Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan secara resmi meluncurkan inisiatif strategis bernama Gerakan One Marketplace. Program ini dirancang khusus untuk mengoptimalkan dan memperluas skala pemanfaatan platform belanja digital milik daerah yang dikenal dengan nama Bajubodo. Istilah Bajubodo sendiri merupakan singkatan dari Belanja Langsung Barang melalui Order Online. Melalui peluncuran gerakan ini, pemerintah menargetkan perluasan jangkauan penggunaan platform ke seluruh 24 kabupaten dan kota yang berada di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem pasar digital sekaligus memberikan dorongan nyata terhadap perluasan akses pasar bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di tingkat lokal.
Platform belanja digital Bajubodo bukanlah sebuah sistem yang baru saja dibentuk pada tahun ini. Sistem pengadaan barang dan jasa secara elektronik ini telah diinisiasi oleh pemerintah daerah sejak tahun 2022. Setelah melalui berbagai proses persiapan dan penyempurnaan, platform ini kemudian mulai digunakan secara efektif oleh jajaran pemerintahan pada tahun 2023. Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Irawan Dermayasamin Ibrahim, menjelaskan bahwa platform tersebut telah menunjukkan perkembangan yang positif sejak awal masa penggunaannya. Pertumbuhan ini mencerminkan tingginya minat dan partisipasi dari berbagai pihak dalam memanfaatkan teknologi digital untuk keperluan pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintahan.








