Pembangunan infrastruktur gas bumi di Pulau Sumatera terus dipercepat oleh pemerintah guna menciptakan jaringan distribusi energi yang andal dan terintegrasi. Salah satu fokus utama saat ini adalah Proyek Pipa Transmisi Gas Bumi Dusem, yang menghubungkan wilayah Duri hingga Sei Mangkei. Jalur pipa transmisi ini membentang melintasi Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Riau, serta dirancang untuk menjadi penopang utama dalam pengembangan infrastruktur energi nasional. Seluruh proses pembangunan jaringan pipa gas transmisi Dusem ini didanai secara penuh menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Guna memastikan kelancaran dan efisiensi pengerjaan di lapangan, proyek infrastruktur energi strategis ini dibagi menjadi dua bagian utama. Bagian pertama, yang dikenal sebagai Segmen 1, mencakup rute dari SKG Belawan hingga Stasiun Labuhan Batu dengan perkiraan panjang lintasan mencapai 279,8 kilometer. Sementara itu, Segmen 2 melanjutkan rute distribusi dari Stasiun Labuhan Batu dan berakhir pada fasilitas gas yang berada di wilayah Duri. Pembagian segmen ini diharapkan dapat mempercepat proses konstruksi sehingga target penyelesaian dapat tercapai sesuai rencana.








