PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) saat ini tengah bersiap memasuki babak baru dalam pengembangan minyak dan gas bumi non-konvensional (MNK) di Wilayah Kerja (WK) Rokan. Langkah strategis ini diambil sebagai tahap lanjutan setelah perusahaan berhasil mencatat temuan cadangan hidrokarbon dari kegiatan eksplorasi sebelumnya. Sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi energi nasional di tengah penurunan alami lapangan konvensional, PHR merancang serangkaian program pengeboran sumur secara bertahap.
Kapan pengeboran sumur appraisal MNK di WK Rokan akan dimulai oleh perusahaan?
PHR menargetkan untuk memulai tajak atau pengeboran tiga sumur appraisal MNK di Wilayah Kerja Rokan pada bulan Desember 2026. Langkah ini merupakan kelanjutan penting setelah perusahaan mencatatkan temuan minyak dan gas bumi dari dua sumur eksplorasi MNK. Salah satu pencapaian dalam tahap awal eksplorasi ini adalah pelaksanaan pengeboran perdana pada sumur migas Gulamo di Blok Rokan, Provinsi Riau, serta penemuan cadangan hidrokarbon di Sumur Mustang Hitam (MTH)-001. Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan, Muhammad Arifin, dalam sebuah acara di Sentul, Bogor, menyatakan bahwa PHR merupakan perusahaan pertama di Indonesia dan bahkan di Asia Tenggara yang berhasil melakukan pengeboran sumur utama MNK.








