farmigo.id
BerandaSosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomyGeneral NewsSains & TeknologiBisnisSepak BolaMetroPolitikTransportasiGaya HidupMegapolitanPemerintahanYogyakartaOtomotif & WirausahaLayanan PublikPendidikan & KarierPopuler
Beranda/Sosial

Mengenal Konsep Familiar Stranger dan Kaitannya dengan Keselamatan Anak

Uria NgauDiterbitkan 1 Agu 2026 - 03.47 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Mengenal Konsep Familiar Stranger dan Kaitannya dengan Keselamatan Anak
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Apa yang dimaksud dengan konsep familiar stranger dalam kehidupan sehari-hari?

Konsep familiar stranger pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli sosiologi bernama Stanley Milgram pada tahun 1972. Milgram mendefinisikan familiar stranger sebagai orang-orang yang sering kita amati secara berulang dalam rutinitas sehari-hari, namun tidak saling berinteraksi. Dalam keseharian anak-anak, mereka kerap menemui orang-orang di tempat yang sama, seperti penjual jajanan di trotoar depan sekolah, pengemudi ojek pangkalan di dekat gerbang sekolah, atau orang-orang yang lalu lalang di jalanan depan sekolah. Karena sering melihat wajahnya, anak seolah-olah sudah mengenal orang tersebut meskipun tidak mengetahui identitas aslinya.

Apa saja ciri-ciri utama yang menandai seorang familiar stranger?

Berdasarkan konsep yang dikembangkan oleh Stanley Milgram, terdapat tiga karakteristik utama yang mendefinisikan seorang familiar stranger. Pertama, sosok tersebut sering terlihat di sekitar kita. Kedua, kita mengenali wajah atau penampilan fisik mereka secara visual. Ketiga, tidak ada interaksi sosial yang terjalin. Membedakan antara sekadar mengenali wajah dan benar-benar mengenal identitas seseorang mungkin relatif mudah bagi orang dewasa, namun hal ini belum tentu berlaku bagi anak-anak usia sekolah dasar.

farmigo.id

Copyright 2026 farmigo.id - All Rights Reserved.

Kategori

SosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomy

Mengapa wajah yang sering terlihat bisa menimbulkan rasa aman?

Baca Juga

Menemukan Berbagai Unsur Lokal Indonesia dalam Video Musik Terbaru No Na honk!

Menemukan Berbagai Unsur Lokal Indonesia dalam Video Musik Terbaru No Na honk!

Perasaan aman ini dapat dijelaskan melalui fenomena psikologis yang dikenal sebagai mere exposure effect. Efek ini menjelaskan bahwa paparan berulang terhadap suatu hal dapat meningkatkan pengenalan dan dalam kondisi tertentu bisa menimbulkan rasa positif terhadap suatu stimulus. Sebagai contoh, seorang politisi yang berkampanye akan memaparkan dirinya sesering mungkin agar warga mengenalnya. Namun, pengenalan visual ini bukan merupakan bukti tentang karakter asli atau niat seseorang.

Bagaimana anak-anak menilai tingkat kepercayaan terhadap orang di sekitarnya?

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Ewing dan rekan-rekan pada tahun 2015 menunjukkan bahwa anak-anak usia 5 dan 10 tahun memiliki kecenderungan untuk mempercayai individu yang memiliki wajah yang dipersepsikan terlihat dapat dipercaya. Penilaian anak-anak sering kali didasarkan pada penampilan luar. Oleh karena itu, orang tua perlu mempertimbangkan untuk tidak mengajarkan bahwa orang berbahaya selalu tampak menakutkan atau berpakaian aneh, serta menekankan bahwa orang dengan wajah ramah belum tentu merupakan orang baik.

Apakah terdapat hubungan langsung antara fenomena familiar stranger dengan penculikan anak?

Hingga saat ini, belum terdapat bukti kuat yang mengatakan bahwa fenomena familiar stranger secara langsung menyebabkan kasus penculikan anak. Meskipun orang yang sering dilihat belum tentu memiliki niat buruk, orang tua tetap perlu mewaspadai rasa keakraban palsu pada anak. Anak yang merasa percaya hanya karena sering melihat seseorang perlu diingatkan bahwa hal tersebut tidak menjamin orang itu dapat dipercaya sepenuhnya.

Baca Juga

Mengenal Ekosistem Mobilitas Berbasis AI dari Xpeng di Indonesia

Mengenal Ekosistem Mobilitas Berbasis AI dari Xpeng di Indonesia

Mengapa orang tua disarankan untuk menghindari nasihat stranger danger kepada anak?

Orang tua sangat disarankan untuk menghindari pemberian nasihat seperti melarang anak mempercayai orang asing atau menyebut orang asing itu berbahaya. Nasihat semacam ini dinilai kurang tepat karena tidak semua orang asing memiliki niat jahat. Sebaliknya, tindak kejahatan juga bisa dilakukan oleh orang yang sudah dikenal dan terlihat baik. Edukasi keselamatan sebaiknya lebih berfokus pada perilaku dan situasi yang tidak aman, bukan sekadar membedakan antara orang asing dan orang yang dikenal.

Bagaimana cara mendidik anak agar dapat melindungi diri dari bahaya dengan lebih efektif?

Orang tua harus mengajarkan aturan keselamatan yang konkret. Ajarkan anak aturan tegas bahwa mereka tidak boleh pergi ke mana pun dengan siapa pun tanpa izin dari orang tua atau guru yang bertanggung jawab. Selain itu, latih anak untuk menguasai respons penyelamatan diri yang sederhana melalui metode tolak-jauhi-ceritakan. Menurut ahli psikologi perkembangan Jean Piaget, anak usia 7 hingga 11 tahun berada pada masa konkret-operasional, di mana mereka mampu berpikir logis untuk objek nyata dan membuat kategori situasi. Oleh karena itu, pelatihan keselamatan ini akan lebih efektif jika dilakukan melalui simulasi keadaan nyata secara langsung di lingkungan sekolah.

Ikuti farmigo.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

familiar strangerstanley milgrampsikologi anakkeselamatan anak

Berita Terbaru Lainnya

Dampak Putusan Mahkamah Konstitusi Terhadap Anggaran Program Makan Bergizi GratisPersiapan dan Pengurangan Kuota Diklat Manajer Koperasi Merah Putih Gelombang KeduaPergerakan Indeks Saham, Posisi Rupiah, dan Laporan Insiden Pelabuhan MesirProses Mengikuti Lelang Properti Sitaan Negara Melalui e-Auction ResmiPanduan Kebijakan Bank Indonesia Pascapengunduran Diri Perry WarjiyoMenemukan Berbagai Unsur Lokal Indonesia dalam Video Musik Terbaru No Na honk!Mengenal Ekosistem Mobilitas Berbasis AI dari Xpeng di IndonesiaRekomendasi Vitamin Penambah Stamina agar Tubuh Tidak Mudah Lelah

Paling Banyak Dibaca

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

Nasional

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

30 Jul 2026

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis Survei

Politik

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis Survei

31 Jul 2026

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

Hukum

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

30 Jul 2026

Proses Mengikuti Lelang Properti Sitaan Negara Melalui e-Auction Resmi

Nasional

Proses Mengikuti Lelang Properti Sitaan Negara Melalui e-Auction Resmi

1 Agu 2026

Pergerakan Indeks Saham, Posisi Rupiah, dan Laporan Insiden Pelabuhan Mesir

Ekonomi

Pergerakan Indeks Saham, Posisi Rupiah, dan Laporan Insiden Pelabuhan Mesir

1 Agu 2026

Persiapan dan Pengurangan Kuota Diklat Manajer Koperasi Merah Putih Gelombang Kedua

Nasional

Persiapan dan Pengurangan Kuota Diklat Manajer Koperasi Merah Putih Gelombang Kedua

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi NasionalNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis SurveiPolitik 路 31 Jul 2026
  3. 3Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom WidiyantoroHukum 路 30 Jul 2026
  4. 4Proses Mengikuti Lelang Properti Sitaan Negara Melalui e-Auction ResmiNasional 路 1 Agu 2026
  5. 5Pergerakan Indeks Saham, Posisi Rupiah, dan Laporan Insiden Pelabuhan MesirEkonomi 路 1 Agu 2026
General News
Sains & Teknologi
Bisnis
Sepak Bola
Metro
Politik
Transportasi
Gaya Hidup
Megapolitan
Pemerintahan
Yogyakarta
Otomotif & Wirausaha
Layanan Publik
Pendidikan & Karier

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap