farmigo.id
BerandaSosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomyGeneral NewsSains & TeknologiBisnisSepak BolaMetroPolitikTransportasiGaya HidupMegapolitanPemerintahanYogyakartaOtomotif & WirausahaLayanan PublikPendidikan & KarierPopuler
Beranda/Ekonomi

Memantau Dampak Aliran Modal Asing Rp195 Triliun Pasca Keputusan BI Rate

Yolanda SompaDiterbitkan 31 Jul 2026 - 19.51 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Memantau Dampak Aliran Modal Asing Rp195 Triliun Pasca Keputusan BI Rate
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Di tengah tekanan eksternal saat ini, aliran modal asing yang masuk ke Indonesia terus bertambah. Perkembangan ini menjadi indikator penting bagi masyarakat dan pelaku pasar keuangan untuk memahami arah kebijakan ekonomi nasional. Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, membawa kabar baik mengenai masuknya dana asing usai ditahannya suku bunga acuan. Bagi Anda yang ingin mengikuti perkembangan ekonomi makro dan memantau pergerakan dana asing secara tepat, terdapat beberapa tahapan analisis yang dapat diterapkan dengan merujuk pada data resmi dari Bank Indonesia.

Tahapan pertama yang perlu Anda lakukan adalah mencermati kebijakan suku bunga acuan atau

farmigo.id

Copyright 2026 farmigo.id - All Rights Reserved.

Kategori

SosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomy
BI Rate
yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Pada bulan Juli 2026, Bank Indonesia mengambil langkah untuk menahan suku bunga acuan BI Rate di level 5,75%. Kebijakan suku bunga acuan yang ditahan ini memang secara khusus ditujukan untuk menarik aliran modal asing agar masuk ke dalam negeri. Sebelum keputusan penahanan ini diambil, Bank Indonesia mencatat telah menaikkan BI Rate sebesar 100 basis poin (bps) atau 1% sejak Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode bulan Mei, yang kemudian dilanjutkan pada bulan Juni.

Tahapan kedua adalah menelusuri efek kebijakan suku bunga tersebut terhadap berbagai instrumen investasi di dalam negeri. Keputusan Bank Indonesia untuk menaikkan BI Rate sebesar 1% sejak RDG Mei dan Juni telah memicu terjadinya repricing atau penyesuaian harga pada aset-aset domestik. Anda dapat memantau penyesuaian harga ini secara langsung pada instrumen keuangan utama seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan Sertifikat Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Proses repricing pada aset-aset domestik ini merupakan bagian dari mekanisme pasar yang pada akhirnya berhasil menarik minat pemodal untuk memindahkan dananya ke pasar keuangan Indonesia.

Baca Juga

Memahami Dampak Kenaikan Suku Bunga Bank Indonesia terhadap Aliran Modal Asing

Memahami Dampak Kenaikan Suku Bunga Bank Indonesia terhadap Aliran Modal Asing

Tahapan ketiga berfokus pada pemantauan volume aliran modal asing yang masuk ke instrumen-instrumen investasi tersebut. Berdasarkan data yang diungkapkan oleh Destry Damayanti saat media briefing secara daring pada hari Jumat, 31 Juli 2026, aliran modal asing yang masuk ke Indonesia masih mampu mencapai Rp195 triliun. Nilai aliran dana tersebut setara dengan lebih dari US$ 10 miliar. Pada awal minggu tersebut, aliran dana atau inflow yang masuk secara spesifik menyasar instrumen SBN dan SRBI. Anda dapat membandingkan angka ini dengan periode sebelumnya untuk melihat tren pertumbuhan secara objektif. Sebagai perbandingan, aliran modal asing yang masuk hingga US$ 10 miliar ini menunjukkan telah terjadi kenaikan yang jelas dibandingkan dengan periode laporan inflow per kuartal II-2026 yang tercatat sebesar US$ 8,5 miliar.

Tahapan keempat adalah mengidentifikasi dampak dari penyesuaian harga dan masuknya modal asing terhadap likuiditas pasar serta cadangan devisa nasional. Masuknya dana asing sebesar Rp195 triliun pasca suku bunga acuan BI Rate ditahan pada Juli 2026 di level 5,75% memiliki tujuan yang sangat strategis. Peristiwa repricing atau penyesuaian harga aset-aset domestik seperti SBN dan SRBI tidak hanya menarik modal dari luar, tetapi juga berfungsi secara langsung untuk memperkuat cadangan devisa negara. Selain memperkuat cadangan devisa, masuknya dana asing dalam jumlah besar ini secara efektif menambah likuiditas di pasar keuangan domestik.

Baca Juga

Mengenali Modus Pengalihan Beras Premium Menjadi Beras Fortifikasi

Mengenali Modus Pengalihan Beras Premium Menjadi Beras Fortifikasi

Tahapan kelima adalah menganalisis bagaimana aliran dana asing ini memengaruhi stabilitas mata uang nasional di tengah dinamika global. Tujuan utama dari penarikan aliran modal asing ke dalam negeri melalui kebijakan suku bunga adalah untuk mendorong pasokan valuta asing (valas) di pasar domestik. Anda perlu memperhatikan bahwa dengan adanya aliran pasokan valas, terutama pasokan yang berdenominasi dolar Amerika Serikat, ketersediaan valas tersebut menjadi salah satu motor penggerak utama untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Melalui pemantauan pasokan valas berdenominasi dolar Amerika Serikat ini, Anda dapat memahami bagaimana Bank Indonesia mengelola dan mempertahankan nilai tukar rupiah meskipun terdapat tekanan eksternal saat ini.

Ikuti farmigo.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bank IndonesiaDestry DamayantiBI RateSRBISBNNilai Tukar Rupiah

Berita Terbaru Lainnya

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis SurveiKedatangan Pesawat Airbus A380-800 Emirates di Bandara Soekarno-HattaPanduan Memilih dan Membeli Mercedes-Benz Terbaru di GIIAS 2026Kinerja Keuangan, Operasional, dan Target Ekspansi PT Pertamina Geothermal Energy TbkMemahami Dampak Kenaikan Suku Bunga Bank Indonesia terhadap Aliran Modal AsingMengenali Modus Pengalihan Beras Premium Menjadi Beras FortifikasiRencana Pertemuan Destry Damayanti dan Presiden Prabowo Bahas Pengendalian Inflasi PanganPolemik Ekspor Nikel dan Timah Terhambat Logam Tanah Jarang

Paling Banyak Dibaca

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

Nasional

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

30 Jul 2026

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

Hukum

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

30 Jul 2026

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis Survei

Politik

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis Survei

31 Jul 2026

Kedatangan Pesawat Airbus A380-800 Emirates di Bandara Soekarno-Hatta

News

Kedatangan Pesawat Airbus A380-800 Emirates di Bandara Soekarno-Hatta

31 Jul 2026

Panduan Memilih dan Membeli Mercedes-Benz Terbaru di GIIAS 2026

Otomotif

Panduan Memilih dan Membeli Mercedes-Benz Terbaru di GIIAS 2026

31 Jul 2026

Rencana Pertemuan Destry Damayanti dan Presiden Prabowo Bahas Pengendalian Inflasi Pangan

Ekonomi

Rencana Pertemuan Destry Damayanti dan Presiden Prabowo Bahas Pengendalian Inflasi Pangan

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi NasionalNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom WidiyantoroHukum 路 30 Jul 2026
  3. 3Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis SurveiPolitik 路 31 Jul 2026
  4. 4Kedatangan Pesawat Airbus A380-800 Emirates di Bandara Soekarno-HattaNews 路 31 Jul 2026
  5. 5Panduan Memilih dan Membeli Mercedes-Benz Terbaru di GIIAS 2026Otomotif 路 31 Jul 2026
General News
Sains & Teknologi
Bisnis
Sepak Bola
Metro
Politik
Transportasi
Gaya Hidup
Megapolitan
Pemerintahan
Yogyakarta
Otomotif & Wirausaha
Layanan Publik
Pendidikan & Karier

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap