatan eksplorasi yang dilakukan di wilayah Kamojang, Provinsi Jawa Barat. Saat ini, di bawah kepemimpinan Direktur Utama Ahmad Yani, PGE telah bertransformasi menjadi entitas bisnis yang mengelola sekitar 70 persen dari total energi panas bumi yang ada di seluruh Indonesia. Pengalaman satu abad pemanfaatan panas bumi nasional ini memberikan landasan strategis bagi perusahaan untuk terus memperluas jangkauan operasionalnya dan mengoptimalkan potensi sumber daya energi terbarukan yang dimiliki oleh Indonesia.

Hingga saat ini, perseroan tercatat mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi yang tersebar di berbagai daerah dengan total kapasitas terpasang mencapai 727 megawatt (MW). Untuk merespons kebutuhan energi bersih di masa depan, PGE telah menetapkan target pengembangan kapasitas yang terukur. Perusahaan menargetkan pencapaian kapasitas terpasang sebesar 1 gigawatt (GW) pada tahun 2028, dan akan terus ditingkatkan hingga mencapai 1,8 GW pada tahun 2033. Rencana ekspansi kapasitas ini sejalan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) untuk periode tahun 2025 hingga 2034. Dalam dokumen RUPTL tersebut, ditargetkan porsi energi baru dan terbarukan (EBT) dapat mencapai 76 persen dari total bauran energi nasional, di mana sektor panas bumi secara spesifik ditargetkan untuk menyumbang kapasitas sebesar 5,2 GW.

Baca Juga

Panduan Memilih dan Membeli Mercedes-Benz Terbaru di GIIAS 2026

Panduan Memilih dan Membeli Mercedes-Benz Terbaru di GIIAS 2026

Selain berfokus pada pencapaian target finansial dan peningkatan kapasitas operasional, PGE juga menaruh perhatian besar pada aspek keberlanjutan. Komitmen perseroan terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan ini mendapatkan pengakuan di tingkat global. PGE berhasil meraih skor ESG sebesar 7,1 dari lembaga pemeringkat Sustainalytics. Nilai tersebut merupakan peringkat ESG yang tertinggi di Indonesia. Berkat pencapaian ini, PGE menorehkan prestasi sebagai satu-satunya perusahaan asal Indonesia yang berhasil masuk ke dalam daftar Top 50 Global ESG Companies untuk tahun 2025. Pengakuan ini menegaskan posisi perusahaan tidak hanya sebagai produsen energi panas bumi, tetapi juga sebagai entitas korporasi yang memprioritaskan tata kelola lingkungan dan sosial yang baik.

Ikuti farmigo.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

energi terbarukanlaba bersihPGEOPertamina Geothermal EnergyPanas Bumi

Berita Terbaru Lainnya

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis SurveiKedatangan Pesawat Airbus A380-800 Emirates di Bandara Soekarno-HattaPanduan Memilih dan Membeli Mercedes-Benz Terbaru di GIIAS 2026Memahami Dampak Kenaikan Suku Bunga Bank Indonesia terhadap Aliran Modal AsingMengenali Modus Pengalihan Beras Premium Menjadi Beras FortifikasiRencana Pertemuan Destry Damayanti dan Presiden Prabowo Bahas Pengendalian Inflasi PanganPolemik Ekspor Nikel dan Timah Terhambat Logam Tanah JarangCara Bank Indonesia dan Pemerintah Mengendalikan Inflasi Pangan

Paling Banyak Dibaca

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

Nasional

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

30 Jul 2026

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

Hukum

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

30 Jul 2026

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis Survei

Politik

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis Survei

31 Jul 2026

Kedatangan Pesawat Airbus A380-800 Emirates di Bandara Soekarno-Hatta

News

Kedatangan Pesawat Airbus A380-800 Emirates di Bandara Soekarno-Hatta

31 Jul 2026

Panduan Memilih dan Membeli Mercedes-Benz Terbaru di GIIAS 2026

Otomotif

Panduan Memilih dan Membeli Mercedes-Benz Terbaru di GIIAS 2026

31 Jul 2026

Rencana Pertemuan Destry Damayanti dan Presiden Prabowo Bahas Pengendalian Inflasi Pangan

Ekonomi

Rencana Pertemuan Destry Damayanti dan Presiden Prabowo Bahas Pengendalian Inflasi Pangan

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi NasionalNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom WidiyantoroHukum 路 30 Jul 2026
  3. 3Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis SurveiPolitik 路 31 Jul 2026
  4. 4Kedatangan Pesawat Airbus A380-800 Emirates di Bandara Soekarno-HattaNews 路 31 Jul 2026
  5. 5Panduan Memilih dan Membeli Mercedes-Benz Terbaru di GIIAS 2026Otomotif 路 31 Jul 2026
General News
Sains & Teknologi
Bisnis
Sepak Bola
Metro
Politik
Transportasi
Gaya Hidup
Megapolitan
Pemerintahan
Yogyakarta
Otomotif & Wirausaha
Layanan Publik
Pendidikan & Karier

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap