Apa yang dimaksud dengan konsep familiar stranger dalam kehidupan sehari-hari?
Konsep familiar stranger pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli sosiologi bernama Stanley Milgram pada tahun 1972. Milgram mendefinisikan familiar stranger sebagai orang-orang yang sering kita amati secara berulang dalam rutinitas sehari-hari, namun tidak saling berinteraksi. Dalam keseharian anak-anak, mereka kerap menemui orang-orang di tempat yang sama, seperti penjual jajanan di trotoar depan sekolah, pengemudi ojek pangkalan di dekat gerbang sekolah, atau orang-orang yang lalu lalang di jalanan depan sekolah. Karena sering melihat wajahnya, anak seolah-olah sudah mengenal orang tersebut meskipun tidak mengetahui identitas aslinya.
Apa saja ciri-ciri utama yang menandai seorang familiar stranger?
Berdasarkan konsep yang dikembangkan oleh Stanley Milgram, terdapat tiga karakteristik utama yang mendefinisikan seorang familiar stranger. Pertama, sosok tersebut sering terlihat di sekitar kita. Kedua, kita mengenali wajah atau penampilan fisik mereka secara visual. Ketiga, tidak ada interaksi sosial yang terjalin. Membedakan antara sekadar mengenali wajah dan benar-benar mengenal identitas seseorang mungkin relatif mudah bagi orang dewasa, namun hal ini belum tentu berlaku bagi anak-anak usia sekolah dasar.








