farmigo.id
BerandaSosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomyGeneral NewsSains & TeknologiBisnisSepak BolaMetroPolitikTransportasiGaya HidupMegapolitanPemerintahanYogyakartaOtomotif & WirausahaLayanan PublikPendidikan & KarierPopuler
Beranda/Pemerintahan

Panduan Memahami Skema Pembiayaan Infrastruktur Publik Jakarta Tanpa APBD

Horas TobingDiterbitkan 31 Jul 2026 - 01.22 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Panduan Memahami Skema Pembiayaan Infrastruktur Publik Jakarta Tanpa APBD
Foto/Ilustrasi: tempo.co.
A-A+

Pembangunan berbagai infrastruktur dan fasilitas publik di DKI Jakarta kini mulai bergeser ke arah pemanfaatan anggaran non-pemerintah. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa sejumlah fasilitas publik penting di wilayah ibu kota berhasil dibangun sepenuhnya tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Mantan Sekretaris Kabinet tersebut memaparkan konsep pembiayaan alternatif ini dalam sebuah acara pertemuan silaturahmi. Acara tersebut mempertemukan jajaran DPRD DKI Jakarta bersama dengan para anggota DPR RI serta DPD RI dari daerah pemilihan DKI Jakarta, yang diselenggarakan pada Kamis, 30 Juli 2026. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk adaptasi pembiayaan kota Jakarta dalam mengelola pembangunan fasilitas publik di tengah kondisi keuangan daerah yang dinamis. Gubernur menyebut pendekatan ini sebagai skema pembiayaan kreatif atau creative financing sebagai alternatif utama.

farmigo.id

Copyright 2026 farmigo.id - All Rights Reserved.

Kategori

SosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomy

Penerapan skema pembiayaan kreatif ini kian gencar dilakukan oleh pemerintah daerah menyusul adanya kebijakan pemotongan dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat. Tercatat pada bulan Januari lalu, pemerintah pusat telah memangkas dana transfer ke daerah serta DBH untuk Provinsi DKI Jakarta dengan nilai mencapai Rp 15 triliun. Penurunan pendapatan daerah yang cukup signifikan ini menuntut pemerintah provinsi untuk mencari alternatif pendanaan lain agar pembangunan ruang publik tidak terhenti. Pramono Anung menjelaskan bahwa dengan mengalihkan beban pembiayaan infrastruktur fisik ke sektor non-APBD, alokasi APBD DKI Jakarta dapat difokuskan secara maksimal untuk mendanai program-program prioritas masyarakat. Salah satu fokus utama pengalihan anggaran tersebut adalah di bidang pendidikan, yakni untuk memastikan keberlangsungan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).

Baca Juga

Mengenal Program Desa Sarjana Unggul di Kabupaten Malinau

Mengenal Program Desa Sarjana Unggul di Kabupaten Malinau

Dalam implementasinya, terdapat beberapa fasilitas umum yang pembangunannya sama sekali tidak membebani anggaran daerah. Salah satu contoh yang diberikan adalah Taman Bendera Pustaka. Menurut penjelasan Pramono Anung, ruang terbuka tersebut adalah taman yang dibangun sepenuhnya tanpa menggunakan dana APBD. Proyek infrastruktur publik lainnya yang menggunakan jalur serupa adalah Taman Semanggi. Pembangunan taman ini menghabiskan anggaran sekitar Rp 135 miliar, di mana seluruh pembiayaannya didapatkan tanpa mengeluarkan sepeser pun dana dari kas APBD. Selain taman, infrastruktur konektivitas publik juga dibangun dengan model pembiayaan ini, seperti halnya jalur penghubung bawah tanah di kawasan Bundaran HI. Jalur pedestrian bawah tanah tersebut mengkoneksikan bangunan-bangunan di kawasan sekitar dengan Stasiun MRT Bundaran HI. Proyek ini juga telah diresmikan secara langsung oleh Gubernur DKI Jakarta tanpa menggunakan dana APBD sama sekali.

Di antara berbagai proyek strategis yang telah berjalan, pembangunan pedestrian deck di kawasan Dukuh Atas tercatat sebagai proyek terbesar yang dipaparkan oleh Pramono Anung. Proyek infrastruktur integrasi ini menelan biaya yang cukup besar, yakni kurang lebih Rp 355 miliar, dan seluruh pembiayaannya juga dipastikan sepenuhnya tidak menggunakan dana APBD. Keberadaan pedestrian deck ini memiliki peran yang sangat penting bagi sistem transportasi Jakarta karena berfungsi menghubungkan enam moda transportasi publik sekaligus di satu titik kawasan terpadu. Enam moda transportasi yang terintegrasi di kawasan Dukuh Atas tersebut meliputi LRT Jakarta, LRT Pusat, Kereta Rel Listrik (KRL), Kereta Bandara, Transjakarta, hingga layanan bus Transjabodetabek.

Baca Juga

Cara Menghitung dan Membayar Zakat Melalui Aplikasi LinkAja Syariah

Cara Menghitung dan Membayar Zakat Melalui Aplikasi LinkAja Syariah

Keberhasilan pembangunan fasilitas-fasilitas bernilai ratusan miliar rupiah tersebut tidak lepas dari pemanfaatan skema kerja sama yang terstruktur. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggunakan mekanisme pembiayaan kreatif seperti koefisien lantai bangunan (KLB) serta jalinan kerja sama yang dilakukan secara langsung dengan pihak swasta untuk membiayai proyek-proyek strategis ini. Skema pembiayaan kreatif ini diharapkan dapat terus menjadi alternatif yang efektif bagi pengembangan kota Jakarta ke depannya. Dengan metode ini, pemenuhan kebutuhan infrastruktur kota dan fasilitas publik bagi masyarakat luas tetap dapat direalisasikan dengan baik, meskipun pemerintah daerah tengah menghadapi tantangan pemotongan dana transfer daerah dari pemerintah pusat.

Ikuti farmigo.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

DKI JakartaPramono AnungInfrastrukturAPBD JakartaPembiayaan Kreatif

Berita Terbaru Lainnya

Kinerja Keuangan bank bjb Semester I 2026, Laba Bersih Tumbuh 58,8 Persen dan Aset Capai Rp 228,2 TriliunMemahami Kinerja Kredit dan Manajemen Risiko Perbankan Melalui Laporan Semester I Bank DanamonMengenal Nusantara Explorer, Kereta Wisata Mewah Inisiasi Presiden Prabowo SubiantoFreeport Indonesia Tekankan Etika Bisnis untuk Dukung Produksi BerkelanjutanMemahami Sengkarut Tata Niaga dan Praktik Mafia Beras di IndonesiaPenyebab Tingginya Angka PHK di Tengah Pertumbuhan Ekonomi IndonesiaKPK Cari Celah Hukum Terkait Aturan Baru dalam UU P2SKPentingnya Edukasi Kesehatan Reproduksi di Pesantren untuk Mencegah Kekerasan Seksual

Paling Banyak Dibaca

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

Nasional

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

30 Jul 2026

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

Hukum

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

30 Jul 2026

Kinerja Keuangan bank bjb Semester I 2026, Laba Bersih Tumbuh 58,8 Persen dan Aset Capai Rp 228,2 Triliun

Ekonomi

Kinerja Keuangan bank bjb Semester I 2026, Laba Bersih Tumbuh 58,8 Persen dan Aset Capai Rp 228,2 Triliun

31 Jul 2026

Memahami Kinerja Kredit dan Manajemen Risiko Perbankan Melalui Laporan Semester I Bank Danamon

Ekonomi

Memahami Kinerja Kredit dan Manajemen Risiko Perbankan Melalui Laporan Semester I Bank Danamon

31 Jul 2026

Mengenal Nusantara Explorer, Kereta Wisata Mewah Inisiasi Presiden Prabowo Subianto

Nasional

Mengenal Nusantara Explorer, Kereta Wisata Mewah Inisiasi Presiden Prabowo Subianto

31 Jul 2026

Penyebab Tingginya Angka PHK di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Ekonomi

Penyebab Tingginya Angka PHK di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi NasionalNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom WidiyantoroHukum 路 30 Jul 2026
  3. 3Kinerja Keuangan bank bjb Semester I 2026, Laba Bersih Tumbuh 58,8 Persen dan Aset Capai Rp 228,2 TriliunEkonomi 路 31 Jul 2026
  4. 4Memahami Kinerja Kredit dan Manajemen Risiko Perbankan Melalui Laporan Semester I Bank DanamonEkonomi 路 31 Jul 2026
  5. 5Mengenal Nusantara Explorer, Kereta Wisata Mewah Inisiasi Presiden Prabowo SubiantoNasional 路 31 Jul 2026
General News
Sains & Teknologi
Bisnis
Sepak Bola
Metro
Politik
Transportasi
Gaya Hidup
Megapolitan
Pemerintahan
Yogyakarta
Otomotif & Wirausaha
Layanan Publik
Pendidikan & Karier

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap