farmigo.id
BerandaSosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomyGeneral NewsSains & TeknologiBisnisSepak BolaMetroPolitikTransportasiGaya HidupMegapolitanPemerintahanYogyakartaOtomotif & WirausahaLayanan PublikPendidikan & KarierPopuler
Beranda/Bisnis

Dampak Kerugian Pemegang Saham Whoosh terhadap Keuangan KAI

Horas TobingDiterbitkan 31 Jul 2026 - 23.00 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dampak Kerugian Pemegang Saham Whoosh terhadap Keuangan KAI
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pembangunan dan operasional infrastruktur berskala besar seperti Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau yang dikenal dengan nama Whoosh membawa konsekuensi finansial yang sangat signifikan bagi para pemegang sahamnya. Salah satu entitas utama yang secara langsung terdampak oleh situasi ini adalah PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). PSBI merupakan konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bertindak sebagai pemegang saham langsung dari PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Memasuki paruh pertama tahun 2026, kondisi keuangan PSBI mengalami tekanan yang amat berat, yang pada gilirannya turut memengaruhi secara drastis kinerja keuangan induk usahanya.

Panduan ini akan memaparkan secara rinci mengenai dinamika kerugian yang dialami oleh pemegang saham Whoosh serta bagaimana dampak finansial tersebut menjalar ke PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau

farmigo.id

Copyright 2026 farmigo.id - All Rights Reserved.

Kategori

SosialHukumKriminalKesehatanBerita DaerahBerita UmumHukum & KriminalRegionalBerita LokalEkonomiKeuanganNasionalEkonomi BisnisOlahragaKeamananPendidikanBisnis & KeuanganInternasionalOtomotifKulinerTeknologiNewsHiburanBeritaLokalEconomy
KAI
selaku pemegang saham mayoritas. Selain itu, panduan ini juga mengulas struktur risiko yang dihadapi oleh ekosistem BUMN dalam proyek infrastruktur ini berdasarkan data laporan keuangan hingga pertengahan tahun 2026.

Berdasarkan data keuangan yang tercatat hingga 30 Juni 2026, PSBI membukukan kerugian bersih yang mencapai Rp5,13 triliun hanya dalam kurun waktu enam bulan pertama tahun tersebut. Angka kerugian dalam setengah tahun ini tergolong sangat besar karena telah melampaui total kerugian PSBI sepanjang tahun 2025 secara penuh, yang saat itu tercatat sebesar Rp4,99 triliun. Peningkatan kerugian yang masif dan cepat ini berimbas langsung pada kesehatan neraca keuangan konsorsium BUMN tersebut.

Hingga akhir Juni 2026, total liabilitas atau kewajiban yang harus ditanggung oleh PSBI tercatat menembus angka Rp21,55 triliun. Angka liabilitas ini telah melampaui total aset yang dimiliki oleh perusahaan, yang tercatat sebesar Rp21,53 triliun. Situasi di mana kewajiban lebih besar daripada aset menunjukkan terjadinya erosi modal yang sangat signifikan. Kondisi ini berbanding terbalik dengan situasi pada akhir tahun 2025, di mana PSBI sebenarnya masih memiliki bantalan ekuitas yang bernilai positif di kisaran Rp5,1 triliun.

Baca Juga

Perubahan Pengendali PT Era Media Sejahtera Tbk. (DOOH), Rincian Transaksi dan Komposisi Saham Baru

Perubahan Pengendali PT Era Media Sejahtera Tbk. (DOOH), Rincian Transaksi dan Komposisi Saham Baru

Sebagai pemegang saham mayoritas dengan porsi kepemilikan mencapai 58,53% di PSBI, KAI menjadi pihak yang harus menanggung beban kerugian terbesar dari proyek Whoosh. Padahal, jika mengamati bisnis inti perkeretaapian KAI, kinerja operasionalnya justru tumbuh dengan sangat solid. Pendapatan dari sektor angkutan KAI berhasil tumbuh sebesar 6,7%, sementara laba usahanya melesat hingga 26% secara tahunan atau year-on-year.

Sayangnya, pertumbuhan positif yang diraih di bisnis inti perkeretaapian tersebut harus tergerus oleh bagian rugi Whoosh yang wajib ditanggung oleh KAI. Bagian kerugian yang diserap oleh KAI melonjak tajam lebih dari tiga kali lipat, yakni dari sebelumnya Rp948 miliar menjadi Rp3 triliun. Akibat dari beban kerugian yang sangat besar ini, laba bersih konsolidasian KAI mengalami kejatuhan hingga 73%, sehingga hanya tersisa Rp314 miliar.

Selain pemangkasan laba bersih, investasi KAI di PSBI juga mengalami penurunan nilai tercatat yang cukup tajam di dalam pembukuan. Nilai tercatat investasi tersebut terpangkas dari Rp4,79 triliun pada akhir tahun 2025 menjadi tinggal Rp1,79 triliun per bulan Juni 2026. Untuk mengantisipasi berbagai risiko lanjutan yang mungkin timbul di masa depan, KAI telah mengambil langkah dengan membukukan cadangan penurunan nilai atau impairment sebesar Rp1,55 triliun.

Baca Juga

Rencana Konsolidasi Garuda Indonesia dan Pelita Air, Tahapan Kajian dan Prospek Maskapai BUMN

Rencana Konsolidasi Garuda Indonesia dan Pelita Air, Tahapan Kajian dan Prospek Maskapai BUMN

Dampak kerugian ini juga terlihat jelas pada posisi likuiditas perusahaan. Total kas dan setara kas yang dimiliki oleh KAI mengalami penurunan yang signifikan, yakni dari Rp6,76 triliun menjadi Rp4,85 triliun hanya dalam kurun waktu enam bulan. Penurunan kas ini menunjukkan besarnya kebutuhan dana untuk menopang jalannya proyek kereta cepat tersebut.

Secara keseluruhan, total eksposur KAI terhadap ekosistem Whoosh dan PSBI diperkirakan telah mencapai sekitar Rp11,7 triliun. Angka eksposur risiko ini setara dengan sekitar 11% dari total keseluruhan aset KAI, yang tercatat mencapai Rp104,79 triliun per Juni 2026. Konsentrasi risiko pada satu entitas ini memberikan gambaran betapa besarnya keterlibatan finansial KAI dalam proyek tersebut.

Dalam struktur pendanaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini, KAI pada praktiknya bertindak sebagai penopang utama likuiditas. Di sisi lain, negara juga turut hadir memberikan dukungan melalui skema penjaminan berlapis. Penjaminan dari negara ini dijalankan secara langsung oleh PT PII untuk memitigasi berbagai risiko keuangan yang melekat pada struktur pendanaan proyek strategis tersebut.

Ikuti farmigo.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BUMNKAIKeuanganWhooshKereta CepatPSBI

Berita Terbaru Lainnya

Langkah-Langkah Menganalisis Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih Agustus 2026Rekayasa Lalu Lintas Jogja Last Friday Ride Edisi 195 di Kawasan MalioboroRencana Pengeboran Sumur Migas Non-Konvensional Blok Rokan dan Target Produksi Pertamina Hulu RokanPeran BTN dalam Penyaluran Rumah Subsidi KPR FLPP Melalui Akad Massal di BatangPerubahan Pengendali PT Era Media Sejahtera Tbk. (DOOH), Rincian Transaksi dan Komposisi Saham BaruLaporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD Terkait Dugaan Ucapan Sirkus di ParlemenPersiapan dan Alur Pelaksanaan Diklat SPPI Gelombang Kedua Kementerian PertahananMekanisme Penanganan Laporan KWP terhadap Deddy Sitorus oleh MKD DPR

Paling Banyak Dibaca

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

Nasional

Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi Nasional

30 Jul 2026

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis Survei

Politik

Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis Survei

31 Jul 2026

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

Hukum

Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro

30 Jul 2026

Perubahan Pengendali PT Era Media Sejahtera Tbk. (DOOH), Rincian Transaksi dan Komposisi Saham Baru

Pasar Modal

Perubahan Pengendali PT Era Media Sejahtera Tbk. (DOOH), Rincian Transaksi dan Komposisi Saham Baru

1 Agu 2026

Peran BTN dalam Penyaluran Rumah Subsidi KPR FLPP Melalui Akad Massal di Batang

Ekonomi

Peran BTN dalam Penyaluran Rumah Subsidi KPR FLPP Melalui Akad Massal di Batang

1 Agu 2026

Rencana Pengeboran Sumur Migas Non-Konvensional Blok Rokan dan Target Produksi Pertamina Hulu Rokan

Bisnis & Energi

Rencana Pengeboran Sumur Migas Non-Konvensional Blok Rokan dan Target Produksi Pertamina Hulu Rokan

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Langkah Tegas Sudaryono Benahi Program Makan Bergizi Gratis dan Internal Badan Gizi NasionalNasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Subianto, Penjelasan Istana dan Analisis SurveiPolitik 路 31 Jul 2026
  3. 3Cara Memahami Kronologi dan Fakta Hukum Kasus OTT Bupati Pemalang Anom WidiyantoroHukum 路 30 Jul 2026
  4. 4Perubahan Pengendali PT Era Media Sejahtera Tbk. (DOOH), Rincian Transaksi dan Komposisi Saham BaruPasar Modal 路 1 Agu 2026
  5. 5Peran BTN dalam Penyaluran Rumah Subsidi KPR FLPP Melalui Akad Massal di BatangEkonomi 路 1 Agu 2026
General News
Sains & Teknologi
Bisnis
Sepak Bola
Metro
Politik
Transportasi
Gaya Hidup
Megapolitan
Pemerintahan
Yogyakarta
Otomotif & Wirausaha
Layanan Publik
Pendidikan & Karier

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap