farmigo.id
BerandaSosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomyGeneral NewsSains & TeknologiBisnisSepak BolaMetroPolitikTransportasiGaya HidupMegapolitanPemerintahanYogyakartaOtomotif & WirausahaLayanan PublikPendidikan & KarierPopuler
Beranda/Kesehatan

Panduan Penanganan Cedera Kepala pada Balita dan Tanda Bahaya Perdarahan Otak

Horas TobingDiterbitkan 1 Agu 2026 - 19.34 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Panduan Penanganan Cedera Kepala pada Balita dan Tanda Bahaya Perdarahan Otak
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Kasus cedera kepala pada anak akibat terjatuh merupakan situasi yang sering kali memicu kekhawatiran besar bagi para orang tua. Baru-baru ini, sebuah kejadian yang dibagikan oleh seorang pengguna media sosial TikTok melalui akun @mamaaskara07 menjadi perhatian publik dan memberikan pelajaran berharga. Pengguna tersebut menceritakan pengalaman ketika anak balitanya terjatuh dari atas sebuah panggung yang posisinya cukup tinggi. Pada awalnya, sang balita hanya terlihat semakin lemas dan terus-menerus menunjukkan keinginan untuk tidur. Namun, kondisi kesehatan anak tersebut kemudian memburuk secara signifikan pada malam harinya ketika ia mulai mengalami muntah secara berulang kali.

Menghadapi situasi yang semakin mengkhawatirkan tersebut, sang ibu merasa sangat takut anaknya mulai kehilangan kesadaran secara total. Tanpa menunda waktu, ia segera membawa balita tersebut ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) di rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, dokter yang bertugas menemukan adanya perdarahan yang cukup banyak di dalam kepala sang anak. Kondisi kritis ini mengharuskan balita tersebut untuk segera menjalani tindakan operasi. Setelah melewati masa tunggu yang penuh kecemasan selama hampir lima jam, tindakan operasi tersebut pada akhirnya berhasil berjalan dengan lancar.

farmigo.id

Copyright 2026 farmigo.id - All Rights Reserved.

Kategori

SosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomy

Merespons kasus-kasus serupa, Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, memberikan penjelasan medis yang sangat penting bagi para orang tua. Ia menyatakan bahwa pada dasarnya tidak semua insiden benturan kepala pada anak akan berujung pada kondisi medis yang serius atau berbahaya. Walaupun demikian, gejala terjadinya perdarahan otak sering kali tidak selalu muncul secara langsung sesaat setelah benturan fisik terjadi. Pada beberapa kasus tertentu, keluhan atau tanda-tanda bahaya baru terlihat setelah beberapa jam kemudian. Oleh sebab itu, dr. Aisya sangat menekankan bahwa setiap anak yang mengalami insiden tersebut sebaiknya tetap dipantau secara ketat selama 24 sampai 48 jam pertama setelah mengalami cedera kepala atau adanya benturan.

Baca Juga

Aksi Katy Perry Lakukan Crowd Surfing dalam Botol Raksasa di Sunny Hill Festival

Aksi Katy Perry Lakukan Crowd Surfing dalam Botol Raksasa di Sunny Hill Festival

Selama masa pemantauan yang krusial tersebut, dr. Aisya mengingatkan bahwa orang tua harus segera membawa anak ke IGD apabila muncul salah satu atau lebih tanda bahaya spesifik. Tanda peringatan pertama adalah terjadinya penurunan kesadaran, yang ditandai dengan anak tampak sangat mengantuk, sangat sulit untuk dibangunkan, atau sama sekali tidak memberikan respons saat dipanggil. Tanda berikutnya mencakup muntah yang terjadi secara berulang, terutama jika muntah terjadi lebih dari satu kali atau berupa muntah yang menyemprot (proyektil). Selain itu, orang tua juga harus sangat mewaspadai apabila anak mengalami kejang atau mengeluhkan sakit kepala berat yang kondisinya semakin memburuk seiring berjalannya waktu.

Tanda bahaya lain yang tidak boleh diabaikan setelah terjadinya benturan kepala adalah perubahan perilaku yang drastis. Perubahan ini bisa berupa anak yang tiba-tiba menjadi sangat rewel, tampak kebingungan, atau bahkan tidak mampu mengenali orang-orang yang berada di sekitarnya. Gejala fisik lainnya meliputi rasa lemas atau kelemahan yang terjadi pada bagian tangan maupun kaki, serta adanya gangguan keseimbangan pada saat anak mencoba untuk berjalan. Keluarnya darah atau cairan berwarna bening dari area hidung maupun telinga juga merupakan indikator kondisi darurat. Lebih lanjut, perbedaan ukuran pupil antara mata kanan dan mata kiri yang tidak sama besar dapat menjadi tanda klinis adanya peningkatan tekanan di dalam kepala anak.

Baca Juga

Optimalisasi Armada Truk Kabin Lebar untuk Efisiensi Bisnis Transportasi

Optimalisasi Armada Truk Kabin Lebar untuk Efisiensi Bisnis Transportasi

Apabila seorang anak pada akhirnya harus menjalani operasi akibat perdarahan di kepala, orang tua perlu memahami bahwa masa pemulihan pascaoperasi akan sangat bervariasi. Waktu yang dibutuhkan untuk pulih bergantung pada beberapa faktor utama, termasuk lokasi dan seberapa luas perdarahan yang terjadi, jenis perdarahan yang dialami, serta ada atau tidaknya cedera penyerta pada jaringan otak anak. Untuk mendukung proses penyembuhan ini, perawatan pascaoperasi di rumah memegang peranan yang sangat vital. Orang tua diwajibkan untuk memberikan obat-obatan sesuai dengan anjuran dokter, menjaga kebersihan luka bekas operasi dengan baik, dan memastikan anak mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Selain itu, sangat penting untuk menghindari segala bentuk aktivitas yang berisiko menyebabkan benturan kembali, serta memastikan seluruh kebutuhan nutrisi dan cairan harian anak terpenuhi secara optimal.

Di samping fokus pada perawatan fisik dan pemenuhan nutrisi, orang tua juga disarankan untuk terus mengamati perkembangan kemampuan motorik dan kognitif anak pascaoperasi. Observasi ini mencakup pemantauan terhadap kemampuan anak untuk berjalan kembali, berbicara, bermain, makan, atau saat berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Kewaspadaan medis juga harus tetap dipertahankan secara disiplin. Anak harus segera dibawa kembali ke IGD rumah sakit apabila setelah operasi muncul kembali tanda-tanda bahaya yang mengkhawatirkan. Gejala yang patut diwaspadai meliputi muntah berulang, kejang, penurunan kesadaran, kelemahan pada anggota gerak tubuh, sakit kepala yang terasa berat, hingga demam tinggi. Selain itu, jika luka bekas operasi tampak membengkak atau mengeluarkan cairan, penanganan medis darurat harus segera diberikan untuk mencegah risiko komplikasi lebih lanjut.

Ikuti farmigo.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kesehatan anakcedera kepalaperdarahan otakbalita jatuhparentingtanda bahaya

Berita Terbaru Lainnya

Optimalisasi Tata Kelola Zakat di Banda Aceh Melalui Digitalisasi Baitul Mal GampongUpaya PERURI Memperkuat Kedaulatan Digital lewat Sandbox Desain Chip Merah PutihAksi Katy Perry Lakukan Crowd Surfing dalam Botol Raksasa di Sunny Hill FestivalOptimalisasi Armada Truk Kabin Lebar untuk Efisiensi Bisnis TransportasiAkhir Misteri Penculikan Atlet Golf Jesslyn WijayaMenghindari Sanksi Pidana, Aturan Perlindungan Pohon Peneduh bagi Pelaku Usaha di Kota BandungPenanganan Kebakaran Gedung Bertingkat, Pelajaran dari Insiden Hotel Pullman Jakarta BaratUpaya KemenHAM Mencegah Aksi Main Hakim Sendiri di Bali Melalui Dialog dan Edukasi

Paling Banyak Dibaca

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis Survei

Politik

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis Survei

31 Jul 2026

Peran BTN dalam Penyaluran Rumah Subsidi KPR FLPP Melalui Akad Massal di Batang

Ekonomi

Peran BTN dalam Penyaluran Rumah Subsidi KPR FLPP Melalui Akad Massal di Batang

1 Agu 2026

Motif Pembunuhan di Grogol Petamburan dan Rekapitulasi Penanganan Kasus Polda Metro Jaya

Hukum & Kriminal

Motif Pembunuhan di Grogol Petamburan dan Rekapitulasi Penanganan Kasus Polda Metro Jaya

31 Jul 2026

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

Nasional

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

30 Jul 2026

Penyelundupan 26 Kilogram Ekstasi oleh Kopilot Malaysia di Bandara Soekarno-Hatta

Hukum & Kriminal

Penyelundupan 26 Kilogram Ekstasi oleh Kopilot Malaysia di Bandara Soekarno-Hatta

1 Agu 2026

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

Hukum

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis SurveiPolitik 路 31 Jul 2026
  2. 2Peran BTN dalam Penyaluran Rumah Subsidi KPR FLPP Melalui Akad Massal di BatangEkonomi 路 1 Agu 2026
  3. 3Motif Pembunuhan di Grogol Petamburan dan Rekapitulasi Penanganan Kasus Polda Metro JayaHukum & Kriminal 路 31 Jul 2026
  4. 4Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi NasionalNasional 路 30 Jul 2026
  5. 5Penyelundupan 26 Kilogram Ekstasi oleh Kopilot Malaysia di Bandara Soekarno-HattaHukum & Kriminal 路 1 Agu 2026
General News
Sains & Teknologi
Bisnis
Sepak Bola
Metro
Politik
Transportasi
Gaya Hidup
Megapolitan
Pemerintahan
Yogyakarta
Otomotif & Wirausaha
Layanan Publik
Pendidikan & Karier

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap