Bencana kekeringan yang melanda wilayah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, telah berlangsung selama dua bulan terakhir dan memberikan dampak yang sangat signifikan bagi kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Musim kemarau yang berkepanjangan ini secara langsung menyebabkan berhentinya aliran air sumur ke rumah-rumah warga. Ketiadaan pasokan air tanah yang selama ini selalu menjadi andalan utama rumah tangga membuat penduduk harus segera mencari alternatif lain untuk bertahan di tengah cuaca yang semakin terik. Kondisi ketiadaan air bersih di permukiman ini memaksa warga untuk keluar rumah dan mengandalkan sumber air alami yang masih tersisa di wilayah tersebut demi memenuhi berbagai kebutuhan dasar, mulai dari konsumsi harian hingga urusan sanitasi keluarga.
Sebagai salah satu solusi utama di tengah krisis pasokan air bersih, aliran Sungai Ciberang kini beralih fungsi menjadi pusat aktivitas warga yang terdampak kekeringan. Berdasarkan pantauan langsung di kawasan Kampung Somang, Kabupaten Lebak, pada hari Kamis (30/7/2026), terlihat jelas bagaimana masyarakat silih berganti berdatangan ke bantaran sungai tersebut. Aliran air yang masih mengalir di Sungai Ciberang dimanfaatkan secara maksimal oleh penduduk setempat untuk berbagai keperluan krusial. Mereka menggunakan air sungai tersebut tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan minum sehari-hari, tetapi juga untuk mandi dan mencuci pakaian kotor. Selain untuk kebutuhan rumah tangga, warga juga tampak memanfaatkan aliran sungai yang sama untuk mencuci kendaraan bermotor mereka, menunjukkan betapa pentingnya peran sungai ini dalam mendukung seluruh aspek kehidupan warga di masa kemarau ini.








