farmigo.id
BerandaSosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomyGeneral NewsSains & TeknologiBisnisSepak BolaMetroPolitikTransportasiGaya HidupMegapolitanPemerintahanYogyakartaOtomotif & WirausahaLayanan PublikPendidikan & KarierPopuler
Beranda/Berita Lokal

Kekeringan di Lebak, Warga Manfaatkan Sungai Ciberang yang Makin Menyusut

Yolanda SompaDiterbitkan 31 Jul 2026 - 08.16 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Kekeringan di Lebak, Warga Manfaatkan Sungai Ciberang yang Makin Menyusut
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Bencana kekeringan yang melanda wilayah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, telah berlangsung selama dua bulan terakhir dan memberikan dampak yang sangat signifikan bagi kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Musim kemarau yang berkepanjangan ini secara langsung menyebabkan berhentinya aliran air sumur ke rumah-rumah warga. Ketiadaan pasokan air tanah yang selama ini selalu menjadi andalan utama rumah tangga membuat penduduk harus segera mencari alternatif lain untuk bertahan di tengah cuaca yang semakin terik. Kondisi ketiadaan air bersih di permukiman ini memaksa warga untuk keluar rumah dan mengandalkan sumber air alami yang masih tersisa di wilayah tersebut demi memenuhi berbagai kebutuhan dasar, mulai dari konsumsi harian hingga urusan sanitasi keluarga.

Sebagai salah satu solusi utama di tengah krisis pasokan air bersih, aliran Sungai Ciberang kini beralih fungsi menjadi pusat aktivitas warga yang terdampak kekeringan. Berdasarkan pantauan langsung di kawasan Kampung Somang, Kabupaten Lebak, pada hari Kamis (30/7/2026), terlihat jelas bagaimana masyarakat silih berganti berdatangan ke bantaran sungai tersebut. Aliran air yang masih mengalir di Sungai Ciberang dimanfaatkan secara maksimal oleh penduduk setempat untuk berbagai keperluan krusial. Mereka menggunakan air sungai tersebut tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan minum sehari-hari, tetapi juga untuk mandi dan mencuci pakaian kotor. Selain untuk kebutuhan rumah tangga, warga juga tampak memanfaatkan aliran sungai yang sama untuk mencuci kendaraan bermotor mereka, menunjukkan betapa pentingnya peran sungai ini dalam mendukung seluruh aspek kehidupan warga di masa kemarau ini.

farmigo.id

Copyright 2026 farmigo.id - All Rights Reserved.

Kategori

SosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomy
Baca Juga

Cara Memahami Rencana Revisi Aturan Gaji Kepala Daerah di Indonesia

Cara Memahami Rencana Revisi Aturan Gaji Kepala Daerah di Indonesia

Meskipun saat ini menjadi tumpuan harapan utama bagi warga Kampung Somang dan daerah sekitarnya, kondisi Sungai Ciberang sendiri sama sekali tidak lepas dari dampak buruk musim kemarau panjang. Volume dan debit air di bantaran sungai tersebut dilaporkan mulai mengalami penyusutan yang sangat mencolok akibat paparan cuaca panas yang terus-menerus. Menurut keterangan salah satu warga yang tengah beraktivitas di kawasan aliran air tersebut, tinggi muka air pada aliran Sungai Ciberang saat ini telah menyusut hingga berada di angka kurang dari satu meter. Penurunan debit air ini tergolong sangat drastis dan mengkhawatirkan, mengingat pada kondisi sebelumnya, kedalaman muka air sungai tersebut biasanya mencapai lebih dari dua meter. Penyusutan muka air sungai yang mencapai lebih dari separuh ini menjadi indikator nyata di lapangan mengenai betapa parahnya tingkat kekeringan yang sedang melanda kawasan Lebak dan sekitarnya.

Situasi kekeringan parah yang melanda kawasan Kabupaten Lebak ini sangat dipengaruhi oleh absennya curah hujan dalam jangka waktu yang cukup lama. Salah seorang warga lainnya yang turut memanfaatkan air sungai mengungkapkan bahwa sudah hampir tiga bulan tidak turun hujan sama sekali di wilayah tempat tinggal mereka. Pernyataan warga mengenai minimnya presipitasi ini sejalan dengan data resmi pemetaan kebencanaan yang dikeluarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten. Berdasarkan catatan data terbaru dari BPBD Banten, krisis air ini bukanlah masalah yang hanya terpusat di satu atau dua titik saja. Tercatat sebanyak 109 desa di seluruh wilayah Kabupaten Lebak kini telah masuk ke dalam daftar kategori daerah rawan kekeringan, yang berarti ada banyak warga di berbagai pelosok desa yang menghadapi ancaman krisis air bersih dengan tingkat keparahan yang serupa.

Baca Juga

Dampak Gempa Jepang Magnitudo 7,1, Bertahan Tanpa Listrik dan Air Bersih di Tengah Cuaca Panas

Dampak Gempa Jepang Magnitudo 7,1, Bertahan Tanpa Listrik dan Air Bersih di Tengah Cuaca Panas

Kondisi cuaca panas yang terus mengintai sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir ini diprediksi masih akan berlanjut dan bahkan berpotensi menjadi semakin parah dalam beberapa waktu ke depan. Fenomena terhentinya hujan dan menyusutnya berbagai sumber air permukaan ini mendapat sorotan dan perhatian khusus dari kalangan ilmuwan. Para pakar meteorologi dan iklim bahkan menyebutkan bahwa rentetan cuaca panas ekstrem yang terjadi saat ini memiliki potensi besar untuk masuk ke dalam kategori fenomena super El Nino. Lebih mengejutkan lagi, para pakar mengestimasikan bahwa fenomena super El Nino kali ini bisa menjadi siklus iklim yang terkuat dalam kurun waktu 150 tahun terakhir. Ancaman perubahan iklim berskala global ini tentu membutuhkan tingkat kewaspadaan yang tinggi, mengingat dampak kerusakannya sudah mulai dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas yang berada di daerah rawan kekeringan seperti di Kabupaten Lebak, Banten.

Ikuti farmigo.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KekeringanBantenEl NinoLebakSungai CiberangBPBD Banten

Berita Terbaru Lainnya

Persiapan Kabupaten Banyuasin Menjadi Tuan Rumah Jambore Anak Sholeh 2026Mengenal Potensi Industri Kecil dan Menengah di Papua serta Pentingnya Pendaftaran SIINASFaktor Penyebab Turunnya Harga Minyak Dunia di Tengah Konflik Timur TengahMemahami Proses Penanganan Hukum Kasus Kekerasan Seksual Berdasarkan Peristiwa di MakassarJadwal, Lokasi, dan Harga Tiket GIIAS 2026Rencana Aksi Damai 10 Ribu Pesilat PSHT di Surabaya Terkait Kasus PenganiayaanSyarat dan Ketentuan Kenaikan Tukin Pegawai Kemhan dan Prajurit TNI Menjadi 90 PersenKronologi dan Fakta Medis Meninggalnya Pengunjung Wahana Rumah Hantu di Tulungagung

Paling Banyak Dibaca

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

Nasional

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

30 Jul 2026

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

Hukum

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

30 Jul 2026

Persiapan Kabupaten Banyuasin Menjadi Tuan Rumah Jambore Anak Sholeh 2026

Pendidikan

Persiapan Kabupaten Banyuasin Menjadi Tuan Rumah Jambore Anak Sholeh 2026

31 Jul 2026

Mengenal Potensi Industri Kecil dan Menengah di Papua serta Pentingnya Pendaftaran SIINAS

Ekonomi

Mengenal Potensi Industri Kecil dan Menengah di Papua serta Pentingnya Pendaftaran SIINAS

31 Jul 2026

Faktor Penyebab Turunnya Harga Minyak Dunia di Tengah Konflik Timur Tengah

Bisnis

Faktor Penyebab Turunnya Harga Minyak Dunia di Tengah Konflik Timur Tengah

31 Jul 2026

Memahami Proses Penanganan Hukum Kasus Kekerasan Seksual Berdasarkan Peristiwa di Makassar

Hukum & Kriminal

Memahami Proses Penanganan Hukum Kasus Kekerasan Seksual Berdasarkan Peristiwa di Makassar

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi NasionalNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom WidiyantoroHukum 路 30 Jul 2026
  3. 3Persiapan Kabupaten Banyuasin Menjadi Tuan Rumah Jambore Anak Sholeh 2026Pendidikan 路 31 Jul 2026
  4. 4Mengenal Potensi Industri Kecil dan Menengah di Papua serta Pentingnya Pendaftaran SIINASEkonomi 路 31 Jul 2026
  5. 5Faktor Penyebab Turunnya Harga Minyak Dunia di Tengah Konflik Timur TengahBisnis 路 31 Jul 2026
General News
Sains & Teknologi
Bisnis
Sepak Bola
Metro
Politik
Transportasi
Gaya Hidup
Megapolitan
Pemerintahan
Yogyakarta
Otomotif & Wirausaha
Layanan Publik
Pendidikan & Karier

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap